Tau kah kau, ketika langit senja menampakkan keindahannya, di sana pula aku teringat suatu kalimat yang terucap dari bibir mu.
"Kita ini ibarat kisah tak berujung. Senja akan selalu datang meninggalkan siang, petang dan menyambut akan datangnya malam, bila malam di terangi dengan kerlip bintang, dengan cahaya bulan dapat dinikmati semua makhluk yang bernyawa, tapi hati ku hanya akan di terangi oleh tawa dan senyum mu." ujar Rey panjang kali lebar.
Blussss, semburat pink terpancar di kedua pipi ku.
"Astaga sok puitis sekali kau ini... setiap yang bernyawa dan setiap makhluk pasti dapat menikmati senja, bulan, bintang, apa yang ingin kau lakukan?" tanya Reni.
"Aku hanya ingin membuat mu tersenyum di saat dan jangan kau tangisi di kala nafas terakhir ku tiba. Karena kau tau? Rawut wajah mu sangat jelek saat kau menangis." ejek Rey sambil berlari di pinggir jalan.
"Hey, dasarrrrr kau ini... tadi saja memuji ku, sekarang kau menjatuhkan ku;" Reni pun berlari mengejar Rey.
Aku tidak akan pernah lupa akan kata mu Rey.