"Rasanya ingin menangis ditengah hujan,, agar tak ada satupun yg tau bila aku sedang menangis,
biar rasa sesak dalam hatiku sedikit menghilang, dan ku harap perlahan sirna dibawa derasnya air hujan.."
inilah Mira Adelina dengan sejuta rasa sakitnya..
,,,,,,,,,,,,,,,,
dipagi hari yang cerah Mira menatap langit, tapi entah mengapa langit yang cerah itu terasa mendung untuknya..
"huuh.. rasanya ini sungguh tidak adil bagiku" Mira bergumam sendiri tanpa ia sadari..
Mira melangkahkan kakinya menyusuri jalan yang ia rasa hampir tak ada batasnya dikota ini.. ya, Mira ingin mencari pekerjaan untuk menghidupi anak"nya.
Mira adalah seorang wanita yang ditinggalkan suami yang entah pergi kemana.. di sia"kan.. dicampakkan..
,,,,,,,,
Disaat tengah asyik dalam lamunannya.. Mira dikejutkan dengan bunyi klakson mobil dari arah belakangnya, rupanya lamunan tadi membawanya hampir ketengah jalan raya.. "heeeeii.. dasar kau wanita bodoh!!.. mau mati kau Haah??" teriaknya pada Mira. Mira langsung kaget dan spontan mengucap kata maaf padanya "ah.. maafkan aku tuan.." hanya itu kata yang mampu keluar dari mulut Mira. Dengan segera sang pemilik mobil yang marah itu pergi berlalu dari pandangannya..
,,,,,,,,,,,
Diwaktu yang berbeda, tepat jam 08.00 pagi Mira sudah berada disebuah Restoran yang besar
dan mempunyai pemandangan yang sangat cantik.
Mira melihat sekelilingnya dengan pandangan yang indah, "baru kali ini aku ketempat seperti ini.." batinnya mengagumi. Mira bukan ingin makan di restoran ini, tapi dia ingin melamar pekerjaan agar bisa menyambung hidupnya dan kedua anak yang dia sayang.. "permisi Mbak,, apakah disini masih membutuhkan seorang pelayan?" tanya Mira pada seorang resepsionis di restoran tersebut. resepsionis tadi tidak buru-buru menjawab pertanyaan Mira, dia memandang Mira dari atas kebawah lalu sebaliknya. "lumayan juga tampilannya, sepertinya sesuai bila dipekerjakan disini" batin resepsionis yang tengah menatap Mira. ya, memang walaupun Mira sudah mempunyai dua orang Anak tapi wajah dan bentuk tubuhnya seperti seorang gadis, jadi wajar saja bila resepsionis terlihat kagum pada penampilan Mira..
"apa kamu membawa surat lamarannya?.. bila kamu bawa tolong serahkan pada saya dan saya akan menyerahkannya pada manager." pinta resepsionis itu pada Mira. dengan senang hati Mira pun menyerahkan surat lamarannya.
Selang beberapa menit kemudian resepsionis tadi menghampiri Mira yang diminta menunggu di kursi tunggu. "Mira, kamu sudah bisa bekerja disini tapi kamu harus mengganti pakaianmu dengan seragam direstoran ini.." pinta resepsionis dan menyerahkan seragam untuk Mira. "terimakasih mbak.." jawab Mira "panggil saja aku Dina.. kita akan jadi teman, jadi kau tidak usah sungkan padaku" Resepsionis bernama Dina adalah orang yang baik dan ramah ternyata dia tidak menyulitkan Mira dihari pertamanya bekerja.
Mira sudah mengenakan seragam kerjanya sekarang dan dia sudah siap untuk memulai aktifitas direstoran itu. " Mira,, kamu tolong segera kedepan dan berikan menu makanan ini pada setiap pelanggan yang baru datang ya.." Dina memberitahu sopan lalu dijawab anggukan semangat dari Mira..
Mira menghampiri meja makan dari satu meja kemeja yang lain dengan gugup namun dia coba bekerja sebaik mungkin, hingga dia mampu bekerja dengan sangat telaten dan hati-hati agar tidak menimbulkan masalah. sampai tiba Mira pada satu meja yang diduduki oleh banyak pelanggan yang membaris lingkaran, "silahkan ini menu nya pak.." sambil tangan Mira membagikan menu itu pada setiap pelanggan yang duduk di kursi itu. namun ada satu pelanggan yang sedari tadi memperhatikan Mira dengan aneh, dia terlihat sangat kesal pada Mira. "apakah kamu bisa melayani tamu disini dengan baik jika kamu mabuk saat bekerja?!" ucap lelaki itu pada Mira. "maaf,, maksud bapak apa??" tanya Mira sembari melihat lelaki yang mengatakan bahwa dia sedang mabuk saat bekerja. "kamu tau, gara-gara kamu menghalangi jalanku tadi pagi aku hampir kehilangan kepercayaan dari klien.. karna aku telat menghadiri rapat!!" bentaknya, dan membuat semua mata tertuju pada Mira dan juga Dia. Mira menjadi kaget dan bingung harus bagaimana menjawab lelaki ini, memang salah dia tadi pagi tidak fokus ketika berjalan. "maafkan saya pak, saya tidak sengaja melakukan itu dan saya juga tidak sedang Mabuk..." Mira memberikan jawaban dan membela dirinya. lelaki itu berdiri dan menatap Mira dengan tajam sambil berkata "apa kamu tidak tau siapa aku???!" tanya lelaki itu didepan wajah Mira yang dari tadi menahan ketakutan diwajahnya. "saya tidak tau pak, dan maaf bila saya bersalah tapi saya hanya mencoba untuk bekerja dengan baik sekarang.. mohon bapak jangan menyulitkan saya" pinta Mira dengan suara yang hampir menangis. Dina yang dari tadi bingung harus berbuat apa segera menghampiri Mira dan membantu Mira menjelaskan pada lelaki itu. "maafkan pegawai baru kami pak Vino Abraham, mungkin ini hanya salah paham.." Dina menengahi keributan itu, lalu Vino Abraham duduk dan memberi isyarat pada Dina untuk membawa Mira pergi dari hadapannya.
Ya.. Vino Abraham, adalah konglomerat muda yang mempunyai usaha dimana-mana, dan semuanya sangat sukses juga berkembang pesat. jadi wajar bila seluruh rakyat di kota A sangat menghormati beliau dan pastinya tidak mau bermasalah dengannya.. tapi lain dengan Mira yang baru saja tiba dikota A dan tidak tau siapa Vino, pagi ini saja Mira sudah membuat Vino kesal setengah mati padanya..
~~~~~~~~~~~