Setiap manusia memang sudah memiliki sifat biologis dalam dirinya yaitu sifat ego, cinta, dendam semuanya. Begitupun aku, aku memiliki ego untuk memilikimu, aku memiliki cinta untuk meraih mu dan aku punya dendam untuk membuatmu merasa sakit.
Marry, namaku marry. Aku hanyalah seorang gadis yang mengharapkan cinta sejati. Berharap mendapatkan kisah kasih asmara yang indah dan manis. Tetapi, mengapa mereka mengatakan bahwa cintaku menyakitkan?! mengapa cintaku begitu gila?!. Bukankah wajar jika aku menginginkan cinta sejati seperti yang lain? apakah salah jika aku mencintai seseorang seperti mu?!
Plak!
suara tamparan keras terasa perih di pipi ku pegangi bekas tamparan itu, hangat. Bahagia sekali melihatnya kembali berbicara denganku. walaupun dia sedang merengkuh mesra pinggang gadis sialan perebut kekasihku tercinta, Richy.
"Dasar gadis gila! menjauh dari kehidupanku!" ujar Richy dengan wajah tampan dengan mimik jijik melihat ku.
"A-aku mencintai mu"
"gadis sialan! cuih aku tak Sudi bersamamu lagi!" ucap Richy berlalu meninggalkanku di sana bersama perempuan biadap itu. Dalam hati aku memaki, mengumpat kepada gadis yang kini hilang bersama cintaku.
"akan ku balas kau! Akan ku buat kau merasakan rasa sakit ku! akan ku buat kau sengsara! akan ku robek mulut dan hatimu!"
***********
malam berlalu, kelam hari ini hari yang tepat untuk menyingkirkan dia dan menyingkirkan namanya dari cintaku. aku berkeliling mencari celah untuk menghabisinya lalu. yah, aku menemukannya. dia tertidur pulas dalam pelukan cintaku Richy. sekali lagi aku mengumpat.
aku berlari memasuki rumah itu dengan palu dan pisau untuk menyingkirkan dia. nafasku memburu, hatiku menggebu sudah tak sabar melihatnya memohon ampun padaku. ku buka pelan pintu kamar itu. emosiku memuncak tak tahan lagi ku lihat dia. ku Jambak rambut panjang kecoklatan miliknya. lalu palu wajah cantik miliknya. ia berteriak kesakitan senangnya. Sial! teriakannya membangunkan cintaku terpaksa harus membuatnya tertidur secara paksa ku lepas Jambakan rambut si biadap itu lalu memalu kepala cintaku hingga ia tertidur. manisnya, aku menjilat lembut darah yang mengalir di pelipis cintaku.
aku berpindah lagi kearah wanita itu yang kini mencoba bangkit mencari pertolongan. aku berlari menendangnya lalu mencongkel kedua bola matanya dengan ujung palu milikku. lalu aku menarik pisau dan merobek serta menguliti setiap inci kulit yang pernah di sentuh olehnya. waktunya tiba, aku menancap kuat pisau ku didadanya ku sobek ku buat itu terbuka lalu mengobrak Abrik semua organ tubuhnya dan akhirnya aku menemukan hatinya. kupisahkan dari organ yang lain lalu ku tusuk, ku injak dan ku ludahi.
"enak bukan bermain-main dengan ku?! hah!" ujarku puas lalu ku masukan hati yang ku injak itu kedalam mulutnya yang menganga sambil bercucuran darah itu.
kini sisa kekasihku, aku menarik pisau yang tertancap di dada si p**acur itu. aku pisahkan kepala kekasihku lalu membuka dadanya kembali mengobrak Abrik semua organ tubuhnya. hatinya ku liat tak ada nama ku disana. pembohong! pembohong! pembohong! semua harus mati... mati!
ku ambil kepala kekasihku ahh salah lelaki penipu itu. aku mencumbui kepala penipu itu hah puas. bosan! menjijikan ku congkel kedua matanya sebagai kenangan untuk asmara ku.
"aku pulang dlu terimakasih atas kenangannya aku puas"