Ambang Batas

Ambang Batas

Surprise Awal Tahun

Berlian berjalan tergesa meninggalkan tempat duduk di ruang kerjanya.

"Eh cin, mau kemana?" tanya Maura rekan kerjanya. Cin adalah panggilan sayang Maura ke sahabatnya itu.

"Sorry beb, aku pulang duluan yaaahh," sahut Berlian.

"Sudah ijin sama bapak yang di sana?" arah mata Maura menyapu pria yang duduk di dalam ruangan.

"Siipppp," tukas Berlian seraya mengacungkan jempol.

"Tumben pria es balok itu ngijinin?" timpal Maura tak percaya. Berlian tertawa menanggapinya.

"Sudahlah, aku cabut duluan," pamit Berlian pada Maura, rekan kerja sekaligus sahabatnya.

Berlian meninggalkan lobi perusahaan dengan senyum merekah.

Taksi online yang sudah dipesan sebelumnya telah menunggu di depan lobi.

"Siang kak, sesuai aplikasi ya," kata Berlian.

"Baik kak,"

Mobil melaju perlahan membelah keramaian ibukota.

Berlian turun di depan toko kue 'Mutia Bakery' langganannya.

"Kak, tunggu bentar. Cuman ambil kue aja," seru Berlian. Sang sopir mengangguk tanda setuju.

Setelah mendapat apa yang menjadi tujuannya, Berlian minta diantar ke salon kecantikan.

"Aku harus tampil paripurna," batin Berlian bermonolog.

.

Berlian berjalan mengendap ke dalam rumah. Dengan penuh semangat dia berjalan menuju kamar utama karena yakin sang suami berada di sana. Setelah tadi pagi memastikan tak berangkat ke perusahaan karena tak enak badan.

Bik Sumi yang berpapasan dengannya, "Nyo...," belum selesai ucapannya tapi sudah dipotong oleh Berlian.

"Hhhuusasssttt.... Tenang Bik," bisik Berlian. Bik Sumi menatap sang nyonya dengan wajah pias.

"Ta.. Tapi nyonya....," gugup Bik Sumi.

"Ayok Bik, kita kasih kejutan ke Mas Arya," balas Berlian, masih dengan berbisik.

Bik Sumi menggenggam tangan Berlian mencoba menahannya.

"Ada apa Bik? Bukanya mas Arya ada di kamar? Tadi pagi dia bilang nggak enak badan loh," tatap aneh Berlian ke asisten rumah tangganya.

"Tuan Arya memang ada di kamar, ta....tapi....," belum selesai ucapan Bik Sumi, Berlian tetap berjalan menuju kamar utama.

"Aneh Bik Sumi nih," batin Berlian.

Berlian menajamkan daya dengar, ada suara-suara aneh yang terdengar dari dalam.

Pintu kamar yang sedikit terbuka menambah lapang pandang semakin nyata.

Dengan rasa penasaran Berlian membuka daun pintu, nampak jelas pemandangan yang tak perlu dipandang.

"Apa yang kalian lakukan?" teriak Berlian.

Dua orang yang sedang berada di sana, nampak terkejut.

"Sayang ... Sayang... Ini tak seperti yang kau lihat," ucapnya sambil menarik sembarang asal bisa menutupi tubuhnya yang polos.

Syok dengan kenyataan di depannya membuat kaki yang biasanya kokoh menopang berat badan, berasa lemas dan goyah.

Pria yang menjadi suaminya itu mendekat, tapi segera ditepis oleh Berlian.

"Jahat kamu mas," ucap Berlian dengan air mata berderai.

Niatnya ingin memberi surprise, malah dirinya sendiri yang mendapat kejutan luar biasa.

"Sayang... Ini tak seperti yang kamu lihat," alibi Arya.

Netra Berlian memicing, tak percaya dengan ucapan sang suami.

"Sudah berapa lama Mas?" tanggap Berlian serius.

"Aku bisa jelaskan!" tandas Arya.

"Tak perlu! Apa yang kulihat sudah menjelaskan semua," Berlian berusaha bangkit

Arya ingin membantu, tapi dorongan kuat Berlian membuat dia terjengkang.

Pandangan Berlian beralih ke atas ranjang, di sana duduk wanita yang masih berbalut selimut.

Bekas-bekas percintaan tak luput dari pandangan Berlian.

