Para menteri tua di barisan depan mulai berbisik-bisik, mengagumi kecantikan polos sang gadis upeti. Mereka mengira Permaisuri Lin yang sedang hamil akan merasa terancam oleh kehadiran darah muda ini.
Namun, reaksi Meilin berada di luar ekspektasi semua orang.
Meilin berdiri dari kursi phoenix-nya, gerakan jubah merah darahnya begitu anggun dan berwibawa hingga seketika membungkam seluruh keriuhan aula perjamuan. Ia berjalan perlahan menuruni podium takhta, mengabaikan tatapan mata Long Feng yang mendadak menegang penuh protektif.
Meilin berhenti tepat tiga langkah di depan Chu Yun'er. Menggunakan pengetahuan psikologi forensik modern, ia menganalisis setiap jengkal pergerakan mikro-ekspresi wajah dan detak nadi di leher Yun'er.
"Kecantikan yang sangat murni, Nona Chu," ujar Meilin, suaranya jernih, tenang, namun memiliki tekanan tak kasat mata yang membuat Yun'er refleks menahan napasnya. Meilin mengulurkan tangan kanannya yang ramping, dengan lembut menyentuh ujung dagu Yun'er, memaksanya mendongak menatap lurus ke dalam sepasang mata elangnya yang sedingin es kutub. "Aroma tubuhmu sangat harum... perpaduan antara wewangian bunga melati utara dan aroma tipis Ekstrak Sianida Tradisional yang tersembunyi di balik kuku jari manis tangan kirimu. Katakan padaku, Nona Chu... apakah ramuan racun didikan Davin itu terasa nyaman di kulitmu?"
Deg.
Mendengar nama 'Davin' dan jenis racun rahasianya disebut secara akurat oleh Permaisuri dalam hitungan detik, topeng kepolosan di wajah Chu Yun'er seketika retak total. Seluruh tubuhnya gemetar hebat, matanya membelalak ngeri menatap Meilin seolah melihat iblis yang bisa membaca isi kepalanya.
Sebelum Yun'er sempat menarik tangannya atau menggerakkan kekuatan dalam (Qi) miliknya untuk melakukan serangan bunuh diri, sebuah raungan naga keemasan yang teramat dahsyat mendadak meledak dari arah takhta tertinggi.
Bum!
Kaisar Long Feng telah melompat turun dari podiumnya secepat kilat. Aura membunuh setingkat dewa perang di tubuh tinggi…
Jiwa Modern Sang Agen Rahasia : Pembalasan Permaisuri Lin
BAB 37: Hadiah Upeti dari Utara
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 76 Episodes
Comments