“Tatiana!” hardik Yarash, suaranya terdengar menekan, menghindari membentak. Ia menurunkan Ardan ke lantai.
“Minta maaf sekarang juga!” sorot matanya mengeras, tak mengenal kata sanggahan.
Gadis remaja berkulit putih, rambut dikuncir tinggi, mencebik. Hatinya meradang, tetapi kaki tetap melangkah mendekat ke arah wanita berdiri tenang. Memandang biasa saja ke arahnya.
“Aku minta maaf,” ketusnya tidak ikhlas. Dia langsung memalingkan wajah.
Saniya menggeleng sangat samar, menghentikan Yarash yang berkeinginan kembali menegur putrinya.
Lirikan Saniya menelisik penampilan gadis cantik memakai seragam sekolah — rok kotak lebar selutut, kemeja putih polos dengan dasi berpita, Tatiana memiliki kemiripan dengan Yarash, terutama rambut tebal, bibir bagian bawah tipis.
“Hai … Tatiana,” sapanya dengan nada tidak dibuat-buat dekat, terkesan formal.
“Jangan sok akrab deh!” sahutnya secepat mungkin.
“Iya ih, ibu tili sok aklab.” Ardan mendekati sang kakak, jemari gempalnya hendak meraih tangan, tetapi langsung ditepis.
“Jangan deket-deket kamu! Nanti kesenggol dikit langsung nangis. Aku juga yang disalahin Papi. Dasar cengeng.” Tatiana melenggang pergi, berjalan dengan langkah menekan lantai. Dia menaiki tangga menuju ke lantai dua.
Bibir Ardan sudah maju, air mata siap tumpah. “Aku tu ndak cengeng, cuma suka nangis aja. Ya kan, Pi?”
Bila Tatiana pemantik amarah, maka Ardan kebalikannya.
“Anak Papi hebat banget.” Yarash menggendong balitanya yang tidak suka memakai baju. Lewat tatapan mata, meminta maaf ke Saniya atas sikap Tatiana.
Saniya mengangguk seraya tersenyum, seakan hal biasa mendapatkan perlakuan kurang mengenakan seperti baru saja terjadi.
“Papi mau susu, manisnya dibanyakin!” Pelukan pada leher ayahnya dieratkan.
Suasana canggung berangsur-angsur mencair, para asisten rumah tangga kembali mengerjakan tugas mereka.
Suci, pengasuhnya Ardan, mencoba membujuk si kecil banyak maunya.
“Dek, sama Mbak —”
“Aku tu bukan Dek, tapi Abang-abang.” Punggung tangannya mengelap cai…
Saniya, Ibu Tiri Luar Biasa
Susu buatan ibu tiri : 06
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 107 Episodes
Comments
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
bohonggg papi bohonggg! cekalang bilang nya cuka minum ail putih, nanti kalau dah tahu lasa cucu mommy balu, papi jadi enggak cuka minum ail putihh 🤣 mau nya minum cucu langsung dali sumbelnyaa 🤭🤣
2026-08-12
11
jumirah slavina
wwooii Besti., pake kata tolong dong Nak.,
gak boleh seperti itu ya...
2026-08-12
2
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
cucu yang mana pii? cucu dalam botol apa cucu dalam Kntong ajaib 🤭🤣
2026-08-12
4