Matahari pagi menyelinap lembut melalui celah tirai jendela saat Sabine terbangun. Elvan sudah terjaga lebih dulu, sedang duduk di tepi ranjang sambil merapikan pakaiannya. Begitu melihat gadisnya membuka mata, ia tersenyum hangat dan kembali duduk di sampingnya.
"Selamat pagi, tidurmu nyenyak sekali," bisiknya lembut.
Setelah bersiap, mereka berangkat menuju rumah sebelah, rumah utama milik Damon dan Alea. Mereka dengar Alea baru saja sampai bersama suami dan ketiga bayi mereka. Karena itu lahiran normal, Alea memang sudah kuat kembali, meski belum terlalu kuat juga. Dia ingin langsung pulang karena tidak betah di rumah sakit.
Sesampainya di sana, pintu terbuka dan Alea sudah menyambut mereka dengan senyum lebar, meski masih terlihat sedikit lelah, wajahnya bersinar bahagia. Di ruang tengah, tiga bungkusan kecil terbaring damai di keranjang bayi yang cantik.
Sabine mendekat perlahan, matanya berbinar takjub. Tiga bayi mungil itu tidur pulas, pipi mereka kemerahan dan bibir kecil mereka sesekali bergerak lucu.
"Mereka lucu sekali ..." bisik Sabine tak kuasa menahan senyum.
"Seperti malaikat kecil."
Elvan berdiri di belakangnya, meletakkan dagunya di atas pundak gadis itu, lalu berbisik pelan tepat di telinganya dengan nada yang sedikit nakal.
"Lucu sekali, kan? Kalau kamu mau anak kita juga kembar tiga seperti mereka, kita bisa usaha juga. Aku siap kapan saja."
Wajah Sabine seketika memerah padam. Ia menoleh cepat, mencubit pelan lengan Elvan, suaranya berbisik cemas agar tidak didengar yang lain.
"Kak Elvan! Jangan bicara begitu! Kita belum menikah, aku juga masih sekolah." katanya malu.
Elvan tertawa rendah, mencium pelan pipinya yang terasa panas.
"Tapi kita akan menikah, kan? Jadi tidak ada salahnya kita mulai berencana sedikit lebih awal."
Sebelum Sabine sempat membalas, ponselnya di saku berdering. Nama Tim tertera di layar. Ia sudah menyimpan nomor lelaki itu kemarin. Jantungnya berdebar kencang. Ia menarik napas dalam-dalam sebelum mengangkatnya.
"Halo…
ALEA STORY
Sudah siap?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 383 Episodes
Comments
🍒WINA🍒
Sabine sangat happy sekali bertemu kakeknya dan keluarganya, semoga keluarganya menerima sabine dengan baik...
waaah sanggup gak elvan jauh dari sabine, gak bisa ngadon donk tiap malam🤣🤭seandainya sabine tinggal sama kakeknya...
elvan segera lamar sabine temui kakeknya keburu hamidun nanti sabine🤭lagian elvan gak bisa tahan dekat sabine pengennya nempel terus🤣🤣🤣
2026-09-23
1
Syakirah Dzaky
Keluarga Damian paket lengkap skali , sempurna tdk ada cacat nya sedikit pun , suami istri baikx masya Allah , kaya raya , tdk pernah membedakan siapapun itu , baik , punya anak yg ganteng dan cantik, berpendidikan. pokokx tdk ada yg kurang
2026-09-23
0
Valent Theashef
smoga kakek n kel lainnya baik tp kasian sekali bisa kyak cacing kpnasan ni si elvan klo sabin sruh tinggL sma kakekny😄,
2026-09-23
0