"Ayah, hmm..." tatapan Alya seketika beralih menatap Maxime sejenak. Ia kelepasan bicara dan menyebut Arkan "ayah" di hadapan pria itu. Pria itu mungkin akan merasa aneh mendengar dirinya tiba-tiba menyebut Arkan dengan sebutan seperti itu.
Alya belum tahu bahwa Maxime sudah mengetahui siapa Arkan sebenarnya, dan bagaimana hubungan mereka.
"Maksudku... Tuan Arkan." lanjutnya segera mengkoreksi perkataannya. "Aku sudah siap."
Wajah Arkan yang semula tampak tegang dipenuhi amarah, kini berubah menjadi tenang dan penuh kasih. Ia tersenyum ke arah Alya, senyum hangat yang begitu meneduhkan.
"Kau tidak perlu sungkan pada pria ini, Nak. Dia sudah mencuri dengan pembicaraan kita tadi." jelas Arkan, menatap Maxime dengan tatapan dingin yang begitu menusuk.
Alya seketika berubah pias, "Jadi, Tuan sudah tahu siapa Tuan Arkan sebenarnya?"
Maxime mengangguk pelan, ia merasa tidak enak pada gadis itu. "Maaf, Alya. Aku tidak sengaja mendengar percakapan kalian." pintanya dengan suara rendah, nyaris tidak terdengar.
Alya menghela napas pelan sejenak. "Tidak apa-apa, Tuan. Cepat atau lambat, semua itu akan segera diketahui. Tinggal menunggu waktu saja."
Arkan lalu menatap wajah Alya yang tiba-tiba terlihat murung.
"Ada apa, Nak?" tanya Arkan penasaran, wajahnya berubah sendu. "Apa kau tidak bahagia dengan hal ini?"
Alya mendongak, menatap Arkan. Ia lalu menggeleng cepat, berusaha untuk menepis segala prasangka pria itu padanya. "Tidak, Ayah. Aku hanya... khawatir dengan reaksi ibu nanti. Ibu mungkin belum bisa menerima ayah kembali, atau bahkan tidak mau menerima kehadiran ayah kembali dalam kehidupan kami."
Arkan kembali menghela napas panjang, seolah ada beban berat yang menghimpit dadanya saat ini. Udara sore itu yang berhembus ke arah mereka, seketika terasa begitu menyesakkan.
Arkan tahu, bahwa ini bukanlah sesuatu yang mudah bagi Junita untuk menerimanya kembali dalam kehidupannya.
Selama ini, ia berjuang seorang diri untuk membesarkan Alya, putri mereka. Dengan keringat dan…
Terjerat Cinta Pelayan Cantik
Bab Empat puluh dua
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 71 Episodes
Comments
@Semua orang
naon deui atuh sia teh ah, nges nyaho di omongan ku si Al, sia teu ngarti wae cing peka atuh ah, tong maksa turukeun heula ego sia. makanya otak lu sebagai laki tuh di pake sebelum berbuat ini mah di dahuluin obeses pake burung Mulu keberanian kagak ada nyesalnya baru sekarang mau metong.
2026-07-11
0
@Semua orang
Rasanya aku teh pengen mengumpat, si kehed, si bebel, si ontohod, cilepeng, cideg, boloho, si kampret. itu bahasa Sunda yg manta tapi artinya rebuan dari salah satu kata aja satu katanya mengandung arti yg banyak dan mantap banget semuanya dan semuanya masuk akal.😤😤😤
2026-07-11
0
@Semua orang
heeh atuh rek naon Ari mnh, nyaho si Al teh mau di antar sama bapaknya cerita mau buju Deketin emaknya itu pun klw berhasil berguna. dan mnh kekeh hayang nganter si Al nyaho Batur teh Aya urusan tong sok ikut campur kampret.
2026-07-11
0