Seina diam terpaku setelah membaca baris terakhir itu. Surat itu masih tergenggam di tangannya, namun pikirannya seakan kosong. Selama belasan tahun, ia hidup dengan keyakinan sederhana — korban perang, diangkat keluarga baik hati, inilah hidupnya. Namun dalam hitungan hari, segalanya berubah.
Namanya mungkin bukan Seina. Ia berasal dari keluarga Luo. Keluarganya mungkin tidak binasa karena perang. Dan kini, seseorang yang memegang seluruh jawaban mengaku masih hidup.
"Ibu..." suaranya pelan. "Apakah Ibu tahu siapa yang menulis ini?"
Mira menggeleng, lalu mengambil surat itu. Jemarinya menyentuh tulisan yang memudar. Wajahnya perlahan berubah.
"Aku pernah melihat tulisan ini. Dua belas tahun lalu. Perempuan yang menyerahkannmu menulis satu kata di kain pembungkusmu — Xiyue."
Nama itu kembali terdengar. Kali ini tak lagi seperti nama orang asing. Ada sesuatu di dalam dirinya yang seakan mengenali nama itu.
"Kalau dia masih hidup... di mana dia sekarang?"
Tak ada yang menjawab. Jede mengambil surat itu.
"Aku akan mencarinya."
"Jangan sendiri," cegah Seina.
"Aku tidak akan." Jede memberi perintah kepada prajuritnya. "Telusuri semua catatan pengungsian dua belas tahun lalu. Cari perempuan yang membawa seorang anak perempuan dari Benteng Utara."
Setelah prajurit pergi, Raka bertanya, "Haruskah kita meninggalkan desa?"
"Belum," jawab Jede. "Jika dia benar-benar ingin bertemu, dia akan memberi petunjuk berikutnya."
Namun Seina merasa tak bisa hanya menunggu.
Malam itu, saat semua telah terlelap, ia duduk di dekat jendela memutar cincin kecil di telapak tangannya. Langkah kaki terdengar pelan. Jede muncul di ambang pintu.
"Kau belum tidur?"
"Belum."
Ia duduk tidak jauh darinya. Keheningan yang hangat menyelimuti mereka.
"Kalau aku memang Luo Xiyue..." Seina memecah keheningan. "Apakah semuanya akan berubah?"
"Mungkin."
"Aku takut."
Jede tak berjanji semuanya akan baik-baik saja. Ia berkata jujur. "Takut itu wajar. Tapi kau tak perlu menghadapinya sendirian."
Kata-kata seder…
Si Kembar Yang Mengulang Waktu
Bab 84
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 86 Episodes
Comments