Hans, aku mengenalmu sangat baik juga mengagumimu ... tapi kamu tidak tahu apa pun tentangku, apalagi perasaanku padamu.
Dia adalah lelaki pertama bagiku, entah aku wanita ke berapa baginya, aku tidak mempermasalahkan.
Bisa dipandang sebelah mata saja oleh lelaki idaman di club tempatku bekerja, sudah kayak dapat jack pot.
Malam itu, untuk pertama kali dalam hidupku aku mengerti yang namanya dibutuhkan, dirayu, disanjung, dimanjakan oleh seorang pria, meskipun aku tahu dia tidak sungguh-sungguh melakukannya karena dia dalam keadaan setengah sadar tapi ... itu tidak mampu menutupi rasa bahagiaku sehingga aku begitu saja memberikan diriku padanya, tanpa iming-iming, tanpa janji apalagi ikatan resmi.
Keesokan paginya aku terbangun, hal pertama yang kulihat adalah wajah Hans ... senang sekali rasanya meski harus kehilangan kegadisanku, namun aku bangga pernah membuatnya tersenyum puas, walau setelahnya keberadaanku tidak dianggap.