Mencintai dalam diam adalah hal yang paling menyakitkan. Terutama apabila laki-laki yang kita cintai mencintai wanita lain. Namun, kita tak bisa berbuat banyak karena namanya tak kunjung menjauh dari dalam hati terdalam.
Lambat laun aku mencoba melupakan laki-laki itu dia adalah Mamat tetangga kampung yang kebetulan bersekolah satu angkata denganku. Kepribadinya yang baik dan kalem tidak banyak bertingka berhasil menarik perhatianku. Namun Mamat menyukai gadis lain.
Namun, aku awalnya tetap optimis akan mendapatkan cinta Mamat, tapi apa daya sekian lama telah berlalu aku tak mendapatkan kepastian juga.
Jalan satu-satunya adalah aku pergi dari kampung untuk mencari kehidupan yang baru. Bertahun-tahun aku merantau dan bekerja hanya sekali dua kali saya pulang kampung untuk menjenguk kedua orang tuaku.
Pada akhirnya aku menemukan laki-laki yang bisa menerima aku apa adanya dan kami memutuskan menikah. Tanpa terasa aku terlah melupaka Mamat yang bisa dibilang dia adalah cinta pertamaku.