Setelah 8 Tahun ( Ditinggal Nikah)

Setelah 8 Tahun ( Ditinggal Nikah)

BAB 1

Di depan cermin toilet, Nisa menepuk-nepuk puff bedak ke pipinya. Gadis manis berlesung pipi itu senyum-senyum sendiri membayangkan akan mendapatkan kejutan istimewa di hari anniversary ke-8 nya dengan sang kekasih, Sandi. Jika tahun kemarin ia mendapat janji, semoga tahun ini janji itu ditepati, Sandi akan melamarnya.

Hari itu, tepatnya 1 tahun silam, Sandi memberinya hadiah sebuah gelang titanium. "Pengennya ngasih cincin, sekaligus ngiket kamu, tapi...tabunganku masih belum cukup untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius. Do'ain ya, semoga rezekiku makin lancar. InsyaAllah, tahun depan aku lamar kamu."

Meksi hanya janji, tapi sudah bisa membuat hati Nisa melambung tinggi. Mereka pacaran sejak SMA. Saat mereka jadian, Nisa kelas 2, sementara Sandi kelas 3. Hingga hari ini, tepatnya 8 tahun, hubungan itu tetap terjalin, meski beberapa kali ada masalah, tapi tak sampai putus.

"Cie, cie...yang mau dilamar." Dinda menyenggol bahu Nisa.

"Sialan kamu, Din!" Nisa melotot, menunjukkan lip creamnya yang belepotan, keluar dari garis bibir gara-gara disenggol Dinda.

"Gak boleh marah, nanti aura calon pengantinnya hilang." Goda Dinda sambil menahan tawa.

Di toilet hanya ada mereka berdua karena hampir seluruh staff sudah pulang lebih dulu. Sebagai offlice girl, jam pulang mereka memang bisa dibilang paling akhir, beda setengah jam dari staf. Belum lagi, hari ini mereka lembur, jadi pulang jam 7 malam.

"Belum dilamar, Din." Nisa mengusap lip cream yang belepotan mengunakan tisu.

"Kan udah OTW. Buruan, jangan lama-lama touch up, Pak Sandi pasti udah nunggu di kafe tempat kalian janjian. Tadi aku lihat, dia udah pulang jam 6."

Nisa mengambil sisir di tas, melepas kunciran rambutnya lalu merapikannya. Pengennya sih digrai, tapi ada bekas ikat rambut, jadinya ia kuncir balik.

"Udah cantik." Dinda sampai geleng-geleng melihat Nisa yang lagi dan lagi memastikan penampilannya.

"Beneran, Din?" Mungkin karena mau bertemu pujaan hati, Nisa jadi butuh validasi.

"Beneran. Yakin deh, Pak Sandi bakalan langsung bilang, Nisa, maukah kamu menikah denganku?"

Nisa menutup mulut, tertawa cekikikan melihat Dinda cosplay jadi Sandi.

"Pak Sandi beruntung banget dapat cewek cantik plus pekerja keras kayak kamu." Dinda menyentuh bahu Nisa. Mereka sudah kenal lama, sejak bekerja di perusahaan ini, kurang lebih 6 tahun yang lalu.

"Shutt!" Nisa meletakkan telunjuk di depan bibir. "Jangan kenceng-kenceng, nanti ada yang denger."

"Semua udah pulang."

Di kantor ini, tak ada yang tahu jika Nisa adalah kekasih Sandi. Sandi meminta Nisa merahasiakan itu dengan alasan privasi.

Nisa meninggalkan gedung tempat ia bekerja, mengambil motornya di tempat parkir lalu melesat menuju sebuah kafe yang memorable bagi mereka. Sejak kafe itu berdiri, disanalah tempat favorit mereka untuk ngobrol dari hati ke hati atau sekedar makan. Dan ini tahun ketiga mereka merayakan anniversary disana.

Memasuki halaman kafe, senyum Nisa langsung mengembang. Ia melihat mobil putih milik Sandi, mobil yang tahun lalu dibeli kekasihnya itu secara kredit, yang sebagian DP nya, menggunakan uangnya. Tapi ia tak mempermasalahkan soal itu, toh nanti saat mereka sudah menikah, mobil itu akan dipakai bersama.

