Aku terpaku menatap kedepan .
Kesadaranku datang kembali ,ternyata memang ini bukan jalan biasanya aku kembali untuk pulang .
Tadi sewaktu pulang kuliah sore hujan turun dengan tiba - tiba dengan lebatnya .
Aku tak membawa payung dan saat diajak menumpang mobil Tio aku tidak mau .
Bukan karena apa ,meskipun terbilang jarak rumahku dekat aku takut merepotkan karena arah rumahku yang berlawanan dengannya .
Akhirnya aku menunggu diperpustakaan kampus .
Ternyata lumayan banyak mahasiswa yang ke perpus sekalian berteduh .
Aku pun memilih sebuah buku dan mulai membacanya.
Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul sembilan malam dan keadaan sudah mulai sepi .
Saat aku tengok keluar ternyata hujan telah reda .
Aku pun berniat untuk segera pulang .
Aku berjalan seperti biasa ,sekali - kali menghindari kubangan air atau kendaraan yang lewat .
Takut kena cipratan air .
Oh ya perkenalkan ,namaku Romi .
Dan disinilah aku ,disebuah jalan gelap tanpa terlihat cahaya dan bangunan yang familiar menemani hari - hari ku seperti biasa .
" Memangnya tadi aku lewat mana kok bisa nyasar ... "
" Apa ada pemadaman listrik ya ,kok gelap bener "
" Kebiasaan kalo hujan lebat mati lampu "
Aku terus mengerutu dalam hati .
Jika mau balik ,malah g sampai - sampai .
Tapi kalo mau terus aku gak tau arah juga .hemmmm ...
Padahal biasanya jalan kaki dari kampus sampai rumah hanya butuh waktu dua puluh lima menit .
Sepertinya ini sudah lewat tiga puluh menit .
Sedari tadi aku memang tidak terlalu memperhatikan sekitar karena fokus jalan dan genangan air saja.
***
Dari kejauhan tampak ada sinar dan ternyata ada beberapa orang yang membawa obor .
" Ada acara pa ya kok bawa obor ? " Aku mencoba bertanya pada salah satu dari mereka .
" Kami sedang mencari putri kami ,dia kabur karena mau dijodohkan " jawab orang yang aku tanya .
Akupun hanya mengangguk saja dan mereka berlalu melanjutkan pencarian .
Hiks....hiks...
Lamat - lamat terdengar suara orang menangis .
Aku mengedarkan dan mencoba menajamkan pandangan .
Suasana gelap berubah terang saat aku menemukan seorang cewek meringkuk memeluk lutut sambil menangis didekat tong sampah .
Saat aku meneliti sekeliling dan kembali menyadari jika ternyata aku ada dijalan menuju rumahku .
Tinggal lima meteran sampai pintu pagar rumah .
" Hai ... " Aku mencoba menyapa .
Siapa tahu aku kenal .
Tapi cewek tadi makin kenceng aja nangisnya .
Tapi saat aku ingin melanjutkan langkah cewek tadi berteriak memohon padaku .
" Tunggu .... , to ... tolong aku "
" Ak... Aku tak punya tempat tinggal " ucapnya terbata.
Aku memicingkan mata meneliti keadaanya .
Rambut tergerai berantakan ,baju sedikit sobek dan kotor tapi ....
Ahhhh tetap cantik dan kulitnya putih bersih .
Dengan sedikit pertimbangan aku mengangguk menyanggupi permintaanya .
Saat sampai dirumah .
" Ma...mama ... "Aku mengetuk pintu dan memangil -mangil mama .
Pintu terbuka dan mama kaget dengan apa yang dilihatnya .
Setelah puas memperhatikan mama beralih mendelik ke arahku .Menyalahkan .
" Ma , denger dulu ceritaku "
" Ini gak seperti yang mama liat "
Akhirnya kami masuk dan aku menceritakan apa yang terjadi .
" Ok boleh ,tapi dia tidur sama fely " akhirnya mama memutuskan .
***
Hari berganti bulan dan tak terasa cewek yang aku temukan malam itu ,fairy semakin akrab dengan keluargaku .
Akupun menaruh hati padanya .
Mama sepertinya setuju saja ,selain cantik fairy juga sopan dan lembut .
Fairy pun tak menolak saat aku mengutarakan cintaku padanya .
Fairy menyambutnya dengan senyuman yang manis.
" Romi ... Aku juga mencintaimu . "
" Tapi jika suatu hari nanti apapun yang terjadi padaku ,kuharap cintamu tak pernah pergi "
Aku pun mengangguk dengan mantap .
***
Berbulan - bulan kami lalui sebagia kekasih .
Berbahagia dan penuh cinta .
Namun saat malam sehabis hujan dan lampu padam ,aku melihat segerombolan orang - orang dengan membawa obor kerumahku .
" Fairy ...aku menemukanmu " teriak salah satu dari mereka yang paling depan tampak paling muda .
Dari penampilan yang terlihat mungkin dia pemimpinnya .
" Fairy ... Keluarlah ! "
" Ayah sudah menunggumu terlalu lama "
" Membiarkanmu bermain - main di dunia manusia "
Semua perkataan yang diucapkan pemuda tadi membuatku bingung dan bertanya - tanya .
Aku melihat Fairy keluar kamar .
Tampak anggun dengan pakaian yang tak pernah aku lihat sebelumnya .
" Romi ,aku mencintaimu sungguh "
" Tapi kita berbeda "
" Aku akan berjuang untukmu pada ayahku " fairy berkata sambil mengengam tanganku erat .
" Kau ...siapa kau sebenarnya ? " Aku bertanya akan hal yang sedari tadi membuatku penasaran .
" Aku putri peri "
" Kabur karena dijodohkan "
" yang diluar adalah kakakku dan para pengawal .
***
Sejak kepergian Fairy untuk kembali ke dunianya ,aku tak menemukan semangatku lagi.
Mama dan fely sudah menghiburku sebisa mereka .
Satu bulan berlalu .
Saat aku pulang kuliah ,aku berjalan seperti biasa .
Bedanya kali ini disertai hujan rintik yang menemani langkahku .
Sesekali aku mengusap air mata yang ikut berbaur bersama air hujan .
Samar mataku melihat seseorang diujung jalan menuju rumah .
Aku mempercepat langkah dan ...
" Fairy ..." Ucapku tak mempercayai penglihatan ku .
" Romi ..."
" Aku berhasil memperjuangkan cinta kita "
" Ayahku merestui ,tapi saat kita resmi menikah nanti semua kekuatan yang aku miliki hilang "
Aku menarik tubuhnya ,memeluknya penuh cinta .
Aku tak peduli apapun ,aku mau FAIRY ku .
TAMAT