Namaku Kudus ,bukan berarti aku orang Kudus ya.
Aku asli Purwokerto .
Aku pemuda umur 25 tahun .
Kata orang aku tampan meskipun berkulit coklat ,setidaknya bersih.
Dari jaman masih sekolah banyak cewek - cewek yang suka , bahkan nembak duluan agar aku jadi pacar mereka .Agresif .
Untuk urusan kecerdasan , aku biasa aja.
Pintar kagak ,bodoh juga kagak.
Tapi tetep terkenal kok .Playboy .
Padahal bukan aku yang minta ,mereka maksudku para cewek itu yang terang terangan suka sama aku .
Mereka bahkan sering bertengkar berebut menjadi yang disebut .Pacar Kudus .
*****
Cipete ,Jakarta Selatan
" Bang kudus roti bakar kejunya satu ,pisang bakar coklatnya dua "
" Minumnya es jeruk dua ,ovaltin anget satu ya bang "
Teriak salah satu cewek dari tiga cewek yang baru saja masuk tenda .
Oh ya ,aku jualan roti bakar dan pisang bakar serta beberapa minuman pendukungnya .
Sekitar Fatmawati .
Bergegas aku melayani pesanan mereka ,membuat roti bakar dan pisang bakar.
Kalo minum biasanya dibuat orang yang membantuku , Jamal .
Jamal adalah tetangga desa dikampungku .
Dengan satu orang cukuplah untuk teman jualan setidaknya gak repot sendiri kalo sedang ramai .Gak mau nambah ???
Masih dipikirkan entar kalo buka cabang ,misal .
" Nie neng pesanannya "
" Thanks bang kudus "
" Oh ya entar bungkus pisang bakar tiga ya "
Aku hanya mengangguk sebagai jawaban serta mengacungkan dua jempol .
Jangan lupa disertai senyumanku yang katanya ,maut .
Nah tu, temenya yang pake kaos pink yang sedang sibuk dengan hapenya melongo ke arahku . Terpesona senyumanku ,mungkin.
" Woi ... Bengong aje ,makan " teriak temenya yang pake blus warna krem .
Yang diteriaki uring - uringnan ,merasa keganggu .
Nah ,yang lagi terkekeh melihat meraka itu Silvi .
Salah satu dari mereka yang tadi melakukan pesanan.
Aku cukup kenal karena dia langangan tendaku .Setidaknya seminggu sekali dia mampir .
Dia SPG dimall dekat sini,orang Sunda .
" Udah ... Terpesonanya entar lagi "
" Makan gih ,keburu dingin kagak enak " Silvi menengahi perdebatan kedua temannya .
Dari arah lain aku menyembunyikan senyuman melihat tingkah mereka .Kebiasaan .
Silvi mendelik ke arahku ,aku malah terkekeh sambil menggelengkan kepala.
" Awas "
Silvi mengerakkan bibirnya kearah ku tanpa suara,aku cuma angkat bahu .
Tak lama ada beberapa pelangan masuk dan membuat pesanan .
Jadilah aku sibuk dan tidak memperhatikan mereka lagi .
*****
Malam ini aku gak jualan ,dari kemaren kerasa gak enak badan .
Jamal juga gak mungkin jualan sendiri ,kasihan .
Seharian aku tiduran dirumah kontrakan ,sedangkan Jamal berkesempatan main ketempat saudaranya di daerah Bintaro .
Hape dimeja bergetar ,ada telpon masuk .
No Silvi ternyata yang melakukan panggilan .
"Hallo " sapaku
" Bang kudus ,gak buka tendanya ? " jawab silvi pada intinya .
" Abang lagi sakit " jawabku lagi .
Ehhhh ...langsung putus aja sambungan .
Aku menghela nafas ,kembali tidur.
Tok tok tok
Aku terjaga ,dan bangkit ke arah pintu .
Tampak Rena anak kost depan rumah saat pintu terbuka .
" Lho ren ,baru pulang ? " Aku bertanya soalnya masih tampak tas ransel dan sepatu boot yang biasanya dipake ngampus .
" Aku liat gerobak abang didepan ,jadi pasti Abang gak jualan "
" Abang lagi sakit ? "
" Gak ,cuma kerasa capek aja "
" Ohhhh , boleh masuk ? "
Aku celingukan ,gak enak kalo terlihat orang ada cewek masuk kontarakan yang tak seberapa besar ini sendirian pula .
Belum juga aku jawab ,Rena masuk begitu saja sambil mendorongku pelan .
Kadang aku emang gak bisa tegas sama mahluk yang namanya cewek .
" Udah Abang tiduran aja ,aku cuma nemenin ngobrol " katanya enteng setelah sampai dalam .
Aku cuma diam dan mengikuti langkahnya ,pintu aku biarkan terbuka .
*****
Tiga puluh menit sudah Rena menemaniku ,aku tiduran diranjang dan Rena duduk di kursi tak jauh dari ranjang .
Banyak hal yang jadi bahan cerita .
Rena memang kadang - kadang main ke kontrakan kalo sedang gak ngampus dan aku gak jualan .
Mungkin karena daerah kampung kami yang sama Jawa tengahnya banyak hal nyambung untuk dibicarakan . Juga kami sama - sama suka olah raga ,karate serta panjat tebing .
Ohh ya Rena anak Pekalongan .
Saat aku terbatuk dan payah untuk bangkit Rena membantuku untuk sekedar duduk .
Badan kami yang sedang tampak seperti berpelukan reflek kaget saat dari arah pintu terdengar suara melengking .
" Ini yang katanya sakit !!! "
" Enak gitu sakit ?!! " Sarkas sekali suara itu terdengar ditelinga.
Tampak Silvi dengan wajah merah marahnya .
Rena terjengkit menjauh dan aku terduduk .
Ada kemarahan yang begitu nyata diraut muka dan suara Silvi .
Sedang Rena tentu saja bingung ,sama bingungnya denganku .
" Abang emang terkenal ya dengan play boy ,gak ngerti banget sieh ..." Silvi tiba - tiba menangis dan keluar begitu saja .
Rena menaikan satu alisnya bingung seakan bertanya padaku " sapa ? "
Aku menaikan kedua bahu ,bingung juga dengan apa yang terjadi .
" Dia Silvi ,pelangan Abang " aku berkata menerangkan .
Rena tampak mengangguk - angguk mengerti .
" Jadi Abang kudus lebih terkenal play boy dibanding penjual pisang bakar "
" Ha .... Ha.... " Rena tertawa puas .
Asem banget !!!!
Tamat