Pemakan Manusia
"Jangan dekat rawa itu!"
semenjak banyak yang meninggal karena memasang jebakan ikan di malam hari, rawa kecil itu di jauhi oleh banyak orang karena sudah banyak yang meninggal dunia.
Apa yang sudah terjadi?
Siapa penghuni rawa kecil itu?
Gantian Kamu Yang Mengejarku
Savana Mahesa (20tahun) mencintai Adrian Santoso (27tahun).
mereka dijodohkan oleh kedua orang tuanya,
tak ada yang bisa menolak kesepakatan itu selain dari pada kedua belah pihak.
Adrian membenci Savana yang selalu mengejarnya, karna prinsipnya adalah sejatinya wanita adalah dikejar bukan mengejar.
Savana menghalalkan segala cara agar bersama dengannya, membujuk kedua orang tua Adrian agar dijodohkan.
orang tua Adrian yang begitu menyayangi Savana akhirnya setuju dengan sarannya.
tapi setelah hari kematiannya, jiwanya tersangkut dan tidak sampai pada alam baka,
memohon pada Tuhan agar diberi kesempatan ke dua untuk menjalani kehidupan yang baik, dan berjanji tidak akan mengusik Adrian lagi, dan pergi sejauh mungkin dari kehidupan Adrian, itu adal tekadnya.
tapi bagaimana jadinya jika Adrian malah tidak ingin melepaskannya!!
Sistem Check-in Petani Sultan
Gagal total merantau di kota, Arga terpaksa pulang kampung dengan dompet kosong dan niat setengah hati untuk bertani di lahan tua peninggalan kakeknya. Namun, nasib sialnya mendadak berbalik 180 derajat ketika sebuah layar biru hologram muncul di pagi buta, mengaktifkan "Sistem Check-in Harian" yang terus memberinya hadiah gila-gilaan setiap hari, mulai dari saldo puluhan juta rupiah, benih super ajaib, hingga barang-barang mustahil lainnya. Kini, dengan cangkul di tangan dan sistem overpower di sisinya, Arga bersiap menampar mulut julid para tetangga, menendang tengkulak serakah, dan membangun kerajaan bisnis pertaniannya sendiri untuk menjadi petani paling sultan yang pernah ada.
Takdirku bersama suami mafiaku
Adrian menatap Zara lekat sejenak—tubuhnya yang terkulai lemas di pelukannya, wajahnya yang pucat tanpa darah, napasnya yang nyaris tak terasa—lalu segera menahan langkah Yamal yang hendak bergegas: “
3
8
Anak Manusiaku
“Guk! Guk!” Aku berlari mengejar mobil merah Ayah yang terus menjauh. Dari kaca belakang yang terbuka sedikit, aku masih bisa mencium bau Ibu dan Ayah, juga aroma sabun stroberi Leo. “Jalu!” Leo mem
0
1
SEPERTI DULU, TAPI BERBEDA
Sore itu gerimis turun tipis, menyisakan aroma tanah basah yang menyelinap melalui celah jendela kamar Ardi. Ia duduk di tepi kasur sambil memandangi sebuah foto polaroid usang yang warnanya mulai pud
0
0
Kiat-kiat Mengikuti Event Menulis
// Cerpen ini adalah hasil sharing session di Ruang Author Sabtu 02-12-2023 pukul 19.30 bersama Author Syahz // Teman-teman tahu, ya, di sini setiap rentang waktu tertentu pasti ada event menulis, en
4
114