___💐💐
Pagi itu, Aris berangkat kerja dengan perasaan menang. Ia merasa telah menjinakkan Maya dengan menyita laptop dan mematikan akses komunikasinya. Sebelum pergi, ia sempat berpesan dengan nada meremehkan, "Ingat, nanti sore temui Ibu. Selesaikan masalah uang renovasi itu kalau kamu masih mau hidup tenang."
Maya hanya diam. Namun, begitu mobil Aris menjauh, ia segera bergerak. Aris lupa bahwa selama bertahun-tahun Maya adalah seorang sekretaris yang ahli dalam manajemen krisis.
Maya tidak pergi ke rumah mertuanya untuk meminta maaf.
Ia justru mengambil berkas-berkas penting yang selama ini ia kumpulkan diam-diam: struk belanja bulanan yang penuh coretan "koreksi" dari Aris, catatan hutang sayur yang ia tanggung sendiri, hingga bukti transfer Aris ke Siska dan Ibunya yang jumlahnya fantastis. Semua itu ia masukkan ke dalam tas bayi Dafa.
"Kita main ke rumah Eyang ya, Sayang," bisik Maya pada Dafa.
Rumah Ibu Ratna tampak ramai. Ternyata sedang ada pengajian rutin yang dihadiri ibu-ibu sosialita kompleks. Ini adalah panggung yang sempurna. Ibu Ratna sangat memuja reputasi; ia ingin semua orang tahu bahwa ia memiliki anak sesukses Aris.
"Eh, Maya? Tumben datang pagi-pagi," sapa Ibu Ratna di depan tamu-tamunya dengan wajah yang dibuat semanis mungkin, meski matanya memancarkan kebencian. "Mau serahkan uang titipan Aris yang kamu pegang itu ya?"
Ibu-ibu di sana langsung menoleh, berbisik-bisik tentang betapa beruntungnya Ibu Ratna punya menantu yang dipercaya memegang uang renovasi puluhan juta.
Maya tersenyum, senyum yang sangat tenang namun mematikan. "Bukan, Bu. Saya ke sini justru mau minta tolong di depan Ibu-ibu semua."
Maya membuka tasnya, mengeluarkan tumpukan struk dan catatan yang sudah ia kliping rapi.
"Saya ke sini mau tanya pada Ibu, mungkin saya yang salah hitung. Ibu bilang Mas Aris titip uang renovasi ke saya?
Tapi ini catatan keuangan kami sebulan ini, Bu. Uang belanja saya cuma 500 ribu untuk sebulan.
Untuk beli susu Dafa saja saya harus h…
NAFKAH YANG TERTUKAR
**Bab 7 panggung kebenaran
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 20 Episodes
Comments