Bab 8

Kanaya tersenyum hangat saat memasuki ruang rawat Aruna. Di tangannya terdapat sebuah tas berisi beberapa kotak makanan yang ia bawa khusus untuk gadis itu. Begitu melihat kondisi Aruna yang terbaring di ranjang rumah sakit dengan kaki diperban cukup tebal, wajah Kanaya langsung berubah prihatin.

"Ya Allah, Aruna. Sakit sekali, ya?" tanyanya lembut.

Aruna tersenyum malu. "Sedikit, Mbak."

"Sedikit bagaimana? Wajahmu saja masih pucat begitu."

Bu Winda yang duduk di samping ranjang ikut menghela napas panjang. "Namanya juga anak ceroboh."

"Bukan salah Aruna," sahut gadis itu cepat.

Kanaya mengernyit. "Memangnya bagaimana kejadiannya?"

Aruna langsung menceritakan semuanya. Rupanya ia terpeleset di toilet hotel karena lantainya masih basah. Salah seorang cleaning service lupa membereskan ember berisi air dan alat pel yang digunakan. Saat kehilangan keseimbangan, tubuh Aruna terjatuh dan betisnya menghantam bagian besi ember yang cukup tajam.

"Darahnya banyak sekali waktu itu," ujar Bu Winda dengan wajah masih pucat jika mengingat kejadian semalam.

Kanaya ikut membayangkannya. "Kasihan sekali."

Aruna tertawa kecil. "Tapi sekarang sudah lebih baik."

Kanaya mengangguk pelan. Meski bukan keluarga, entah mengapa ia merasa nyaman dengan Bu Winda dan Aruna. Mungkin karena keduanya memperlakukannya dengan tulus sejak awal pertemuan.

"Aku bawakan salad buah dan puding buah," katanya sambil meletakkan kotak makanan di atas meja.

Mata Aruna langsung berbinar. "Wah! Terima kasih, Mbak."

"Harus cepat sembuh."

"Aku pasti cepat sembuh kalau makan buatan Mbak Kanaya."

Mereka semua tertawa. Suasana ruangan yang sebelumnya terasa muram perlahan menjadi hangat.

Namun Kanaya tidak bisa berlama-lama di sana.

Ponselnya sejak tadi terus berbunyi. Pesan demi pesan masuk dari para klien. Ada yang ingin mengubah menu. Ada yang meminta tambahan pesanan.

Bisnis yang semakin berkembang membuat waktu Kanaya semakin padat. Setelah hampir setengah jam mengobrol, ia akhirnya berdiri.

"Maaf, Bu. Aku haru…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

𝑸𝒖𝒊𝒏𝒂

𝑸𝒖𝒊𝒏𝒂

baca ini sambil membayangkan adegan yg biasa² di sinetron ikan terbang😄

2026-06-03

4

Kar Genjreng

Kar Genjreng

menurut Arkana wajib bertemu apa lagi dengan kedua buah hati nya,,,, manusia kan tidak pernah luput dari salah dan dosa tetapi Arkana memang benar benar cinta Kanaya,,, terbukti lima tahun masih h bertahan mencari nya,,,boleh di kasih apresiasi 👍👍kejar hingga ke ujung kampung situ bukan ujung berung ya arkan,,, selamat mengejar semoga bertemu anakmu manis dan CERDAS

2026-06-03

1

V3

V3

si Arka knp lemot bgt lah otak nya ,,, kn tinggal mnta nomor telponnya Kanaya sama Mama nya ,,, ngapain lah pke repot-repot lari-lari an bgtu dh Kya ngudag-ngudag maling 🤦🤦
dirimu capek berlari ,,, aku jg capek baca nya ,, JD ikutan ngos-ngosan 🤦🤦🤦🤭🤭🤭🤭🤭

2026-06-15

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!