Berlian menertawakan kebodohannya sendiri.

"Kak, maafkan aku," katanya tanpa rasa bersalah.

"Hah? Maaf? Apa aku tak salah dengar?" sarkas Berlian.

"Dosa apa yang telah kuperbuat Tuhan? Hingga mereka berdua berkhianat," ratap Berlian.

Intan, yang merupakan adik Berlian lain ibu bangkit dari ranjang.

"Dosamu karena tak bisa kasih anak buat mas Arya kak," seru Intan tanpa rasa bersalah.

"Apa kakak tahu kalau mas Arya ingin sekali menimang bayi? Apa kakak sedikit saja bisa mengerti posisi mas Arya?" lanjut Intan.

Arah netra Berlian beralih ke Arya suaminya, menuntut penjelasan. Karena ucapan Intan tak sesuai dengan perkataan Arya sebelumnya.

"Bilang saja mas Arya, kalau orang tuamu menuntut untuk punya penerus. Dan itu tak bisa mas Arya dapatkan dari kak Berlian," potong Intan tak memberi waktu pada Arya untuk menjelaskan sendiri.

"Mas!!!!" Berlian ingin mendapatkan jawaban langsung dari sang suami.

"Maafkan aku sayang," kata Arya lirih

"Cukup mas! Permintaan maaf mu sudah menjelaskan semuanya," seru Berlian.

Hatinya bak ditusuk belati. Orang yang dicintai dan disayangi tega berselingkuh.

"Sudahlah kak, mas Arya berbuat seperti itu juga ada andil kakak di dalamnya,"

"Seandainya kakak bisa kasih anak buat mas Arya, tak mungkin mas Arya menduakanmu kak," ucapan Intan bak mata pisau yang baru diasah.

"Diam!" teriak Berlian.

Berlian menatap tajam keduanya.

"Biar kakak tahu dan tak menyalahkan mas Arya sepenuhnya," imbuh Intan untuk membenarkan perselingkuhan itu.

Pandangan Berlian beralih ke Arya.

"Makasih Mas, sudah membuka kedua mataku," kata Berlian.

"Makasih atas tujuh tahun tak berguna ini,"

"Makasih telah membuat waktuku terbuang sia-sia,"

"Makasih atas perhatian, cinta dan kasih sayang palsumu,"

"Makasih atas semuanya," ucap Berlian seraya beranjak untuk pergi.

"Wah, kebetulan kak. Mas Arya tak perlu repot untuk mengusirmu," Intan terus memprovokasi keduanya.

"Mau kemana kamu sayang?" cegah Arya seraya mencengkeram lengan Berlian.

"Lepas!" suruh Berlian dengan sorot mata tajam.

"Tak akan. Aku mencintaimu sayang,"

"Cih, simpan kata cintamu untuk jalang di sana," decih Berlian. Tak ada lagi kata halus yang keluar dari bibir Berlian. Bahkan untuk adiknya sendiri.

Cekalan Arya, Berlian tepis dengan kasar. Tanpa kata lagi, Berlian menjauh dari keduanya. Tak ada kata pembelaan dari sang suami, cukup menjelaskan semua.

"Pergilah yang jauh kak, tak ada lagi yang akan menerima wanita mandul seperti kakak," teriak Intan.

Ucapan sang adik menahan laju kaki Berlian.

Intan tersenyum sinis.

"Kenapa kak? Ada yang salah?" kata Intan seakan menantang Berlian.

Berlian kembali mendekat dengan tangan terkepal.

Plak...

Sebuah tamparan mendarat manis di pipi Intan.

Saat tangan Berlian hendak menampar untuk kedua kalinya, "Cukup!" tangan kokoh Arya menahannya.

"Mas Arya... Lihat sendiri kan? Istrimu jahat sekali padaku," kata Intan pura-pura bersedih.

Berlian memutar bola matanya malas, bosan dengan sikap manipulatif sang adik.

Pembelaan Arya menambah sakit hati Berlian.

"Aku pergi mas," tandas Berlian berikutnya dan melepas tangan Arya yang masih menahannya.

"Cukup! Tak akan aku biarkan kamu pergi! Kamu tetaplah nyonya Arya, sayang," cegah Arya.

Panggilan sayang yang terucap dari bibir Arya membuat mual Berlian. Jika dulu panggilan itu terasa indah, tapi sekarang tidak lagi.

