Tara

Hari demi hari berlalu dengan begitu cepat, dan aku benar-benar merealisasikan ucapanku yang menginap di rumah Salma selama 2 hari.

Ayah terus mencoba membujukku, namun aku tetap pada pendirianku, hingga ayah datang menjemputku secara pribadi ke rumah Salma.

Namun, sampai sekarang, dimana waktu sudah berlalu selama seminggu, namun aku tetap belum mau bicara sedikitpun dengan Ayah.

Saat makan, aku lebih memilih memesan makanan dan makan di kamarku, aku lebih banyak menghabiskan waktu di kamar seorang diri sambil melihat lihat beberapa foto yang di kirim oleh Adit kemarin di grup.

Kalau mengikuti jadwal, seharusnya besok ayah sudah harus berangkat ke luar kota, namun aku memilih tetap tidak peduli, bagaimanapun, kali ini aku benar-benar sangat kecewa dengan ayah.

Tok....tok...tok...

"Tara, sayang."

Aku menoleh ke arah pintu kamar yang tertutup rapat begitu mendengar suara Ayah, sudah menjadi rutinitas ayah mengetuk pintu kamarku setiap, pagi, siang dang malam semenjak kejadian seminggu lalu, dan aku kadang memilih pura-pura tuli dan mengabaikan panggilan ayah.

"Ayah tahu, kamu pasti mendengar ayah dari dalam sana."

Aku mendengus kasar mendengar suara Ayah, entahlah,intinya untuk saat ini aku benar-benar benci dengan semua orang yang ada di rumah inj, bahkan ayah sekalipun.

"Ayah benar-benar minta maaf sama kamu nak, ayah tidak bermaksud mengabaikan kamu dan menjadikan kamu nomor dua, ayah mengaku salah, tapi tolong jangan diamkan ayah seperti ini nak."

Mendengar suara ayah yang memohon, ada sisi hatiku yang mengatakan untuk memaafkan ayah karena tidak tega, namun egoku tentu saja tidak akan mudah melupakan apa yang sudah terjadi.

"Ayah mending diem deh, berisik banget." Aku memilih menjawab perkataan ayah dengan ketus, kali ini saja, aku ingin tega seperti ayah yang juga tega kepadaku.

Terdengar helaan napas kasar dari luar sana, dan itu benar-benar membuatku merasa menjadi anak durhaka karena berani menyakiti hati ayah yang notabenya satunya orang tuaku.

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

RahmaYesi

RahmaYesi

Tara, ayah kamu tu sayang banget sama kamu. hanya saja, memang kesibukan kerja dan karena dua manusia jahat itu, perhatian ayah ke kamu seperti berkurang. padahal ayahmu selalu memikirkan kamu Tara.

2026-10-13

0

RahmaYesi

RahmaYesi

kecewa boleh banget Tara. tapi jangan berlarut-larut. takutnya kalau sesuatu yang gak diinginkan terjadi sama ayah kamu, gimana? nanti kamu juga yang nyesal.

2026-10-13

1

RahmaYesi

RahmaYesi

bisa diam gak sih Zahra. berisik lu tau gak,

2026-10-13

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!