Gadis bersurai putih dengan ombre ungu, ia selalu menanti hari ini. Hari dimana mungkin saja ia akan mendapatkan sebuah hadiah entah dari siapapun itu.
"Emy!!!" teriak seorang gadis yang tingginya sama dengan Emy, Eydis. Mereka berdua terlihat mirip walaupun rambut dan warna mata mereka berbeda.
Emy menoleh, menatap kembarannya ini dengan tatapan bertanya-tanya. Eydis yang seolah mengerti segera menarik tangan Emy.
"E— Tunggu! Kenapa sih?!"
"Ayo ikut aja!"
Emy hanya bisa pasrah, mengikuti kembarannya ini pergi entah kemana.
Beberapa saat hingga mereka berdua sampai disebuah toko yang menjual berbagai makanan manis, entah itu coklat ataupun kue.
"Permisi!" Eydis membuka pintu toko itu, dan ia masih menarik tangan Emy.
Tak tahan diseret-seret oleh Eydis, Emy melepaskan genggaman Eydis.
"Kita mau ngapain ke sini?"
Eydis sedikit berpikir. Menatap Emy dengan tatapan yang tak bisa diartikan, lalu Eydis tersenyum dan mengelus surai putih Emy. Dan itu berhasil membuat wajah Emy sontak memerah.
Ia menepis tangan Eydis, menatap kesal Eydis dengan rona yang masih terlihat jelas di matanya.
"Aku bukan anak kecil!" Teriaknya dengan nada tertahan. Karena Emy tau, mereka ada di tempat umum.
Baru saja Eydis akan menutup telinganya, tapi tak jadi. Eydis menatap Emy sembari terkekeh kecil.
"Sekarang itu hari sepesial loh," ujar Eydis mengambil satu coklat berbentuk hati dan langsung membayarnya.
Selesai membayar coklat itu, Eydis menarik Emy keluar dari toko. Membawanya ke sebuah gang yang sepi.
Jujur saja Emy merasa sedikit risih, tentu karena gang itu kotor dan sepi, ia jadi sedikit takut kalau-kalau terjadi sesuatu.
"Kita mau ngapain sih disini?" tanya Emy dengan kesalnya.
Setiap kali Emy bertanya, Eydis selalu saja tertawa. Menatap kembarannya tertawa justru membuat Emy tambah kesal.
"Ini, untukmu," ujar Eydis memberikan coklat yang baru saja ia beli.
Emy menatap coklat itu terheran-heran, tumben kembarannya baik. Eydis yang seolah membaca pikiran Emy pun memeluknya.
"Happy Birthday, kembaran jahanam."
Dan saat itu juga, terjadi adegan kejar-kejaran antara Emy dan Eydis. Emy yang mengejar Eydis sambil membawa sebuah pedang dan Eydis yang kabur menyelamatkan diri dan juga coklat atau hadiah untuk Emy.