Namaku Vallerie, aku tinggal di sebuah desa yang tidak banyak orang kenal.
Aku juga berasal dari keluarga yang pas pasan, pendapatan yang mereka dapatkan cukup untuk kami menjalani kehidupan sehari hari.
Aku tentu mempunyai impian, sejak aku masih duduk di kelas 6 SD aku sudah menetapkan impianku dan harus ku perjuangkan. Aku bermimpi untuk menjadi seorang pemandu wisata dan yang pastinya harus bisa menguasai banyak bahasa asing.
Sejak aku memutuskan untuk terus meraih impianku, aku mulai memiliki minat dengan bahasa asing. Aku berharap kelak aku bisa meraih mimpiku, dan aku ingin membanggakan orang tuaku bahwa mereka juga memiliki anak yang bisa meraih mimpinya dengan berusaha keras.
Aku tahu pendapatan orang tuaku pas pasan, jadi ketika aku lulus dari sekolah ku(SMK) aku ingin mencari pekerjaan untuk menghasilkan uang ku sendiri, dan melanjutkan kuliah dengan hasil kerja sampinganku itu.
Aku ingin mengejar beasiswa, tetapi aku merasa kemungkinan untuk mendapatkan sangat kecil, karena aku tidak terlalu berprestasi dan banyak teman lainnya yang lebih baik dariku.
Tetapi aku tidak akan menyerah, aku akan terus berjuang dan bersungguh sungguh agar aku bisa mendapatkan beasiswa dan meringankan beban orang tuaku.
Aku terus berjuang, meskipun aku pernah berada dalam keadaan terburuk, yaitu mendapat nilai yang sangat mengecewakan dan sempat membuat ku merasa tidak ada harapan. Tapi aku bangkit lagi, karena jika aku menyerah aku tidak bisa membahagiakan orang tuaku.
Lalu aku terus berjuang tanpa berpikir untuk menyerah dan akhirnya aku bisa mendapat peringkat yang sangat memuaskan, dan aku tidak ingin lalai atau terhanyut hanya karena peringkat ku yang tinggi, tetapi aku ingin terus maju dan menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.
Dan aku pun terus mendapat peringkat tinggi bahkan meningkat pesat. Lalu saat penerimaan kelulusan SMK aku mendapatkan beasiswa untuk berkuliah di universitas yang sangat baik dan universitas itulah yang aku harapkan sejak awal.
Aku pulang dengan membawa berita bahagia itu dan menceritakan kepada orang tuaku. Mereka sangat bahagia mendengar kabar tersebut dan mereka juga mendukungku untuk meneruskan srkolahku.
Setelah itu, aku mulai mencari pekerjaan yang menerima pekerja paruh waktu. Cukup lama untuk ku mendapatkan pekerjaan itu, lalu di tengah jalan aku melihat seorang ibu ibu yang sedang kesulitan dengan bawaannya yang banyak.
Aku membantu ibu itu membawakan barang barangnya itu sampai di depan sebuah toko yang sangat besar atau bisa dibilang super market terbesar di daerah sana, dan tidak ku sangka ternyata toko itu adalah toko ibu ibu yang ku bantu tadi.
Ibu itu pun menanyakanku apa yang ku lakukan di siang siang begini, aku pun berkata, bahwa aku sedang mencari pekerjaan yang menerima pekerja paruh waktu karena aku harus bekerja sambil kuliah.
Kebetulan ibu itu membutuhkan pekerja paruh waktu untuk pergantian penjaga malam, ibu itu menawarkan pekerjaan itu padaku, dan aku langsung menerima tawarannya karena sangat sulit untuk mencari pekerjaan.
Lalu setelah 1 bulan aku bekerja aku pun menerima hasil dari kerjaku yang sangat memuaskan bagi ibu itu separuh uang gajianku ku berikan kepada keluargaku dan sisanya aku tabung untuk keperluan mendesak ku.
Lalu aku pun terus bekerja sampai uangku terkumpul untuk membeli barang barang yang ku butuhkan dan keluarga ku butuhkan.
Aku bekerja sambil berkuliah, dan itu tidak menggangu aktivitas ku. Lalu tetelah aku lulus dari kuliah ku aku lanjut menawarkan diri ke sebuah perusahaan yang sangat baik, sebagai pemandu wisatanya.
Dan aku di terima karena kebetulan pemandu wisata perusahaan itu sudah berhenti. Lalu keesokan harinya aku mengundurkan diri dari pekerjaan paruh waktuku di toko ibu itu. Aku sangat berterima kasih kepada ibu itu karena jika dia tidak memberiku pekerjaan entah bagaimana jadinya aku sekarang.
Ibu itu turut senang mendengar kabar bahwa aku sudah mendapat tempat kerja yang seharusnya untukku. Kemudian 1 minggu setelah aku melamar pekerjaan di perusahaan itu aku mulai bekerja, aku mendapat banyak pujian dari para pekerja disana bahkan pelanggan yang menggunakan jasaku.
Mengapa aku membuat judul cerita ini CHERRY BLOSSOM (BUNGA SAKURA)?
Sakura memiliki simbol harapan karena bunga ini seolah menjadi makna untuk kehidupan yang penuh dengan harapan juga masa depan yang cerah.
Meskipun bunga sakura mudah gugur, namun juga mudah bersemi kembali. Hal ini melambangkan jika hidup ada suka ada duka, ada keceriaan juga ada kesedihan, namun tetap bangkit bersemangat menghadapi kehidupan ini.
Itulah sebabnya mengapa aku membuat judul cerita ini
"Cherry Blossom (Bunga Sakura)"