Hujan kian landai mengguyur kota, diana yang terlanjur basah karena diguyur hujan, terus mengayuh sepeda dan menembus rinainya.
Diana adalah seorang yatim piatu, sejak kematian kedua orang tuanya ia tak lagi memiliki siapapun semua kerabatnya tak sudi untuk memberikan tempat tinggal baru bagi diana, alhasil diana harus rela tinggal di villa keluarga peninggalan ayahnya yang ada disekitar air terjun didalam hutan. Sebab rumah orang tuanya direbut paksa oleh bibinya yang gila harta.
Ketika Sampai dirumah suara benda terjatuh terdengar begitu keras.
BUUUUUGGGG.....
Diana yang terkejut segera menghampiri asal suara tadi. Ia lari kearah air terjun. Setibanya disana ia dikejutkan dengan sosok lelaki yang terkulai lemas diantara bebatuan dengan luka disekujur badan, karena takut diana bergegas meninggalkan tempat tersebut.
Tapi baru ia melangkah sebanyak tiga kali ia langsung mengundurkan niatnya lalu menghampiri pria tersebut untuk memberikan pertolongan.
Diana membawanya kerumah untuk mengobatinya. Setelah selesai diana pergi ke dapur berniat membuat teh hangat. Saat hendak kembali kekamar diana kembali terkejut saat lelaki tersebut tiba-tiba sudah ada dibelakangnya. Cangkir teh yang ada ditangannya terjatuh, namun lelaki tadi menangkapnya secepat kilat.
Matanya membelalak kemudian ia bertanya kepada lelaki tersebut.
“ si... Siapa ka..u? ” katanya terbata-bata.
Lelaki tadi menggeleng. Diana yang semakin takut akhirnya mengeluarkan lelaki tadi dari rumahnya. Dari dalam rumah diana melihat lelaki tadi seperti orang kebingungan dia seperti baru pertama kali melihat dunia. Akhirnya Diana memutuskan untuk membawanya kembali kedalam rumah.
“ ayo. ” ia menarik lengannya.
Setelah didalam rumah diana menginterogasi lelaki aneh itu.
“ darimana kau berasal? Siapa dirimu kenapa tiba-tiba kamu ada disini? Apa yang terjadi padamu? ”.
Tetapi, ia tak menjawab ia hanya memandangi wajah Diana. Saat Diana kembali menanyakan namanya dan ia hanya menggeleng, Diana berpikir mungkin ia korban kecelakaan dan sekarang lupa ingatan.
“ Aku Diana.” ucapnya
“ Dan mulai hari ini namamu adalah victor ”. Sambung Diana.
“ Vic... To... R ”. Lelaki itu mulai mengeja namanya. Diana yang senang akhirnya mengangguk.
Waktu terus berlalu, kini victor dan diana semakin dekat hingga menimbulkan perasaan cinta antara keduanya. Meskipun victor tak mengerti bahasanya tapi kehadirannya cukup menemani hari-hari diana yang sepi.
5 bulan kemudian....
Saat keduanya tengah bermain di air terjun tiba-tiba sekelompok iblis dengan wajah seram, dan juga sayap yang ada dipunggungnya datang.
“ Akhirnya kita bertemu kembali.”
Kata salah satu dari mereka. Diana yang ketakutan langsung bersembunyi dipunggung victor.
“ Trevor kembali lah bersama kami”.ucap pimpinan mereka sambil menjulurkan tangan.
“ i'am victor's ”. Jawabnya dengan fasih.
Mendengar hal tersebut para iblis itu tertawa. Diana yang sangat takut mengajak victor untuk berlari. Saat mereka berusaha kabur, salah satu iblis tadi menghentakkan kakinya ke tanah, hingga membuat bumi bergoncang, kemudian iblis yang lainnya mengeluarkan sebuah kekuatan dari tanganya, yang ditujukan untuk Diana. Seketika Diana terangkat lalu dilemparkan, tubuhnya membentur batang pohon yang besar. Hingga mulutnya memuntahkan sebuah cairan merah.
Tiba-tiba suatu ingatan terbesit dikepala victor, kini victor kembali mengingat siapa dirinya yang sebenarnya. Victor yang murka melihat kekasihnya terluka langsung berubah menjadi sosok yang menyeramkan, sebuah sayap keluar dari punggungnya, tubuhnya berubah lebih besar daripada ukuran sebelumnya. Diana yang sekarat merasa bingung dengan semua yang ia lihat.
Sekelompok iblis tadi yang mulai menyadari bahwa trevor tidak lagi mau bersekutu dengan mereka, memutuskan untuk melenyapkannya dengan panah yang dibuat khusus.
Diana yang menyadari hal itu, dengan sisa tenaga, dia berlari kearah kekasihnya untuk menjadi tameng dan, panah itupun mendarat ditubuhnya, membuat ia langsung terkulai lemas kemudian tewas ditempat.
Victor kembali murka, dari wajahnya mengeluarkan kobaran api.
“ aku trevor sang dewa kematian, kalian akan mati ditanganku”. Ucap Victor sangat marah.
Tak berlama-lama akhirnya Victor pun menyerang mereka secara brutal, dan menghabisinya satu persatu.
Setelah menyelesaikan pertarungan Victor kembali kepada kekasihnya, ia memapah tubuh Diana, sembari menangis dan berteriak memanggil namanya.
“ DIANAAAAA....... ”
kisah pun berakhir.