Klinik Kesehatan Kekaisaran pagi itu dipenuhi aroma khas berbagai ramuan obat tradisional.
Para tabib dan pelayan medis sibuk melayani pasien dari kalangan rakyat maupun bangsawan yang datang silih berganti. Tempat itu memang selalu hidup sejak pertama kali dibangun oleh mendiang permaisuri, ibu Natalia.
Kini, setelah sang permaisuri tiada, Natalia lah yang meneruskan semuanya.
Dengan pakaian sederhana namun tetap anggun, Natalia berjalan menyusuri ruangan pemeriksaan sambil memperhatikan satu per satu pekerjaan para tabib. Tatapannya tenang, tetapi tajam dan teliti.
“Ramuan untuk pasien demam ini terlalu kuat,” katanya pelan sambil melihat mangkuk obat di meja. “Kurangi daun pahitnya sedikit, lalu tambahkan akar manis agar tubuh pasien tidak terlalu lemah.”
Tabib muda di depannya langsung mengangguk hormat. “Baik, Yang Mulia Putri.”
Natalia lalu berpindah ke pasien lain, memeriksa denyut nadi seorang anak kecil yang terlihat pucat. Setelah beberapa detik, ia mengangkat wajah. “Bukan keracunan makanan.” Suaranya tenang namun pasti. “Ini infeksi paru ringan. Segera rebus bunga putih dan daun mint untuk uap pernapasannya.”
Beberapa tabib tua saling pandang kagum.
Salah satu dari mereka bahkan tersenyum tipis. “Kemampuan Yang Mulia Putri memang tidak kalah dari mendiang Permaisuri.”
Natalia hanya tersenyum kecil mendengar itu. “Aku masih jauh dari Ibu.”
Semua orang di sana tahu, ucapan itu terlalu merendah. Kemampuan Natalia dalam dunia pengobatan sudah terkenal bahkan hingga luar Kekaisaran. Banyak tabib senior pun mengakui kecerdasannya.
Setelah selesai memberikan beberapa arahan lagi, Natalia akhirnya mengangguk puas. “Kerja kalian sudah baik,” katanya lembut. “Tetap utamakan pasien sebelum apa pun.”
“Baik, Yang Mulia Putri!” jawab para tabib hampir bersamaan.
Wulan yang berdiri di belakang hanya tersenyum bangga melihat majikannya. Tidak heran rakyat begitu menghormati Natalia. Sang putri memang berbeda dari bangsawan lain.
“Ayo kembali,” ucap Natalia sambil mulai…
Putri Tersembunyi Sang Kaisar
Mengusir
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 113 Episodes
Comments
Erna Masliana
dan begonya sampai saat ini kamu masih mau berbincang dan masih mau dengar hinaan mereka dimana wibawamu sebagai seorang putri..kamu tidak berpikir ayah dan kakakmu sangat sakit hati mendengar hinaan mereka.. terlalu lembek jadi putri membiarkan dirinya dihina di depan umum
2026-05-12
1
Tiara Bella
bagus itu Natali mending diusir aja orng macam gitu mah.....
2026-05-07
2
Rai Gojess
daebakkk Thor...usir biar jadi gelandangan dan biar karina lusi menjual diri mereka🤣🤣🤣🤣
2026-05-07
1