Pagi di desa Morana terasa lebih hidup dari biasanya.
Di halaman rumah Mela, beberapa keranjang berisi hasil panen tersusun rapi. Cabai merah segar, sayuran hijau yang masih basah oleh embun, serta tomat yang mulai matang sempurna.
Mela berdiri di depannya. Tangannya memeriksa satu per satu dengan lebih teliti.
"Ini yang kemarin laku cepat, ya?" tanya Darmi sambil menunjuk cabai.
Mela mengangguk. "Iya, katanya banyak pedagang di pasar yang butuh cabai."
Yati yang datang membawa kantong kain langsung ikut nimbrung. "Berarti, besok kamu harus bawa lebih banyak."
Mela tersenyum kecil. "Pelan-pelan saja. Aku juga masih belajar," ucapnya. Namun, dari caranya berbicara, ia seolah tidak lagi ragu.
Hari itu, adalah pertama kalinya Mela membawa hasil panennya ke pasar. Biasanya, ia hanya menjual pada tetangga saja. Lalu, Darmi dan yang lain memberi saran untuk menjualnya di pasar.
Saat sampai di pasar, beberapa pedagang mulai mengenalnya untuk menawar sayurannya.
"Ini dari kamu lagi, ya?" tanya salah satu ibu-ibu.
Mela mengangguk. "Iya, Bu."
"Segar-segar. Saya ambil lagi, ya."
Kalimat sederhana itu cukup membuat hati Mela hangat.
Uang yang ia terima memang belum banyak. Namun, saat ia menggenggamnya rasanya berbeda karena itu bukan pemberian dari orang lain melainkan, dari usahanya sendiri.
Malam harinya, Mela duduk di teras rumah. Uang hasil penjualan hari ini ia letakkan di atas meja kecil. Meski tidak banyak namun, cukup untuk membuatnya tersenyum senang.
"Sedikit demi sedikit, semua pasti akan menjadi banyak," gumamnya pelan sambil mencatatnya di buku kecil.
Ia menatap ke arah lahannya yang gelap. Angin malam berhembus pelan. Dan untuk pertama kalinya, masa depannya terasa nyata.
Sementara itu, di pusat kota, tepatnya di perusahaan Atma Group. Ruangan di lantai tertinggi gedung tersebut tetap sunyi seperti biasa.
Seorang pria yang menjabat sebagai asisten, berdiri tegak di depan sang pemilik gedung raksasa tersebut.
"Saya ingin melaporkan perkembangan terbaru, Tuan," uc…
Setelah Aku Memilih Bercerai
Bab 10 Mulai Berkembang
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 87 Episodes
Comments
Yunita Sophi
usaha bersama semoga semakin maju
2026-05-18
0
Ds Phone
betul manusia mana pernah puas hati
2026-06-30
1
Marina Tarigan
wanita yg terjolimi akan bisa merangkak kembali dgn pelan
2026-08-26
0