Jika ada yang bertanya, apa kalian percaya hantu? Kalian pasti ada yang jawab percaya, dan ada juga yang tidak percaya. Banyak terbukti ada nya hantu. Terutama buat yang sudah atau ada balita di rumah nya masing-masing.
Perkenalkan nama saya Andin. Saya anak semata wayang dari pasangan Bapa Jamil dan Ibu Yona. Cerita ini terjadi 1 tahun yang lalu.
••••••••••
Malam itu Andin dan Pak Jamil pergi ke luar, buat mencari Ibu Yona yang sedang pergi ke warung depan. Ibu Yona janji nya cuma pergi sebentar, tapi di tunggu - tunggu tidak pulang juga.
Karena bosan menunggu Andin memaksa Pak Jamil buat pergi menyusul Ibu Yona. Awalnya Andin mau pergi sendiri tapi Pak Jamil tidak mengijinkan karena khawatir. Tidak baik buat gadis perempuan keluar malam - malam.
Waktu itu masih jam 8 an waktu mereka pergi menyusul Ibu Yona. Di dalam perjalanan, Andin merasa ada yang mengikuti mereka dari belakang. Belum lagi buluk kunduk Andin merinding. Awalnya Andin mengira itu karena udara malam. Tapi karena penasaran Andin berkali - berkali menengok ke belakang. Tetapi di belakang mereka tidak ada siapa - siapa. Sampai Pak Jamil pun heran dengan tingkah Andin.
Pak Jamil pun menghentikan langkah kaki nya. Sehingga Andin pun mau tidak mau menghentikan langkah kaki nya.
"Kenapa, Din?" Tanya Pak Jamil.
"Nggak ada apa - apa, Yah." Jawab Andin.
"Tapi dari tadi kamu berkali - kali menengok ke belakang terus?" Tanya Pak Jamil penasaran.
"Nggak apa - apa, Yah." Sekali lagi Andin mengatakan nya.
Akhirnya karena Andin sudah bilang tidak ada apa - apa, mereka pun meneruskan perjalanan.
Di dalam perjalanan tanpa sengaja Andin melihat seseorang berdiri di bawah pohon sebrang mereka jalan. Di lihat dari fostur tubuh nya, seperti nya orang itu seorang wanita.
Wanita itu terus melihat ke arah Andin dan Pak Jamil. Tapi karena terlalu jauh, Andin tidak bisa melihat wajah wanita itu dengan jelas.
Saat Andin dan Pak Jamil sampai di pinggir jalan besar. Terlihat kesibukan orang - orang yang panik. Seperti nya sudah terjadi kecelakaan di jalan raya.
Saat Andin fokus melihat orang - orang yang panik. Lagi - lagi Andin melihat wanita itu. Walau pun Andin tidak bisa melihat wajah wanita itu. Tapi Andin seperti bisa merasakan sorot penuh kesedihan di mata wanita itu.
Tiba - tiba ada seorang Bapak - bapak mendekati mereka. Raut wajah Bapak itu terlihat sedih dan merasa iba melihat mereka.
"Pak Jamil." Sapa Bapak itu dengan suara yang iba.
"Ya, ada apa Pak Rido?" Tanya Pak Jamil.
Ternyata Bapak - bapak yang mendekati Pak Jamil bernama Pak Rido.
"Pak Jamil dan Neng Andin harus sabar ya. Ini sudah menjadi takdir, dan kalian harus sabar menghadapi nya." Ucap Pak Rido.
Pak Jamil dan Andin masih diam karena mereka masih bingung dengan ucapan Pak Rido.
"Sebenarnya ada apa, Pak Rido?" Sekali lagi Pak Jamil bertanya.
"Tadi sehabis magrib terjadi kecelakaan di persimpangan jalan. Sebuah mobil menabrak seorang wanita." Pak Rido diam sebentar seperti ragu. "Dan wanita yang tertabrak itu istri nya Pak Jamil." Lanjut Pak Rido.
Pak Jamil dan Andin kaget mendengar penjelasan Pak Rido. Seketika Andin menangis histeris, begitu pun Pak Jamil menangis. Walau pun Pak Jamil menangis tidak dengan histeris.
Bagaimana pun Pak Jamil harus menenangkan anak nya, Andin. Dalam tangis histeris nya, tiba - tiba Andin melihat wanita yang sejak tadi memandangi mereka dengan sedih.
Entah karena apa, kali ini Andin bisa melihat wajah wanita itu. Ternyata wanita yang dari tadi memandangi mereka dengan sorot mata penuh kesedihan. Tidak lain Ibu Yona sendiri, MAMAH nya Andin. Dan istrinya Pak Jamil.
"MAMAHHHHHH...!!!!" Andin berteriak memanggil Ibu yona. Tidak lama kemudian pingsan.
••••••••••