Sebelum masuk, Nisa kembali mematut wajah di cermin spion, merapikan rambut yang sedikit berantakan akibat helm dan angin jalanan yang lumayan kencang malam ini. Setelah dirasa cukup, ia melangkah menuju pintu masuk. Situasi di dalam tak terlalu ramai, cocoklah, tak terlalu bising untuk yang sedang merayakan anniversary.

"Nis." Sandi mengangkat tangan sambil sedikit berdiri melihat Nisa celingukan.

Gadis berlesung pipi yang namanya baru dipanggil itu, langsung menghampiri sang kekasih dengan senyuman manisnya. Meski sudah 8 tahun, rasanya tak ada yang berkurang, ia masih sering tersipu malu di depan Sandi, jantungnya juga masih kerap berdebar saat ditatap oleh cinta pertamanya itu.

"Nunggu lama ya, maaf." Nisa memasang ekspresi bersalah, menarik kursi tepat di hadapan Sandi lalu duduk. Ia meletakkan tas selempangnya di kursi sebelah yang kosong, tas yang berisi hadiah anniversary yang telah ia siapkan jauh-jauh hari. Baginya, anniversary itu adalah sesuatu yang wajib dirayakan, dan hadiahnya wajib spesial, meski harus merogoh kocek dalam-dalam.

"Lumayan." Sahut Sandi dengan wajah sedikit canggung, beda dengan biasanya.

"Kenapa, Kak?" Sebagai orang yang telah lama menjalin hubungan, Nisa bisa membaca bahasa tubuh Sandi. Ada yang beda dengan kekasihnya itu.

"Enggak kok." Sandi menggeser satu gelas ice matcha latte ke hadapan Nisa, minuman yang sudah ia pesan saat baru datang tadi.

"Makasih." Nisa langsung mengaduk lalu menyedot minuman favoritnya tersebut. "BTW, happy anniversary," ujarnya sambil tersenyum lebar.

"Ha, happy anniversary."

Senyum Nisa perlahan memudar, keningnya mengernyit, merasa seperti ada yang beda dengan Sandy. Kekasihnya itu terlihat seperti ada beban berat. "Ada apa sih, Kak? Kamu kok kayak gak nyaman gitu. Kayak ada masalah. Ini anniversary kita ke 8 loh, kamu gak happy?"

Sandi hanya tersenyum sambil mengusap tengkuk, terlihat seperti sedang mengurangi kegelisahan.

"Udah pesen makanan belum? Aku pesenin ya." Nisa mengambil buku menu yang ada di tengah-tengah meja.

"Aku gak usah."

"Hah!" Nisa mengangkat wajah, menatap Sandi dengan mulut setengah terbuka.

"Aku gak lama."

"Ma, maksudnya?" Kegelisahan mulai menyelimuti hati Nisa. Ia mencoba untuk berfikiran positif, mungkin Sandi mau mengajaknya ke tempat lain yang lebih romantis. Iya, mungkin seperti itu.

"Nis, aku mau kita putus."

Deg

Nisa terperangah, terdiam beberapa saat untuk mencerna ucapan Sandi barusan.

"Kita...sampai disini saja."

Tubuh Nisa mulai gemetar, wajahnya pias, kedua tanganya memegang pinggiran kursi, seperti sedang mencari kekuatan disana. Sandi terlihat sangat serius dengan ucapannya. "Alasannya?" tanyanya dengan suara tercekat.

"Orang tuaku tidak merestui hubungan kita."

Nisa tertawa pelan, sekaligus pengen nangis. Kenapa alasan itu terdengar seperti sangat dibuat-buat. Bukan satu atau dua tahun, 8 tahun mereka pacaran. Bukan satu dua kali juga ia diajak ke rumah Sandi, beberapa kali ia kesana, meski setahun terakhir ini, hampir tidak pernah sama sekali. Orang tuanya terlihat biasa saja, tidak membencinya, tapi juga tidak bisa dikatanan menyukainya sangat.

"Orang tua ku menginginkan jodoh yang setara untukku. Kamu fahamkan maksudku?" Sandi gelisah, tak berani menatap wajah Nisa. Ia tahu, keputusannya ini pasti menghancurkan hati gadis itu.

Nisa menggigit bibir bawah, menahan tangis.

"Mereka menginginkan menantu yang setidaknya, juga lulusan sarjana, dan memiliki pekerjaan yang setara denganku," lanjut Sandi.

"Kenapa baru sekarang? Kenapa setelah 8 tahun?" Suara Nisa bergetar, menahan tangis.

