Sudah tiga malam aku menginap di rumah temanku, selama orang tuanya berada di luar kota dia memintaku menemaninya di rumahnya. Kawasan rumah itu cukup sunyi, pohon kantil berukuran besar yang berdiri di belakang rumahnya membuat suasana sekitar terlihat menyeramkan, bahkan asisten rumah tangga yang bekerja di rumahnya mengaku pernah diganggu mahkluk halus sampai akhirnya ia memutuskan berhenti bekerja.
Malam itu hujan turun dengan derasnya, suara petir yang menggelegar semakin membuat suasana rumah itu mencekam, aku dan temanku mengurung diri di kamar, ketika dia sudah terlelap barulah aku teringat kalau sepeda motorku masih ada di halaman depan. Berulang kali aku membangunkan dia untuk menemaniku menyimpan sepeda motor ke garasi, tapi dia tidak mau bangun. Akhirnya aku memutuskan pergi ke luar rumah sendirian.
Aku bergegas mengambil sepeda motorku, tapi ntah mengapa motor ini terasa lebih berat seperti ada orang yang duduk di atasnya. Aneh, padahal tidak ada siapapun selain aku di luar rumah. Aku berusha mendorong motorku sampai ke dalam garasi.
Jam 12 malam aku belum bisa tidur, aku merasa seperti ada mata yang mengawasiku dari kejauhan. Disaat seperti ini aku teringat mahkluk halus yang pernah mengganggu bibik di rumah ini, aku menjadi merinding ketakutan belum sempat aku memejamkan mata tiba-tiba seorang wanita berambut panjang yang ntah dari mana datangnya sudah berdiri di sampingku.
Wanita itu berdiri menghadapku, sebagian rambut panjangnya menutupi bagian wajah hingga aku tidak bisa melihatnya, baju warna putih bercak darah menjuntai ke bawah, tangannya seperti ingin menggapaiku tapi tidak bisa menyentuh badanku. Aku ketakutan melihat mahkluk ini, saat aku ingin berlari tiba-tiba tubuhku menjadi kaku tidak bisa digerakkan, saat aku ingin menjerit bibirku pun tidak bisa terbuka, aku hanya bisa pasrah dan berdoa dalam hati sampai mahkluk menyeramkan itu benar-benar menghilang.
Keesokan harinya aku menceritakan apa yang aku alami kepada temanku dan dia mengatakan.
Mahkluk itu adalah kuntilanak penghuni pohon kantil. Aneh kenapa dia menghampiriku dan kenapa aku bisa melihatnya?