Aku memiliki seseorang yang mengajarkan apa itu cinta. Cinta yang buat bahagia tiap harinya. Cinta pada umumnya. Cinta antara lelaki dan wanita. Fabian Pratama namanya.
Banyak hal yang tidak mendukung kita untuk bersama. Tapi cinta itu masih ada di hati masing-masing.
Kami kehilangan kontak masing masing setelah hampir dekat selama 3 tahun.
Sampai akhirnya takdir pertemukan kami kembali satu tahun setelahnya tapi dengan keadaan yang 180 derajat berbeda.
Bian berubah, tidak seperti Bian yang dulu. Dia seperti habis amnesia padahal kuyakin tidak. Dia berhasil lupakan semua nya dengan cepat, tapi tidak dengan aku. Aku terjebak.
Sampai suatu ketika, suatu hal terjadi. Kejadian menyakitkan yang akhirnya justru aku syukuri saat ini sebab telah terjadi. Hal yang menjadi titik balik diri ini sehingga lebih kuat seperti sekarang.
Sahabat yang amat kusayang, amat kupercaya suatu ketika melakukan kesalahan, dipatahkan nya hatiku.
"Apakah kamu masih mencintai Bian?" tanya Elsa hati-hati.
Aku membalasnya dengan tersenyum.
"Kamu tau jawabannya, Elsa".
Raut wajah Elsa berubah, aku tau pasti ada hal yang tidak beres. Aku singkirkan pikiran negatif ku jauh-jauh.
"Maaf, Maaf Ca. Aku tau ini salah, aku tau ini seharusnya ga terjadi. Aku..pacaran dengan Bian" ucap Elsa sambil terisak.
Aku tarik napas ku. Aku hanya mengucapkan
"Oh, iya. tidak apa Sa, perasaan emangnya bisa kita tolak. Aku bahagia, karna kamu dan dia bahagia".
Aku tau, kalimat 'aku bahagia asalkan kamu bahagia' itu kata-kata bodoh.
Tapi aku membuktikan, jika sebab kata-kata itu aku menjadi kuat seperti sekarang.
Aku mengatakan kata-kata itu sebab memang kata-kata itulah yang harus aku katakan. Apakah kamu berharap aku akan memaki nya?
Aku tidak akan lakukan hal bodoh itu. Kamu tau kenapa?
Karena dia Elsa, dan yang sekarang menjadi pacarnya adalah Bian.
Dua orang yang sama-sama amat aku cintai.
Sepulangnya aku kerumah sehabis kejadian itu, aku menangis habis-habisan. Tapi tenang saja, takkan ku tunjukkan pada siapapun sakit ku hari ini.
5 tahun kemudian, aku berhasil menata hati ku kembali. Akhirnya kembali ada seseorang yang mengisi hari-hari ku lagi. Reza Putra Dinata namanya. Tapi sayang, kebahagiaan itu tak berlangsung lama.
Aku. Terpuruk. Kembali.
Aku dikhianati, lagi-lagi dengan orang kepercayaan ku.
Dinda Afifah, sahabatku.
Aku kehilangan kata-kata mendefinisikan hancur nya hati ini.
Hari-hari panjang setelah itu aku lalui. Berusaha sendiri untuk bergegas bangkit lalu menata kembali hati. Tidak mudah memang, tapi lihatlah aku sekarang. Jauh lebih baik dari waktu itu bukan?
Satu hal yang baru ku sadari sekaligus ku syukuri adalah bahwa tanpamu hidup ku tidak kenapa-kenapa justru menjadi sangat baik.
Hal yang dulu paling kutakuti adalah jauh darimu, tapi kini aku amat bersyukur telah jauh darimu. Terimakasih untuk Tuhanku sebab dia lebih mengerti apa yang aku butuhkan dari pada yang hanya sebatas aku inginkan tapi ternyata tidak baik bagiku.
Teruntuk kamu, orang-orang yang sedang patah hati.
Aku minta kamu untuk bangkit kembali, tidak untuk orang lain tapi untuk diri kamu sendiri. Berterima kasih lah pada dirimu sendiri karena telah melewati hari-hari yang patah ini. Cintai dirimu sendiri, dan kamu akan merasakan bagaimana dicintai orang yang tepat dengan cara yang benar. Love yourself:)