(Lancelot)
Lancelot seorang yang di takdirkan menjadi kesatria meja bundar yang di hormati dan berjuang bersama raja yang tidak lain adalah Arthur. Ia ahli berpedang sejak kecil. Suatu hari pamannya membawa anak perempuan yang bernama Guinevere. Ia begitu cantik dan cerdas. Lancelot dan Guinevere sering bermain bersama. Guinevere suka memperlihatkan sihirnya pada Lancelot. Karena Lancelot sering di jadikan percobaan sihir, ia sering kabur dan membuat marah Guinevere. Saat itu kesempatan Lancelot mengajaknya bermain keluar kediaman.
Tahun tahun berlalu Gunivere tumbuh menjadi gadis cantik yang di kagumi banyak pria. Cinta juga tumbuh perlahan di antara Lancelot dan Guinevere.
Di umur 18 Lancelot di kirim oleh ayahnya untuk pergi ke istana bersama pamannya. Saat itu Guinevere berada di akademi magic.
Lancelot mengira ia tidak akan bertemu dengan Guinevere lagi. Tapi Guinevere malah menyebut namanya sebelum ia pergi.
"Lancelot!", Guinevere turun dari kereta. Berlari
mendekati Lancelot
"Apa kau harus pergi?", Tanyanya sedih
"Aku akan mengunjungi mu saat hari pernikahanmu dengan Gusion" Lancelot tersenyum pahit
Ia tahu bahwa Guinevere sudah di jodohkan. Tapi ia tetap saja tidak dapat menahan perasaannya. begitu mencintai Guinevere. Ia ingin sekali memeluk Adiknya untuk terakhirkali sebelum ia menikah. Tapi pelukan itu di hadang oleh pamannya.
"Ayo pergi!" Ucap paman kesal
Lancelot menuruti perkataan pamannya.
"Darling, Aku akan mengunjungimu lagi.", Lancelot melepas genggaman tangannya.
Tatapan Guinevere sedih dan putus asa. Membuat Lancelot semakin sedih berpisah dengannya. Apa daya Orang tua mereka tidak merestui hubungan yang mereka jalin.
Di istana Lancelot terpilih menjadi kesatria sembilan meja bundar. Kabar ini sudah sampai di telinga Guinevere. Begitu juga kabar lamaran keluarga Gusion yang akan melamar adik tercintanya juga sampai di telinga Lancelot.
Ia terus melamun di istana. Arthur menghampirinya.
"Ada apa?" menepuk pundak Lancelot
"Salam yang mulia, maaf atas ketidak sopananku." Spontan berbalik dan memberi hormat
"Tidak perlu terlalu formal, kau adalah sahabatku." Ucap Arthur duduk di balkon, "Duduklah Lancelot."
Lancelot duduk merenung di samping Arthur. Ia memandangi kolam yang mengelilingi balkon. Pikirannya terus tertuju pada Guinevere yang akan menikah.
"Apa kau tahu Lancelot, ada kabar baik" Ucap Artur memulai pembicaraan
"Berita apa itu yang mulia?" Tanyanya penasaran
"Guinevere, adik sepupumu. Ia menolak lamaran bangsawan Gusion." Arthur terliahat lega
Lancelot kaget dalam lubuk hatinya ia bahagia. Namun di pikirannya Adik tersayang pasti di marah oleh orang tuanya.
"Lancelot sebelum bertanya pada paman bibi mu, apa kau menyetujui bila aku melamar Guinevere minggu depan?", Arthur menatap Lancelot
"Tentu saja yang mulia, adik ku sangat beruntung.", Tersenyum paksa
Minggu depan ...
Hari pelamaran Guinevere. Lancelot datang ke kediaman bersama Arthur dan ke delapan kesatria yang lain. Arthur melamar Guinevere dengan mewah. Saat di jamuan tidak ada tanda tanda Guinevere akan menolak lamaran. Ia begitu bahagia di pesata jamuan. Lancelot yang terus memperhatikan adiknya merasa kesal sekaligus sedih. Ia hanya bisa menyembunyikan perasaannya.
"Tuan, kedatangan saya kemari untuk melamar putri Guinevere.", Ucap Artur mengumumkan
"Tuhan memberkati mu nak.", Ayah memeluk Guinevere "Yang mulia putriku sungguh beruntung."
"Nak apa kau menerima lamarannya?", tanya ibu
"Ya" Jawab Guinevere ragu ragu
Semua orang bersorak, memberi tepuk tangan pada kekasih baru yang akan menikah.
Saat Arthur mengulurkan tangan, Pandangan Guinevere menuju Lancelot yang tepat di belakang Arthur. Guenevere tersenyum karena sekarang ia tidak akan berpisah dengan kakaknya.
Jamuan berlangsung hingga tengah malam. Arthur dan kesatria lainnya dalam keadaan mabuk, Lancelot juga dalam keadaan mabuk. Ia jutru pergi ke rumah bordil dan melanjutkan mabuknya.
"Kakak?", Panggil Guinevere samar samar terdengar di telinga Lancelot
"Kau menghianati cinta kita adik, berbahagialah dengan yang mulia raja!" Lancelot bergumam
Lancelot melanjutkan perjalanan, di rumah bordil ia menghabiskan begitu banyak uang. Hingga tak sangggup membayar, Lancelot di usir. Dalam perjalanan pulang, Lancelot malah bertemu dengan bandit dari klan elf yang sudah terpengaruh iblis. Karena mabuk dan tidak sangggup bertarung, Lancelot lari ke arah hutan. Ia tidak ingat dengan jurang perbatasan. Lancelot jatuh, Ia mengira ini lah akhir dari hidupnya.
...
Cahaya samar samar terlihat, "Dimana ini?"
Lancelot membuka penuh matanya. Ia melihat seorang gadis sedang tertidur di pinggir ranjang.
"Cantik sekali.", Benaknya
Gadis itu bangun. Bahkan saat bangun pun ia terlihat anggun. Lancelot langsung jatuh hati pada gadis itu.
"Siapa nama mu?", pertanyaan yg langsung keluar dari mulut Lancelot
"Namaku Odette, kamu sedang berada di kerajaanku.", Ucap gadis itu
Lancelot ingat nam itu, Odette adalah putri angsa yang cantik. Ia begitu tertutup hingga orang orang hanya bisa membayangkan kecantikannya.
Beberapa bulan kemudian Luka parah Lancelot sembuh. Saat itu ia mengabdi sebagai pengikut Odette.
Kisah Cinta Odette dan Lancelot mengalir seperti sungai dan tergenang di Swan lake.