"Kau mau membawaku ke mana, Damian? Lepaskan! Kakiku masih lemas, tahu!"
Valerie meronta kecil, namun cengkeraman tangan Damian di pergelangan tangannya justru menguat saat mereka memasuki vila pribadi di dalam resort tersebut.
Damian tetap bungkam. Wajahnya mengeras, rahangnya terkatup rapat seolah sedang menahan amarah yang meledak-ledak.
Ia terus menarik Valerie masuk melintasi ruang tamu yang mewah, lalu mendorong bahu istrinya dengan pelan namun tegas agar duduk di tepi ranjang.
"Eh, tunggu dulu! Kau mau apa? Jangan bilang kau mau minta jatah sekarang?!" seru Valerie sembari menyilangkan tangan di depan dada. "Jangan macam-macam ya! Aku baru saja mempertaruhkan nyawa menyelamatkan adikmu, dan sekarang kau mau mengambil kesempatan? Dasar pria mesum narsis!"
Damian mendengus kasar, ia berdiri di depan Valerie dengan tangan di pinggang.
"Bisakah otak kotor itu dibersihkan sedikit saja dengan air laut di luar sana? Kau pikir aku ini binatang?"
"Ya habisnya kau diam saja seperti mau menerkam orang!" balas Valerie tak kalah galak.
Bukannya menjawab lagi, Damian berbalik dan mengambil sebuah kotak putih dari atas meja rias. Ia kembali menghampiri Valerie, lalu berlutut di lantai, tepat di depan kaki istrinya.
"Naikkan kakimu ke pangkuanku," perintah Damian pendek.
Valerie tertegun. "Hah?"
"Aku tidak suka mengulang perintah, Valerie. Naikkan. Sekarang."
Dengan ragu dan wajah yang mulai memanas, Valerie mengangkat kakinya yang lecet. Damian membuka kotak obat itu, mengeluarkan kapas dan cairan antiseptik.
Dengan gerakan yang sangat hati-hati dan berbanding terbalik dengan sifat kasarnya selama ini, ia mulai membersihkan luka di siku dan lutut Valerie.
"Pelan-pelan sedikit, ini perih!" rengek Valerie sembari mencoba menarik kakinya.
"Diam lah, Cengeng. Tadi gaya sekali beraksi jadi pahlawan, sekarang kena alkohol saja mau menangis," sindir Damian, namun matanya tetap fokus pada luka itu. Ia meniup pelan luka di lutut Valerie agar rasa perihnya berkurang.
Valerie terd…
Istri Kedua Mafia
Bab 78 Khawatir
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 87 Episodes
Comments