Sebulan kemudian.
Hubungan Emran dan Annisa semakin dekat dan akrab. Pria dingin yang lebih pandai bekerja dibanding mengungkapkan perasaan. Ia bukan tipe laki-laki romantis yang pandai merangkai kata manis. Tidak pandai menggoda. Bahkan, terkadang terlalu serius sampai membuat Annisa gemas sendiri.
Namun, justru karena itu setiap perhatian kecil dari Emran terasa jauh lebih tulus.
Di ruang kerja private milik Annisa di Erlangga Group, wanita itu sedang sibuk memeriksa beberapa laporan perusahaan sambil menopang dagunya lelah.
Sudah hampir satu jam ia belum keluar dari ruangan. Dan beberapa menit kemudian pintu ruangan terbuka perlahan.
Annisa langsung mendongak. Lalu, kedua matanya sedikit membulat saat melihat Emran masuk sambil membawa paper bag kecil di tangannya.
Pria itu masih mengenakan setelan hitam formal dengan aura dingin khasnya.
Namun, di tangannya ada minuman favorit Annisa dan beberapa dessert kecil dari cafe yang akhir-akhir ini disukai wanita itu.
Annisa langsung tersenyum kecil.
“Kamu beli lagi?”
Emran berjalan mendekat dengan wajah tenang lalu meletakkan paper bag tersebut di meja kerja Annisa.
“Kamu belum makan siang.” Nada suaranya datar seperti biasa.
Perhatian kecil itu justru membuat hati Annisa terasa hangat. Wanita itu tersenyum sambil membuka paper bag tersebut. Isi di dalamnya semuanya adalah makanan favoritnya. Bahkan, rasa minumannya juga tepat seperti yang biasa ia pesan.
Padahal Annisa sendiri tidak pernah benar-benar memberitahu detailnya.
“Kamu hafal?” tanyanya sedikit heran.
Emran terdiam beberapa detik sebelum menjawab singkat, “Han yang catat.”
Annisa langsung tertawa kecil.
“Kenapa harus Han?”
“Karena aku takut salah beli.” Jawaban jujur itu sukses membuat senyum Annisa semakin lebar.
Kadang Emran memang seperti itu. Tidak pandai menunjukkan perhatian dengan cara romantis. Tetapi pria itu selalu diam-diam memperhatikan semua hal tentang dirinya.
Sementara Emran berdiri di samping meja memperhatikan Annisa makan dengan tenang. S…
Aku Tidak Mandul, Mas!
Bab 51
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 119 Episodes
Comments
Ma Em
Emely seorang dokter yg dipecat akhirnya cuma jadi pelayan butik , makanya kalau sdh dapat karir bagus hdp senang jgn Maruk akhirnya jadi susah kan .
2026-05-28
1
Yunita Sophi
Emely lulusan kedokteran pernah kerja dirumah sakit...cuma gara gara seorang cowok jd jahat
2026-05-30
0
Teh Euis Tea
emely dari dokter jd pelayan butik, makanya jgn sok km dan jgn bikin ulah lg
2026-05-28
0