jam dinding menunjukan pukul 19.00 wib, di sebuah lorong rumah sakit rs saiful anwar terdengar suara langkah kaki yg mencari sebuah ruangan.Tak lama berputar-putar mencari nya sampai lah pada ruangan 120, dengan langkah kaki berat dia membuka pintu melihat sosok laki-laki tua berbaring di tempat tidur dengan infus, jarum yg penuh di tangan dan tubuh nya. "ayah"ayah" sura memanggil... "anak ku,sini masuk mendekat pada ayah, dengan menahan tetesan air mata mirga mendekati ayah nya.
"ayah kenapa tidak kasih tau mirga? kenapa mama dan ayah tidak kasih tau keadaan ayah selama ini? kenapa baru sekarang dengan keadaan seperti ini semuanya baru kasih tau? dengan air mata berlinang mirga menangis di sebelah ayah nya, "maafkan ayah nak, ayah dan mama tidak ingin kamu terganggu karna kamu menghadapi ujian sekolah ayah tau bahwa kamu dari kecil selalu jatuh sakit jika memikirkan sesuatu maka dari itu kita tidak memberitahu mu jangan marah ya nak. "iya ayah, mirga tidak marah sekarang mirga berharap ayah segera sembuh dan bisa pulang kerumah.
tidak terasa waktu terus berjalan dan menujukan pukul 21.00wib semakin malam
"nak kamu mau makan apa yuk temanin ayah makan, makan kesukaan ayah.
sambil menyantap mkanan berbincang-bincang lah mereka mengahbiskan waktu bersama di sebuah ruangan.
malam semakin larut, mirga tertidur di samping tangan ayah nya,, "nak ayah mau bilang pesan ayah kamu jadi anak yang mandiri, kuat dan selalu jadi anak yang baik ya selalu jaga mama. kok ayah bilang sperti itu? kan ada ayah yang jagain mama, kelak kamu akan mengerti jika ayah sudah tiada.
mendengar kata kata ayah nya mirga langsung tidak bisa membendung air matanya lagi. "bisakah ayah jangan berkata seperti itu? tapi itu lah kenyataannya nak kita hidup akan kembali pada Allah.
jaga adik kamu ya, sekolah nya yg rajin pintar ayah syanag kalian.
mereka berpelukan seakan akan tak mau berakhir.
stelah lama berbincang karena lelah tertidur lah ayah nya, " mama ayah capek biar istirahat, iya nak.. mama tidur aja ya, biar mirga aja yg jagain.
"iya nak. "
jam berjalan menunjukan pukul 06.00 wib
ah.. sudah pagi.. ayah wktunya bersihkan badan.. ayah.. ayah.. bangun..
tak ada respon dari ayah nya..
semakin dia membangunkan semakin ada keraguan dan ketakutan.
ayah bangun.. ayah bangun ma ayah tidak bangun.. dokter dan perawat lain nya memriksanya dan doketr berkata" maaf ayah anda sudah meninggal".
waktu terasa berhenti pikiran pun kacau semunya jadi kacau balau terasa kaget dan tidak percaya.
tangisan pun pecah, ayah kenapa ayah bangun ayah bangun, ayah syank mirga kan? ayah syank adek kan,syank mama? bangun ayah bangun? dokter dan perawat semuanya berusaha menenagkan.
setelah itu aku tak sadarkan diri, entah berapa lama saya tidak sadar, sampai sya membuka mata saya suda di rumah, dan banyak orang melayat. mama, adek sodara semua semuanya sedih berduka, ternyata ayah ku sudah di makamkan dan aku pun tak mengantarkannya karna aku tak sadarkan diri.
aku hanya mengenang masa masa terakhir bersama ayah dan pesan pesan terakhirnya untuk ku..
ayah semoga engkau selalu damai d atas sana smoga kau di tempatkan di surga yg indah. aku selalu mendoakanmu ayah.
salam rindu ku syah..
😢😥