Malam ini udara begitu dingin. Aku melangkah kan kakiku dengan cepat. Melihat keadaan sekitar yang sepi membuat aku sangat ketakutan. Dan akhirnya sampailah diriku ke sebuah rumah sederhana. Aku hanya tinggal dengan kakekku. Ia sudah lama sekitar seminggu yang lalu penyakit asmanya kambuh. Namun aku tak bisa merawatnya di rumah karena aku harus bekerja . Perlahan aku membuka pintu rumah.
“Assalamualaikum, kakek Ara pulang...ini Ara bawakan martabak kesukaan kakek” ucapku sambil tersenyum.
“Terimakasih Ara kakek sangat senang ,tapi apakah kamu tidak bosan bekerja di toko bunga terus?”.
Aku membuka bungkus martabak lalu menyuapkan ke mulut kakek sembari berkata “Sebenarnya bukan masalah ,bisa saja, tapi gaji di toko tersebut hanya cukup untuk kebutuhan hidup kita, aku sedih jika tidak bisa merawat kakek dengan baik” nada suaraku begitu sedih.
“Kamu tidak usah sedih kakek ini sudah tua tinggal menunggu waktunya saja.. sedangkan kamu masa depanmu masih panjang, jadi kamu jangan khawatir kakek punya kenalan, dia membuka perusahaan baru karena desakan dari ayahnya. Bagaimana jika kamu mendaftar kerja disana?”
Kakek menyarankankanku kerja di perusahaan sedangkan aku hanya lulusan SMK. Apakah aku akan diterima disana?
Lalu aku juga sedih kenapa kakek berkata seperti itu.
“Kakek jangan bicara seperti itu Ara sangat nyaman tinggal dengan kakek ,Ara nggak mau kakek sakit kakek harus tetap sehat ,biar bisa menemani Ara terus.” saat itu aku dan kakek makan martabak bersama.
“Kakek juga inginnya seperti itu, namu waktu terus berputar jadi kita takkan pernah tau apa yang akan terjadi ke depannya nanti, Ara janji sama kakek, Ara harus tetap semangat menjalani hidup ,apapun yang terjadi Ara harus kuat” pesan kakekku.
“Baik kek Ara akan selalu ingat pesan kakek” aku mengerti bahwa kakek sudah lama menahan sakit ini .Apa yang harus aku lakukan agar kakek tepat sehat?.
“Kakek sudah kenyang,”
“ Yasudah kakek minum obat terlebih dahulu,”kemudian aku membuka obat kakek satu persatu dan meminumnya kepada kakek. Lalu kakek pun tertidur. Aku pun berjalan keluar kamar ,menutup pintu secara perlahan,lalu bergerak menuju kamarku.
Kamarku dominan berwarna hijau dan biru aku menyukai kedua warna itu. Setiap malam sebelum tidur, terkadang aku suka memandang langit yang cerah. Karena disana ada bulan dan bintang yang terang. Aku terkadang melihat bintang bintang tersebut membentuk suatu benda. Itu membuat pikiran penatku sedikit tenang dan aku dapat tidur dengan nyenyak.
Ku berjalan menuju kasur. Begitu empuk,nyaman, sehingga membuatku terlelap untuk tidur.
“Ara kau yakin tidak akan ikut denganku?”
“Tidak bisa...Ara masih sekolah, kamu tidak akan pergi lama kan?”
“Ara..Kau jangan khawatir karena hati,jiwa,dan ragaku hanya milikku..begitupun kau..”
“Tapi Ara nggak akan ketemu Dean lagi”
“Kita akan bertemu.. maukah kau memelukku sebelum kita berpisah”
Ara memeluk pria itu dengan erat seakan tak pernah mau kehilangan. Disela-sela pelukannya dia menangis hebat.Dean pun sama ia tak rela bahwa ia harus meninggalkan orang yang ia cintai.
Dering Alarm berbunyi. Pertanda bahwa waktu akan memasuki subuh. Suara itu pun membangunkan diriku dari mimpi yang sedih itu. Aku merasa ada air mata yang mengalir dari kelopak mataku. Aku memang selalu memasang alarm untuk berjaga jaga agar aku tidak telat untuk bangun pagi. Aku pun bergegas ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Dan menunaikan ibadah sholat.
Aku pun segera menuju dapur untuk memasak makanan buat sarapan pagi. Aku membuat menu yang simpel saja yaitu sushi salmon matang. Setelah suatu aku menata semua itu dimeja makan. Aku melihat kakek berjalan menuju meja makan.
“Selamat pagi kakek,”sapaku.
“Selamat pagi juga cucuku yang manis,” kakek tersenyum.
“Mari kita makan, aku sudah lapar sekali,” kami pun segera menyantap makanan.
“Ara nanti malam setelah kamu pulang kerja nanti ada tamu..Ara harus pakai pakaian yang kakek belikan khusus buat cucu kakek ini”
“Ahhh..kakek bisa saja..memangnya siapa yang akan sangat kerumah kita,”
“Nanti kamu juga akan tahu”
“Kakek suka bikin Ara penasaran gitu”aku sambil cemberut imut.
“Ara mau mandi dulu kek” aku pun pergi ke kamera mandi meninggalkan kakek.
Setelah selesai aku menuju memakai pakaian untuk kerja memang tidak terlihat fashionable tapi masih oke lah. Aku selalu memakai hijab dikepalaku. Make up yang kupakai selau aku buat senatural mungkin. Aku tidak suka terlihat menonjol dan mengundang pria pria liar mendekati ku. Bukannya aku sok jual mahal tapi aku sangat takut saja.
Aku pernah mencintai seseorang namun kurasa itu bertepuk sebelah tangan dan itu nggak bunyi lagi huu.
Sudah lama dia meninggalkanku. Mungkin sekarang dia telah melupakanku. Dia pasti sekarang juga telah memiliki kekasih. Huh.. menyedihkan .
Tapi aku berpikir apa aku terlalu bodoh dulu aku menyukainya saat aku berusia 13 tahun dan dia berumur 20 tahun. Sekarang dia sudah menikah mungkin.
Ahhh..kenapa aku malah jadi memikirkannya ya. Aku melihat jam. Astaghfirullah. Aku akan telat masuk tempat kerja ...aku harus cepat aku nggak mau jika nanti gakiu dipotong kasihan kakek.
Ada seorang pria berjalan sambil membawa handphone sepertinya dia sedang berbicara dengan seorang klien. Ara tak memperhatikan sekitar dia terus berlari kemudian dia menabrak pria tersebut.dan
Aaaaaaaa….
jangan lupa vote dan komen, love youu