Sebuah cerita tentang takdir, tentang si dia, dia si pembuat cerita kehidupannya, bisa saja dia itu diriku, atau mungkin dirimu. Sebelumnya dia pernah hidup di sebuah dunia juga, mungkin dia hidup sebagai manusia, atau hewan, atau mungkin sebuah mahluk yang tak pernah kita lihat, dan tak akan pernah kita bisa bayangkan.
Singkat ceritanya dia hidup di dunia sebelumnya dan terpilih sebagai penghuni tempat kebahagiaan, tempat yang di mana bisa mendapatkan apa apa yang dia inginkan, dia berbahagia disana dia mendapat segalanya, apa apa yang dia mau, tak ada batas mendapatkan sesuatu. Namun dia rindu akan sebuah perasaan mendapatkan sesuatu dengan usaha, lantas dia menciptakan sebuah permintaan dan bercakap dengan penciptanya, pencipta dia, dan pencipta tempat kebahagiaan ini.
"Penciptaku, aku merasa senang, sangat senang sekali Disini, mendapatkan apa apa yang kuinginkan, semuanya tanpa ada batas apa pun"
"Iya, aku tau dirimu merasa senang akan semuanya, lantas sekarang apa dirimu ingin hidup ke sebuah dunia lagi? Sebuah tempat yang membutuhkan usaha untuk meraih sesuatu lagi? Iya! pasti kau menginginkannya"
"Iya benar penciptaku, engkau pasti tahu apa yang ingin dan akan kuinginkan, Namun aku ingin sebuah petunjuk, petunjuk tentang cerita, kisah ini, percakapan ini, percakapan dengan engkau, Meski memang aku tak ingin ingat, ingin sebuah ingatanku baru, tapi setidaknya berikanlah aku petunjuk akan hal ini"
"Iya aku tau itu, akan kukabulkan, sebuah kehidupan dengan sebuah usaha, sebuah takdir lurus, takdir kehidupan baru, dengan ingatan baru, dan apa apa yang akan engkau inginkan".
Cahaya menyinari dia, waktu memundurkan usianya, dia berubah menjadi mahluk baru, mahluk berkaki dua dan bertangan dua dengan masing masing memiliki lima jari, Namun proses perubahan itu acak, terkadang perubahannya berubah menjadi mahluk bertangan satu berjari enam, atau sebuah manusia lumpuh tanpa kaki. Pencipta Nya sengaja melakukan hal itu, meski Pencipta Nya tahu dia akan menjadi apa.
Sesaat kemudian dia berubah menjadi sosok bayi, seorang bayi manusia, Namun kata "dia" sudah tak berlaku baginya, Pencipta Nya menciptakan dia menjadi "Mereka", Iya dia tetap dia, Namun dengan banyak versi, ada versi dia berkulit putih, cokelat, hitam, lumpuh, wanita, lelaki, dan banyak sekali versi dia yang tak terhitung jumlahnya. Namun sesuai dengan apa yang dia inginkan, dan yang akan dikabulkan oleh pencipta Nya, Dia atau bisa disebut mereka yang hidup di dunianya masing masing, Entah itu kapan, siang, malam, Ketika dewasa, atau ketika masih kecil, Tapi setiap dari mereka akan diberi petunjuk.
Petunjuk tentang percakapan dia dengan penciptanya, Entah itu dalam Tulisan, lisan, Musik, Obrolan, Pemahaman, Puisi, Mimpi, Atau mungkin sebuah Cerita. Tapi Mereka pasti akan diberi petunjuk tentang percakapan itu, percakapan diri mereka yang tunggal, sesuai dengan apa yang mereka harapkan, dan akan Pencipta Nya Kabulkan.