"Aku sudah berusaha membujuk mereka, Nis. Tapi sayangnya, mereka tetap tak setuju." Sandi mengambil ponselnya yang ada di atas meja, lalu berdiri. "Sekali lagi, aku minta maaf, Nis. Minumannya sudah aku bayar. Aku pergi dulu."

Seperti pengemudi yang tiba-tiba kehilangan arah, Nisa bergeming dengan tatapan kosong. Ia masih diam untuk waktu yang lama, bahkan sampai mobil Sandi meningalkan halaman kafe.

Enggak, ini pasti hanya mimpi. Sandi mencintainya, mereka akan menikah. Iya, ini mimpi. Nisa menampar pelan pipinya sendiri.

"Gak sakit, cuma mimpi." Tubuhnya gemetar, dadanya sesak, berusaha membohongi diri sendiri.

Ia menampar sekali lagi, lebih keras, dan akhirnya, tangisnya pecah. Nisa meremat dada. Ya, dada, karena sakit di pipinya tak sebanding dengan sakit di dadanya. Jantungnya serasa seperti ditikam dengan belati hingga tembus ke punggung, sakit sekali. Ia datang dengan harapan besar, namun kenyataan yang terjadi justru berbanding terbalik, ia dihempaskan dengan begitu kejam, tanpa perasaan.

Nisa membenamkan wajah di atas meja, menumpahkan air mata disana. 8 tahun bukan waktu yang sebentar. Banyak sekali momen yang tercipta di antara mereka. Banyak juga mimpi yang ingin ia wujudkan bersama Sandi, salah satunya mimpi untuk membina rumah tangga. Tapi, semua yang dibangun selama 8 tahun, kini telah kandas, dan meninggalkan luka yang teramat dalam.

Terpopuler

Comments

jumirah slavina

jumirah slavina

Aku hadir lagi🤗🤗🤗
novel ongoing yang k-3 ku baca...
Aku mulai kecanduan sm karya'mu🤭🤭

2026-05-02

2

WHATEA SALA

WHATEA SALA

Bakar aja mobilnya kan ada uang Nisa juga,semoga Nisa kuat dan tetap bersyukur karna terbuka sudah siapa sandi sebenarnya,untung belum nikah.jangan kan masih pacaran yang sudah nikah puluhan tahun saja bisa putus,semangat Nisa putus dari sandi bukan akhir dari segalanya💪💪💪👍👍

2026-08-12

0

Tamirah

Tamirah

Pacaran sampai 8 tahun gak ada kejelasan tiba-tiba putus kasep hanya karena gak setara.Tapi memang lebih baik putus daripada Pernikahan itu terjadi yg nnt ujung ujung bercerai karena orang tua gk setuju' apa lagi Kalau jadi nikah punya Anak kasihan banget hidup nya.

2026-08-12

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1
2 BAB 2
3 BAB 3
4 BAB 4
5 BAB 5
6 BAB 6
7 BAB 7
8 BAB 8
9 BAB 9
10 BAB 10
11 BAB 11
12 BAB 12
13 BAB 13
14 BAB 14
15 BAB 15
16 BAB 16
17 BAB 17
18 BAB 18
19 BAB 19
20 BAB 20
21 BAB 21
22 BAB 22
23 BAB 23
24 BAB 24
25 BAB 25
26 BAB 26
27 BAB 27
28 BAB 28
29 BAB 29
30 BAB 30
31 BAB 31
32 BAB 32
33 BAB 33
34 BAB 34
35 BAB 35
36 BAB 36
37 BAB 37
38 BAB 38
39 BAB 39
40 BAB 40
41 BAB 41
42 BAB 42
43 BAB 43
44 BAB 44
45 BAB 45
46 BAB 46
47 BAB 47
48 BAB 48
49 BAB 49
50 BAB 50
51 BAB 51
52 BAB 52
53 BAB 53
54 BAB 54
55 BAB 55
56 BAB 56
57 BAB 57
58 BAB 58
59 BAB 59
60 BAB 60
61 BAB 61
62 BAB 62
63 BAB 63
64 BAB 64
65 BAB 65
66 BAB 66
67 BAB 67
68 BAB 68
69 BAB 69
70 BAB 70
71 BAB 71
72 BAB 72
73 BAB 73
74 BAB 74
75 BAB 75
76 BAB 76
77 BAB 77
78 BAB 78
79 BAB 79
80 BAB 80
81 BAB 81
82 BAB 82
83 BAB 83
84 BAB 84
85 BAB 85
86 BAB 86
87 BAB 87
88 BAB 88
89 BAB 89
90 BAB 90
91 BAB 91
92 BAB 92
93 BAB 93
94 BAB 94
95 BAB 95
96 BAB 96
97 BAB 97
98 BAB 98
99 BAB 99
100 BAB 100
101 BAB 101
102 BAB 102
103 BAB 103
104 BAB 104
105 BAB 105
106 BAB 106
107 BAB 107
108 BAB 108
109 BAB 109
110 BAB 110
111 BAB 111
112 BAB 112
113 BAB 113
114 BAB 114
115 BAB 115
116 BAB 116
117 BAB 117
118 BAB 118
119 BAB 119
120 BAB 120
121 BAB 121
122 BAB 122
123 BAB 123
124 BAB 124
125 BAB 125
126 BAB 126
127 BAB 127
128 BAB 128
129 BAB 129
130 BAB 130
131 BAB 131
132 BAB 132
133 BAB 133
134 BAB 134
135 BAB 135
136 BAB 136
137 BAB 137
138 BAB 138
139 BAB 139
140 BAB 140
141 BAB 141
142 BAB 142
143 BAB 143
144 BAB 144
145 BAB 145
146 BAB 146
147 BAB 147
Episodes

