Aku melangkahkan kaki dengan gontai, aku masih terpukul dengan apa yang barusan dilontarkan dari mulutnya kepadaku "Hubungan ini harus kita akhiri detik ini juga" katanya padaku
"Apa salahku? sehingga kamu memutuskan hubungan ini sepihak" tanyaku dengan mata yang mulai berair
"Pokoknya mulai hari ini kita tidak memiliki hubungan apa pun dan jangan pernah menghubungiku lagi" pinta alex
*****************
Alex adalah calon suamiku, kita bertemu ketika ada acara amal di panti tempatku mengajar, namaku Rumi, aku juga berasal dari panti ini, aku mengabdikan diriku dipanti ini sebagai bentuk baktiku, dengan kerja kerasku selama ini aku bisa mendirikan toko kue yang mulai ramai dan terkenal sehingga aku bisa membagi waktuku dipanti karena ditoko aku hanya memantau saja
Entah dari mana alex mendapatkan nomor handphoneku, tiba-tiba keesokan harinya dia menghubungiku
"Nomor siapa ya, " ucapku penasaran, sudah beberapa kali dia meneleponku tapi tidak aku angkat karena aku sibuk didapur
Aku pun mengangkatnya
"Hallo assalamualaikum, ada yang bisa saya bantu" ucapku
Akan tetapi orang yang meneleponku tidak menjawab salam atau pertanyaan dariku, aku pun mengecek apakah sudah putus sambungan telponnya, tapi masih terhubung dengan penelepon, dan aku mengulangi pertanyaanku
"Ada yang bisa saya bantu, kalo tidak ada akan saya matikan sambungannya" ucapku kesal
"Tunggu, jangan dimatikan" jawabnya
"Dijawab dulu salamku" kesalku
"Waalaikumsalam" jawabnya gugup
"Ada yang bisa saya bantu, atau mau pesan roti?"tawarku
"Tidak, katakan pada pemilik toko roti untuk menemuiku dicafe depan tokonya, terima kasih" katanya dan langsung mematikan telepon
"Hei, siapa kamu berani-beraninya menyuruhku" kesalku karena dia langsung menutup sambungan telepon
Dengan kesal aku menurut saja menemuinya dicafe depan toko rotiku, ketika sampai dicafe aku kebingungan mencari siapa yang meneleponku tadi, ketika aku melangkah ke arah kasir karena ingin bertanya, ada seorang pelayan yang menghampiriku
"Maaf dengan mbk rumi?" tanyanya sopan
"Iya, saya rumi" jawabku
"Mari saya antar mbk" katanya
Akupun mengikuti pelayan cafe dan berhenti di depan sebuah ruangan privasi khusus tamu vip
"Silahkan masuk mbk" Katanya lagi
Ketika aku masuk seseorang yang meneleponku tadi membelakangi, akupun memberi salam
"Assalamu'alaikum" ucapku
"Waalaikumsalam, silahkan duduk" jawabnya dan dia menoleh kepadaku
"Alex" kataku kaget
"Jangan kaget" ucapnya
Aku dan alex duduk saling berhadapan, untuk sesaat kami saling dia dan ketika aku mulai bosan karena menunggu alex tidak mau berbicara, aku memulai bertanya padanya
"Ada apa kamu menyuruhku kesini, apa hanya untuk duduk disini dan hanya diam saja, pekerjaanku masih banyak jangan membuang waktuku" gerutuku
"Aku ingin bicara serius padamu" ucap alex
"Silahkan bicara, akan aku dengarkan" jawabku
"Mau kah kamu menikah denganku" jelasnya
"Apa" kagetku
"Minggu depan aku jemput kamu dipanti jam tujuh" Ucapnya
"Apa katamu, enak saja kamu bilang, aku belum memberi jawaban kamu main suruh aja" ucapku kesal
"Tidak ada bantahan" jawabnya
"Kamu bukan siapa-siapa aku, kenal saja baru kemarin, langsung ngajak nikah, gila ya kamu" sungutku kesal
"Aku memang sudah gila terhadapmu" jawabnya enteng dan berlalu meninggalkanku
Dengan emosi aku melangkah keluar berharap bisa bertemu dengannya lagi, tapi ternyata dia sudah tidak ada di depan cafe "cepat sekali dia menghilang" gerutuku
Dulu aku berharap jika aku besar nanti akan mencari suami yang menyayangiku dengan kasih sayang yang besar dan tulus, saling mencintai tapi kenapa hari ini semua harapanku runtuh seketika
Sudah enam hari aku lewati, aku hanya berkomunikasi dengan alex hanya lewat telepon, selama kita berkomunikasi dia sangat baik dan manis padaku, hari ini adalah hari terakhir untukku karena besok aku akan menikah dengan orang yang baru aku kenal, akan tetapi hatiku merasa tidak tenang entah kenapa, seharian ini aku merasa gelisah
Beberapa jam kemudian, aku mendapat berita jika ada tamu yang ingin menemuiku, dan aku menyuruhnya untuk menunggu di ruangan tunggu
Aku memasuki ruangan tunggu tersebut dan kaget, kenapa alex menemuiku padahal besok kita juga akan bertemu
"Hubungan ini harus kita akhiri detik ini juga" katanya padaku
Seperti disambar petir disiang hari aku merasa kaget dengan keputusannya tersebut, mendadak tubuhku menjadi lemas
Apa salahku? sehingga kamu memutuskan hubungan ini sepihak" tanyaku dengan mata yang mulai berair
"Pokoknya mulai hari ini kita tidak memiliki hubungan apa pun dan jangan pernah menghubungiku lagi" pinta alex sambil berlalu meninggalkanku yang masih menangis
Apa salahku, mungkinkah ini rasanya jika aku terlalu berharap pada makhluk, seketika aku teringat kata-kata yang pernah aku dengar ketika aku mengikuti sebuah kajian
*Jangan berharap pada makhlukNya itu hanya akan sia-sia, berharaplah pada yang menciptakan makhluk*
*Allah kuasa makluk tidak kuasa*
Dari sini aku belajar untuk berhenti berharap pada manusia, karena hanya akan membuat kita kecewa
TAMAT