"Assalamualaikum anak-anak soleh dan solehah..
hari ini tugas yg ibu berikan adalah *menyimak* video yang ibu kirimkan dan anak-anak *menyanyikan* lagu "ruri abangku" bersama ayah atau bunda dirumah ya..😊
semangat belajar dirumah..
wassalamualaikum"
seperti itulah rutinitas ku setiap pagi tepat pukul 08.30 pagi
ini sudah berlajut berulang-ulang kami lakukan hampir empat bulan. Sekolah sudah pernah sebelumnya melakukan program pembelajaran tatap muka tapi sudah mulai sebulan ini kami mulai melakukan Pembelajaran dalam jaringan kembali.
"Lelah, jenuh, bosan" itu yang selalu menjadi keluhan yang disampaikan wali murid pada kami.
bahkan sebagian wali secara frontal mengatakan "nek ngene terus yo sing di gaji mending mamake karo bapake" (kalau seperti ini terus yang di gajih mending ibu dan ayahnya).
itu tidak kami permasalahkan, hanya saja keluhan-keluhan yang disampaikan kami anggap ungkapan hati yang ingin disampaikan. Tak satupun dari kamu menanggapi hal ini dengan serius.
kami tinggal di lokasi yang sulit jangkauan internet dan rata-rata tinggkat ekonomi masih terbilang menengah kebawah.
sehingga bagi kami (honorer) ini juga cukup sulit dijalani.
jika dikota kebanyakan tidak memiliki masalah dalam sistem pembelajaran daring. beda hal nya dengan kami.
sempat terdengan selentingan akan adanya bantuan kuota dan paket dari pemerintah. kami hanya berangggapan positifnya bahwa mungkin bantuan itu belum sampai. tidak mau berfikir lelah dengan banyaknya anggapan buruk kepada pemerintah.
setiap kami disini membiasakan diri untuk bersikap netral. tidak akan terpengaruh bila dikipasi dengan hal berbau politik.
bagi kami tercukupinya perekonomian didesa ini sudah merupakan hal besar yang harus kami syukuri.
hari ini merupakan hari g*ru sedunia. saya menulis bukan sebagai orang pertama yang mengalami hal ini. hanya saja ingin menuangkan kegelisahan saat ini yang sudah menjamur dihati kami sebagai adik,kakak,siswa, orangtua yang merasakan penat nya menunggu semua ini berakhir dengan indah.
semoga di tempat asal kalian pandemi ini cepat berakhir dan semoga beberapa orang yang berjuang di garda terdepan dapat merasakan hak-haknya yang telah dijanjikan, dan dapat kembali bertemu dengan anggota keluarga.
Amiin