Ara mengernyit resah ketika mendengar ponselnya berbunyi. Beberapa hari ini ada yang mengirim pesan ke nomor WA Ara. Nomor tidak dikenal, foto profilnya gambar seekor kucing berbulu lebat berwarna hitam.
Pesan itu hanya berupa pertanyaan dan kadang-kadang doa. Pertanyaan seperti, kamu sedang apa?Udah makan belum? Kok gak dibalas pesannya? Lalu akan disambung dengan doa seperti, selamat tidur Ara, semoga mimpi indah. Semoga Ara sehat selalu, jadi bisa senyum terus.
Coba ... Sweet bener kan. Jadi Ara urung memblokir nomor tersebut. Meski agak terganggu, ia tidak menampik bahwa ia menunggu apalagi pesan yang akan dikirim oleh orang tersebut. Ara juga memasukkan nomor tersebut ke dalam daftar kontaknya. Ia buat dengan nama Siluman, nama yang pas menurut Ara.
Setelah membuka pesan, Ara mulai membaca.
Siluman : Bisa datang gak ke warung Mi PD Nim?
Kembali Ara mengernyit. Warung Mas Pidinim? Si Siluman tahu warung tersebut berarti. Ara tidak membalas pesan tersebut, hingga ponselnya kembali berbunyi.
Siluman: Kenapa gak pernah bales sih. Cuma dibaca aja. Aku tunggu di warung Mi PD Nim ya. Sore nanti jam empatan bisa kan? Ada yang mau aku kasih ke kamu.
Segera centang dua di chat tersebut berubah biru, tanda kalau Ara sudah membaca seluruh pesan itu.
Siluman : Kamu udah baca pesannya Berarti udah tahu. Jadi aku tunggu sore nanti ya.mJangan lupa. BTW, aku pakai celana jeans biru sama kaos oblong warna putih.
Ara tetap tidak membalas pesan tersebut.
Ketika sore menjelang, rasa penasaran membuat Ara mengajak Vina temannya pergi mengunjungi warung mi Mas Pidinim. Mereka tiba dan mencari tempat duduk yang pas untuk memindai seluruh tempat itu.
Seorang pemuda datang menanyai mereka. Pemuda tersebut mengenakan jins biru dan kaos oblong warna putih. Membuat mata Ara dan Vina melotot bersamaan.
"Hai, mau pesan apa? Astaga, saya tahu saya ganteng, tapi jangan dipelototin. Jadi takut," ucapnya bercanda sambil cengengesan.
"Umm ... jus alpukat aja dua," jawab Ara, terus menatap menyelidik ke arah pemuda tersebut.
"Oke. Tunggu ya. Gak lama kok. Oh ya, Saya Taehyung. Salken," ucapnya sambil mengedipkan sebelah mata ke arah Ara.
"Idih ... maen mata, ck ck ck ...." Vina berdecak sambil terus melihat ke arah punggung Taehyung yang berlalu pergi.
"Sttt ... liat deh Vin. Di belakang konter itu ada tiga lagi yang pake kaos putih ma jeans biru. Di sudut sana ada dua lagi liatin kita sambil bisik-bisik." Ara berbisik pada Vina sambil terus menatap ke arah para pemuda tersebut.
"Waduh ... yang mana si Siluman ya," ucap Vina bingung.
Tak lama kemudian, seorang pemuda mendekati mereka sambil membawa nampan berisi minuman pesanan Ara tadi.
"Ini jusnya, Mbak. Selamat minum. Gak pesen makanan juga? Biar saya sekalian bisa ucapin selamat makan," guraunya sambil tersenyum, lesung pipinya jadi keliatan pas senyum.
Ara dan Vina hanya diam sambil berpandangan.
"Saya Namjun, panggil Jun aja. Di belakang konter itu dari kiri ke kanan ada Jin, Jim dan Agus. Nah, kalau yang duduk bedua di sana namanya Hobi sama Juki. Kalau yang catet pesanan Mbak tadi Abang Taehyung namanya," jelas Namjun panjang lebar.
"Saya gak nanya Bang," ucap Ara datar.
"Saya sukarela jelasin, Mbak," jawab Namjun. Lalu ia pamit dan bergabung dengan para pemuda yang ada di belakang konter. Hobi, Jukik juga berdiri dan bergabung dengan mereka, termasuk Taehyung juga ikutan. Mereka bertujuh tertawa-tawa sambil cuil-cuilan dan sesekali mencuri pandang ke arah Ara dan Vina.
"Sttt ... kok gue ngerasa lu dikerjain ya Ra," bisik Vina.
"Iya. Sepertinya Siluman ngerjain gue. Awas dia ... gue siram pake sisa jus gue kalo ketahuan yang mana orangnya."
Ara menyipit memandang ketujuh pemuda yang masih bisik-bisik sambil senyum-senyum memandang ke arahnya. Satu ide muncul di otaknya, secepat kilat Ara mengeluarkan ponselnya dan menekan nomor Siluman.
Seketika salah satu ponsel tujuh pemuda tersebut berdering nyaring. Rupanya ia lupa mengatur ponselnya dalam mode silent. Kelabakan ia mengeluarkan ponselnya dan melotot ketika melihat nama Ara yang menelepon.
Seringai kemenangan muncul di bibir Ara.
"Hahaha, pinter lu pinter gue? Tuh Vin, lu tahu kan yang mana Siluman," ucap Ara dengan nada puas.
TAMAT
(Yang mana Siluman? Tebak aja sendiri ya, hahhaha)
Tulisan pendek pengisi waktu kala senggang.
Mampir ke novel aku yuk. Klik profil ya🤗🤗🤗