Namaku adalah Caramel. Sekarang aku berumur 14 tahun. Aku sudah dibuang oleh orang tua ku dari aku lahir. Aku di temukan oleh warga dan sekarang aku di besarkan di panti asuhan.
Di panti asuhan, aku selalu kesepian. Tidak ada yang ingin berteman dan bermain denganku. Aku tidak tahu mengapa. Kata ibu Betty ( ibu panti ), aku tidak perlu memikirkan nya. Bu Betty juga berkata bahwa besok adalah hari ulang tahun ku.
Aku pergi ke luar. Aku berkeliling di taman. Saat teman teman melihatku, mereka langsung pergi untuk menjauhiku. Aku menghela nafas panjang, berusaha tidak menangis. Aku mendatangi kolam dan melihat lihat ikan di dalam nya.
Hari mulai menjadi sore, aku masuk kembali ke kamar. Saat dikamar, aku mendengar teman teman sedang mengobrol bahwa besok akan datang dua orang suami istri ingin mengadopsi seorang anak.
Teman teman ku sedang mempersiapkan diri untuk besok. Dari pakaian dan aksesoris sudah mereka siapkan. Aku tidak peduli dengan itu, tapi kalau aku benar benar di adopsi, aku akan sangat senang.
***
Aku terbangun karena suara gaduh yang dibuat oleh teman teman ku. Aku langsung beranjak dari tempat tidur dan pergi untuk mandi.
Aku juga bersiap siap, namun aku menggunakan style yang sederhana.
Tadi Bu Betty juga berkata kepadaku, bahwa orang ini akan datang pukul 9.00 dan mencari wanita sederhana yang penurut.
Menurut ibu Betty, aku akan terpilih dan di adopsi oleh sepasang suami istri itu.
>Pukul 9.00
Sebuah mobil Alphard masuk ke dalam halaman panti. Semua anak langsung duduk manis di ruang tamu. Sepasang suami istri itu pun keluar dari mobil nya. Para ibu ibu panti langsung menyambut kedatangan mereka.
Sepasang suami istri itu bernama Pak Mark dan Ibu Victoria. Mereka berdua masuk dan langsung memandangi anak anak panti.
Beberapa jam kemudian.
Semua anak anak sudah di persilahkan pergi ke kamar. Terkecuali untuk ku dan Sania. Dua orang pasangan itu ternyata bingung, ingin memilihku atau memilih Sania.
Mereka berdua pun berdiskusi dengan ibu ibu panti.
Mereka meninggalkan aku dan Sania di ruang tamu. Sania melirik ku, dia melihat rambut, wajah, dan pakaian ku, dan berkata,
" Kedua orang tadi gimana sih, jelas jelas aku lebih cantik dari kamu. Malah mereka bingung mau milih aku atau kamu, hiii ". kata Sania.
Aku tidak menjawab perkataan Sania karena pasti nanti akan tambah ribut. Beberapa menit kemudian mereka kembali, Pak Mark langsung menggandeng tangan ku dan mengajak ku untuk masuk ke dalam mobil nya. Ternyata aku adalah yang mereka pilih untuk di angkat menjadi anak mereka. Sania terkejut serta tidak percaya bahwa akulah yang terpilih.
Aku langsung ingin di bawa pergi oleh dua orang ini. Aku pun meminta waktu untuk mengucapkan selamat tinggal kepada ibu ibu panti, terutama ibu Betty. Setelah mengucapkan selamat tinggal kepada semuanya aku pun dibawa pergi oleh orang tua baru ku.
Sekarang aku diharuskan untuk memanggil mereka papa dan mama. Papa dan mama membawaku ke rumah yang sangat besar dan mewah. Aku di persilahkan masuk oleh beberapa pelayan.
Kata mama kita akan tinggal di sini selama 1 minggu, setelah itu kita akan kembali ke negara T.
Aku hanya bisa menuruti perkataan mereka. Aku di antar ke dalam kamar ku. Wow, aku terkejut melihat kamarku. Besar dan terlihat nyaman. Di lemari pun sudah terdapat banyak pakaian yang pas sesuai ukuran ku.
Aku berkata,
" Wow, betapa beruntung nya aku. Kini aku mempunyai orang tua dan semua barang barang yang aku inginkan ".
Seorang pelayan mengetuk pintu ku dan menyuruh ku untuk menemui papa dan mama.
Aku turun ke bawah dan sudah melihat mama dan papa sedang menunggu ku.
" ada apa ma, pa ? ". tanyaku
" Nak, apa kamu tahu sebenarnya siapa kami? Kami akan berterus terang kepada mu. Jadi kami adalah raja dan ratu dari negara T. Kami menyamar ke negara ini untuk mencari anak karena kami tidak bisa memiliki anak. Kami harus menyamar karena takut akan banyak rumor beredar. Jadi kau adalah tuan putri kerajaan negara T " kata papa.
" Apa? Tidak, tidak mungkin. Bagaimana ini bisa terjadi, bagaiman tiba tiba aku menjadi tuan putri?. Aku tidak pantas menjadi tuan putri, aku adalah anak pungut ". kataku
" Tidak nak, sekarang kau adalah anak kami. Kau bukan anak pungut, sudahlah. Bersiap siap lah, minggu depan kita akan pergi ke bandara ". kata mama sambil memeluk ku.
#TAMAT#