Updated 147 Episodes

1
BAB 1
2
BAB 2
3
BAB 3
4
BAB 4
5
BAB 5
6
BAB 6
7
BAB 7
8
BAB 8
9
BAB 9
10
BAB 10
11
BAB 11
12
BAB 12
13
BAB 13
14
BAB 14
15
BAB 15
16
BAB 16
17
BAB 17
18
BAB 18
19
BAB 19
20
BAB 20
21
BAB 21
22
BAB 22
23
BAB 23
24
BAB 24
25
BAB 25
26
BAB 26
27
BAB 27
28
BAB 28
29
BAB 29
30
BAB 30
31
BAB 31
32
BAB 32
33
BAB 33
34
BAB 34
35
BAB 35
36
BAB 36
37
BAB 37
38
BAB 38
39
BAB 39
40
BAB 40
41
BAB 41
42
BAB 42
43
BAB 43
44
BAB 44
45
BAB 45
46
BAB 46
47
BAB 47
48
BAB 48
49
BAB 49
50
BAB 50
51
BAB 51
52
BAB 52
53
BAB 53
54
BAB 54
55
BAB 55
56
BAB 56
57
BAB 57
58
BAB 58
59
BAB 59
60
BAB 60
61
BAB 61
62
BAB 62
63
BAB 63
64
BAB 64
65
BAB 65
66
BAB 66
67
BAB 67
68
BAB 68
69
BAB 69
70
BAB 70
71
BAB 71
72
BAB 72
73
BAB 73
74
BAB 74
75
BAB 75
76
BAB 76
77
BAB 77
78
BAB 78
79
BAB 79
80
BAB 80
81
BAB 81
82
BAB 82
83
BAB 83
84
BAB 84
85
BAB 85
86
BAB 86
87
BAB 87
88
BAB 88
89
BAB 89
90
BAB 90
91
BAB 91
92
BAB 92
93
BAB 93
94
BAB 94
95
BAB 95
96
BAB 96
97
BAB 97
98
BAB 98
99
BAB 99
100
BAB 100
101
BAB 101
102
BAB 102
103
BAB 103
104
BAB 104
105
BAB 105
106
BAB 106
107
BAB 107
108
BAB 108
109
BAB 109
110
BAB 110
111
BAB 111
112
BAB 112
113
BAB 113
114
BAB 114
115
BAB 115
116
BAB 116
117
BAB 117
118
BAB 118
119
BAB 119
120
BAB 120
121
BAB 121
122
BAB 122
123
BAB 123
124
BAB 124
125
BAB 125
126
BAB 126
127
BAB 127
128
BAB 128
129
BAB 129
130
BAB 130
131
BAB 131
132
BAB 132
133
BAB 133
134
BAB 134
135
BAB 135
136
BAB 136
137
BAB 137
138
BAB 138
139
BAB 139
140
BAB 140
141
BAB 141
142
BAB 142
143
BAB 143
144
BAB 144
145
BAB 145
146
BAB 146
147
BAB 147

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!