Siang itu udara terasa cukup panas. Rima baru saja pulang dari perpustakaan kampus, berjalan perlahan sambil mengatur napas.
Tas di punggungnya terasa berat karena penuh buku referensi, dan keringat sedikit membasahi pelipisnya.
Begitu sampai di kamar kost, ia meletakkan tasnya, lalu duduk di tepi tempat tidur sambil membuka secarik kertas catatan.
Di sana tertulis daftar kebutuhan untuk penelitian lapangan ke desa pesisir, ongkos perjalanan, tempat tinggal sementara, perlengkapan catatan, dan biaya konsumsi.
Saat ia menjumlahkan semuanya, angka itu ternyata jauh lebih besar daripada yang ia duga.
Sisa uang tabungannya belum sampai separuh dari yang dibutuhkan.
Rima menatap layar ponselnya sebentar, lalu memutuskan menelepon pulang. Tak lama kemudian, suara Bu Marni terdengar ramah di seberang telepon.
"Halo, Nak. Baru pulang ya? Sehat kamu di sana?"
"Sehat, Bu. Rima cuma kangen saja. Ayah ada di situ?"
"Ada, tunggu sebentar ya." Tak lama, suara pak Sardi terdengar menyahut. "Ada apa Rima? Ada yang mau diceritakan?"
Rima menarik napas pelan, lalu menceritakan semuanya dengan jujur.
Tentang rencana penelitian, kebutuhan biaya yang lumayan besar, dan kenyataan bahwa tabungannya belum mencukupi.
Setelah selesai bercerita, Bu Marni segera berkata lembut: "Kalau kurang bilang saja, Nak. Nanti Ayah tambah waktu melaut, uangnya kita kirimkan untukmu."
Rima tersenyum haru, lalu menjawab dengan lembut namun tegas: "Terima kasih banyak ya, Ayah, Ibu.''
''Rima sangat berterima kasih karena selalu mau membantu. Tapi kali ini Rima ingin berusaha mencarinya sendiri dulu.''
''Rima ingin membuktikan bahwa Rima bisa berjuang dengan kemampuan sendiri.''
''Nanti kalau benar-benar sudah tidak sanggup, baru Rima akan bilang. Sekarang doakan saja ya."
Pak Sardi tertawa pelan, suaranya terdengar bangga. "Baguslah begitu, Nak. Itu baru anak Ayah yang berani. Jalani saja dengan sungguh-sungguh, rezeki pasti ada jalannya."
Setelah menutup telepon, Rima berdiri hendak menaruh ponsel di meja.
…
Maaf.. Kukira Ini Taksi
Bab 41: Kesulitan Dana
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 75 Episodes
Comments
RahmaYesi
Rima, kamu hebat. kamu sudah menjadi lebih baik. Tapi, aku kangen Rima yang ceroboh, bikin senyum-senyum dan ketawa ngakak. 😭🤣
2026-08-04
0
RahmaYesi
Jadi ikut nostalgia masa-masa masih menjadi mahasiswa di semester akhir 😅
2026-08-04
0
My_Lucia
aku terharu 🥹
kamu beruntung Rima punya orangtua yang baik.
2026-09-23
0