Padahal kami adalah pasangan yang saling mencintai dan menjalin hubungan yang manis dan mesra. Aku yang dimabuk cinta merasa tersanjung saat ia mengajakku tinggal bersama dibawah 1 atap selama 2 tahun, tapi karena sesuatu yang tidak jelas ia memutuskan hubungan kami disaat pernikahan yang kuharapkan sudah di depan mata.
Dia meninggalkanku karena tidak mau bertanggung jawab atas janin yang kukandung karenanya, dia membiarkan aku berjuang sendiri menjalani kehamilanku.
Dia tidak ada disaat aku dicap sebagai gadis nakal yang hamil diluar nikah. Aku benci dia.
Aku benci melihatnya tertawa lebar seolah tanpa beban, menggandeng mesra gadis lain sementara aku harus menanggung aib ini sendirian.