Kisah tentang seorang remaja bernama meyla putri , dari keluarga yang terpecah belah (broken home).Meyla putri sekarang ini baru menginjak usia 17 tahun dan duduk dibangku SMA yang cukup favorit dikota tersebut.namun karena perceraian kedua orang tuanya membuat jiwa,batin dan perasaan Meyla tersebut menjadi membatin dan terpuruk untuk dirinya sendiri. namun, Meyla sangat berbeda jauh dengan anak broken home lainnya. disaat anak-anak broken home lainya melampiaskan emosinya dijalan yang salah seperti mabuk-mabukan,bolos sekolah, merokok, mencuri serta pergaulan bebas lainya berbeda dengan Meyla yang berusaha keras membenarkan hidupnya dan menghindari hal yang salah seperti anak-anak broken home lainya.disaat Meyla semakin hancur dan putus asa akan keadaan ayahnya yang selalu melakukan kekerasan terhadap ibunya hingga kedua orang tuanya sampai bercerai, Meyla hanya bisa menangis sendiri dikamar setelah selesai menangis meylapun tertidur. menurut Meyla tidur adalah cara cepat melupakan hal yang membuatnya sedih dan terpukul. ketika Meyla bangun tidur ia akan keluar kamarnya dengan seolah-olah ia dalam keadaan baik-baik saja agar ibunya tidak tau apa yang ia rasakan sebenarnya.begitulah sehari-hari meyla didepan orang tuanya ataupun didepan orang lain selalu berpura-pura tidak peduli dengan keadaan padahal didalam dirinya ia sangat tersiksa dan terluka.
" Aku gak boleh lemah!aku harus kuat.semangat meyla " Tekad meyla menguatkan dirinya sendiri.
Saat disekolah, meyla berjalan masuk menuju kelas yang ia tempati IPA II. setelah sampai dibangkunya, meyla duduk dengan ekspresi yang terlihat tenang walau sebenarnya banyak kesedihan yang tersimpan didalam dirinya.
" Hai Mey, kamu selalu datang cepat ya? " tanya teman sebangku mey yang baru sampai disekolah.
" Heheh, takut telat ci " mey membalas dengan sengiran seperti biasanya terhadap suci teman sebangkunya.
Mey bukanlah tipe gadis yang mempunyai banyak teman disekolah, karena mey tidak terlalu banyak berbicara disekolah sehingga banyak teman sekelasnya menganggapnya sombong, judes dan pemarah.padahal mey tidaklah gadis yang seperti itu, mey adalah gadis periang dan baik.tapi, karena perceraian orang tuannya membuat mey lebih suka merenung dan tidak suka terlalu banyak berbicara.
2 tahun berlalu, Meyla putri kini telah beranjak menjadi gadis dewasa.ia tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, Meypun telah menjadi mahasiswi disalah satu universitas yang cukup terkenal dikotanya tersebut. mey berkerja paruh waktu setelah pulang dari kuliahnya, mey berjuang keras mendapatkan uang untuk biaya kuliahnya dan biaya hidupnya.selain mahasiswi, Mey juga seorang mey dengan semangat menjadi mahasiswa, ia tidak mudah putus asa ketika gagal dalam suatu hal yang ia usahakan. sepulang kerja dimalam hari, mey dengan giatnya belajar dan berlatih menulis terus menerus ia lakukan sampai ia tertidur sendiri dikursi belajar. ia terus menyelesaikan kuliahnya sampai selesai wisuda. dan meypun sekarang telah menjadi penulis profesional. banyak buku novel percintaan, dan novel lainya yang telah dicetak menjadi buku novel terkenal karya Mey.