Aku Rahma Dianta Ragilia usiaku 23 tahun aku 5bersaudara dan aku anak ragil. Nama Ayahku Sukaidi dan ibuku Setiawasti kakak ku yang pertama bernama Ahmad surya kakak perempuan ku yang ke2 bernama karunia suryadani yang ketiga Lisya Linda sari yang ke4 Puri widyasi..kembali ke 18tahun yang lalu ayah dan ibuku bercerai di usiaku menginjak 5 tahun. dan bisa di katakan kami korban dari broken home ayah ku bekerja sebagai buruh harian lepas ibuku petani kami hidup di desa jauh dari keramaian di kota. Ayah dan ibuku bercerai bukan karena orang ketiga melainkan ayahku yang Tempramental dan mau menang sendiri. mau bagai mana lagi memang garis hidupku harus seperti ini.
Hal Yang Tak Pernah Terlupakan
Masih terus terngiang di ingatan ku di senja itu, ketika ibuku pulang bekerja, ayahku minta dibelikan rokok
Sukaidi (Ayah) :" wasti belikan aku rokok, sudah berapa hari kau tidak membelikan ku rokok !! "..
wasti(ibu): " Aku ngak ada uang loh pak? "
Sukaidi:" Alah bohong kamu lo baru dikasi duit sama bosmu, kamu baru gajian kan?!!(Tanya Bapak dengan nada suara tinggi)
Wasti: "iya Tapi buat beli beras pak sama jajan anak -anak kita(bergetar sampai meneteskan airmata)
sukaidi; "Alasan kamu saja .. Plakkkk (menampar pipi ibuku dengan keras)
Wasti; (sambil mengusap pipi yang sakit akibat tamparan terlalu keras). kamu ini kenapa pak apa salah ku hah?
sukaidi; " masih bertanya apa salah mu hah?
wasti; " iya, bukan nya kamu Kemarin juga baru dapat duit dari gaji mu lusa ? Lantas Mengapa masih minta belikan aku rokok?? (sambil menangis)
sukaidi; "duit ku ya duitku tidak berhak kamu menanyakan nya."
wasti; "aku ini istrimu pak, dan aku berhak menanyakan nya. kemana saja duit mu selama gajian ini pak? sedangkan kamu tidak pernahh memberikan nya sepeserpun kepada ku dan anak-anak apalagi?!
sukaidi; "berani-beraninya kamu ya bicara dan menanyakan hal itu.. Asal kamu tau ya duit itu aku gunakan buat kesenangan ku semata, dengar baik-baik ya wanita bodoh hobiku itu berjudi dan aku kalah judi , jadi kau tak perlu banyak tanya duit itu lari nya kemana!!! plakkk plakk plakkk (sambil menampar bolak balik ibuku)
Dan disisi lain kami bertiga aku, kak Linda dan Kak puri hanya bisa menyaksikan perlakuan bapak ku terhadap ibuk ku sungguh miris bukan? kami hanya bisa menangis ketakutan melihatnya . dan seketika itu kak linda menarik tangan bapak
Linda; "pak sudah cukup pak, kasian ibuk pak aku mohonnn? "
(namun naas tangan kak lindapu ditepis oleh bapak dan tersungkur ketanah)
Sukaidi; "nggak usah ikut campur kamu anak kurang ajar(sambil menendang dan memukul kak Linda)
Linda; "Ampun pak ampun, linda mohon pak jangan sakitin ibuk lagi pak.. kasihan ibuk pak kasihan.
Tanpa aba abapun, entah kebranian dari mana ibuk menendang bapak dari belakang, bapak yang tidak mengetahui pun langsung terjatuh.. "brukkkk... awwh ahhh. kepala bapak mengenai tembok rumah. "persetan dengan ini semua" teriak bapak. dasar wanita tidak tahu diuntung, wanita kurang ajar, wanita sialan.. awas kauu .....!!! dan semua isi kebun binatang pun disebutkan semua oleh bapak.
Dan seketika itu bapak yang di selimuti amarah pun melihat celurit yang tergeletak di bawah meja pun lantas mengambilnya dan menyeret, menjambak rambut ibuku ke dapur lalu menendang memukuli wajahdan perut ibuku bak maling yang tertangkap warga, dan celurit yg di pegang bapak itu pun sudah menempel di leher bukku
ibukupun menjerit histeris.. dan untung nya ada tetangga kami yang lewat dan mendengar teriakan ibu .
Mang Yantok yang mendengar pun langsung memberi tahu pak RT tetangga sekitar, kebetulan rumah pak Rt hanya kelang 4 rumah dari rumah kami.. akhirnya tetanggapun ramai didepan rumah kami, seketika pak Rt dan mang Yantok menerobos masuk kedalam rumah dan menuju ke dapur
Pak Rt; "Astaghfirullahhalazim, Sukaidi? Apa yang kamu lakukan terhadap istri kamu hahh???!!! lepas kan celurit itu dari istri mu bisa mati istrimu suk!!
Mang Yantok; "Sudah hentikan suk, istighfar suk istighfar ingat Allah, setan apa yang merasuki mu ini??
Mang Yantok dan pak RTpun langsung menghentikan aksi bapak.. dan tanpa aba aba mangyantok meninju pipi bapak "bukkk bukkkkk bukkkk sadar lah sukk sadarrrr " ingat anak anak mu masih membutuhkan ibu nya..!!
ibu pun sudah terkapar dilantai dan pingsan, lalu pak RT dan mang yantok memapah keluar rumah.. dan membawa ibu ke bidan terdekat.