"Pulang dulu ya" pamit Ayu kepada teman - temannya
" ehh ndak di anter yu kedepan?" tanya wardi kepada Ayu
"Anter siapa sih, hayukk temani aku sampai kedepan gerbang" ajak Ayu sambil menarik tangan Wardi
"Santai yu Ya Allah, cuma sampai depan ya fak bisa sampai halte" ujar Wardi
dengan muka kecewa ayu menjawab " Ya sudah lah gak papa kok"
sesampai di depan gerbang wardi berkata "hati - hati ya yu, maaf gak bisa anter sampe depan"
sambil tersenyum ayu menjawab " gak papa kok war, santai aja. Duluan ya" ujar Ayu
......
Sambil memainkan ponsel pintarnya ayu berchat ria ditengah disepenjang jalan, tak patut di tiru memang. Hanya saja ya sifatnya Ayu itu terkadang tak mudah di tebak "Huh panas kali lah ini" dumel Ayu sambil menyeka keringat
"Naya tau gak ya...." lihatlah Ayu masih sempatnya ber-Vn ria sama sang sahabat nan jauh di mata
tin..tin.. "Hey jalan kaki beneran eh" sapa Tama cengengesan
Dengan hati yang dongkol Ayu hanya melirik Tama dan lanjut perjalanan
"Hayolah sini aku anter ke depan" ujar Tama sambil terus mengikuti Ayu berjalan
Meninggalkan rasa gengsi yang setinggi langit Ayu mengiyakan "Ya udah sampai depan eh, dalam hati sampe ke halte sebrang juga gak papa kok kwkwk" sorak ayu dalam hati
"Iya Hayu naik" kata Tama
"Ngapain jalan kan bisa tunggu aku tadi" tanya Tama ke Ayu
" kamu kelihatan sibuk tadi, aku pamit pun kamu gak nyahut" ujar Ayu mengebu - ngebu
"Kan tadi bahas video loh" balas Tama
"sudah jangan di bahas" kata Ayu
ketika sampai depan ternyata Tama tak berhenti juga malah lanjut perjalanan dan Ayu pun berteriak "Tama hey ngapain lewat dah sampai wey" Padahal dalem hati bersorak di anter sampai sebrang kwkwk
"sekalian isi bensin" ucap Tama
"oh oke - oke" Ayu mengangukan kepalanya mengerti
......
"Dah sampai" ujar Tama
"hup" Ayu melompat turun dari motor dan di hadiahi pelototan dari Tama.
" Ya Allah ngapain lompat gitu kalo jatuh gimana, luka sakit baru tau rasa" sesi mengomel Tama bak ibu menasehati anaknya dan di balas
" Hehehe" kekehan oleh Ayu, " dah makasih ya" ucap Ayu sambil tersenyum
" iya sama - sama" balas Tama
ketika Ayu berjalan meninggalkan Tama
"Ayu sini" panggil Tama
sambil berjalan ke posisi awal ayu bertanya "Apa?"
" Nih ada coklat buat kamu" Tama mengeluarkan coklat dari tasnya dan memberikannya ke Ayu
" Dalam rangka apa ini? " tanya Ayu
sambil menggaruk kening yang tak gatal itu Tama berujar " euhm itu...hadeuuu ayolah Tama ungkapkan hayo kapan lagi waktunya" ujar Tama di dalam hati
"ihh apaan sih, hayo lah mau pulang ini" jawab Ayu tak sabaran
" oh itu kan kita nantinya kuliah Daring, gak ketemu lagi tuh nah itu untuk mu" ucap Tama
oh tuhan kenapa kata - kata itu yang keluar, asem Tama nasib mu. ucap Tama dalam hati
"Eh macam mau meninggal je, kan bisa ketemy smester depan" jawab ayu
"gak papa itu buat kamu" balas Tama
"oke deh, makasih ya" ucap Ayu
"Sama - sama" jawab Tama
"Duluan ya Yu, Assalamualaikum"
"Waalaikumussalam" jawab Ayu