Berlian tersenyum kecut, "Kita cerai mas!"

Bagi Berlian, tak ada pengampunan untuk perselingkuhan.

Tersungging senyum di sudut bibir Intan.

'Akhirnya...," batinnya merasa lega.

Arya mengejar Berlian yang menjauh.

.

"Surprise awal tahun yang indah," Berlian termenung sendirian di sebuah klub malam.

.

.

.

Setelah lama hiatus, akhirnya memberanikan diri lagi untuk menari di atas keyboard

Mohon dukungannya guyssss

Like, komen, kasih bintang atau apapun itu, author ucapin makasih

Terpopuler

Comments

ken darsihk

ken darsihk

Aq mampir
karya pertama nya author yng aq baca , seperti nya bagus

2026-08-26

1

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

Berlian tanggung td duanya di arak panggil Rt biar malu in sekalian, adik tiri jalang ngk malu, lemes pula mulut nya seperti barangnya🤭

2026-06-30

2

Lisa sari katriani

Lisa sari katriani

Karya yang bagus thor 👍

Halo kakak2, jangan lupa mampir di karya pertamaku.
Judul : cinta di balik gerobak gorengan

Terimakasih 🙏

2026-08-06

1

lihat semua
Episodes
1 Surprise Awal Tahun
2 Berlian Putri Wiranata
3 Again
4 Pernikahan
5 Lembur
6 Akuisisi
7 Menantu dan Putri Tunggal
8 Ketuk Palu
9 Ketuk Palu (2)
10 Pindah Tugas
11 Pengusiran
12 Awal Baru
13 Gerak Cepat
14 Pemecatan
15 Tuan Wiranata
16 Nyonya Besar
17 Nyonya Besar (2)
18 Butuh Bantuan
19 Pernyataan Cinta
20 Surprise Dominic
21 Surprise (2)
22 Rahasia Masa Lalu
23 Hidup Penuh Intrik
24 Licik dan Licik
25 Pertemuan
26 Penyekapan
27 Sesal Intan
28 Mulai Terkuak
29 Semua Kisah
30 Semua Kisah (2)
31 Mantan Keluarga
32 Bertemu Nyonya Besar
33 Obsesi Gila
34 Lamaran
35 Pesta Pertunangan
36 Tambang Emas
37 Kawan Lama
38 Mood Booster
39 Kesengajaan Kinara
40 Minta Tolong
41 Nyamuk Penghalang
42 Waspada
43 Terjadi Sesuatu
44 Tak Seharusnya Terjadi
45 Target Utama
46 Pria Asing
47 Restu
48 Sah
49 Simbiosis Mutualisme
50 Honeymoon
51 Pasangan Pura-pura
52 Mertua Galak
53 Hamil Versus Mandul
54 Polemik Es Krim
55 Dua Kantong
56 Mulai Dari Awal
57 Intensive Care Unit
58 Hanya Pura-pura
59 Bersua Mertua
60 Nasi Goreng
61 Pengakuan dan Restu
62 Melarikan Diri
63 Tender
64 Tiga Naga
65 Mertua dan Menantu
66 Gangguan Cewek Rese
67 Bahagia Dua Keluarga
68 Wanita Setengah Baya
69 Tak Mungkin Dia
70 Rahasia Hati
71 Kereta Api
72 Jemputan di Stasiun
73 Setelah Sekian Lama
74 Menuju Halal
75 Persiapan Acara
76 Pernyataan Resmi
77 Pesta
78 Pesta (2)
79 Tetap Silent
80 Masih Abu
81 Bank Asing
82 Silent Revenge Ala Dominic
83 Misi Sukses
84 New Enemy
85 Launching
86 Papa Baru
87 Bukti Baru
88 Ide Nama
89 Miliarder Kecil
90 Akulah Pewaris Sesungguhnya
91 Ending Yang Bahagia
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Surprise Awal Tahun
2
Berlian Putri Wiranata
3
Again
4
Pernikahan
5
Lembur
6
Akuisisi
7
Menantu dan Putri Tunggal
8
Ketuk Palu
9
Ketuk Palu (2)
10
Pindah Tugas
11
Pengusiran
12
Awal Baru
13
Gerak Cepat
14
Pemecatan
15
Tuan Wiranata
16
Nyonya Besar
17
Nyonya Besar (2)
18
Butuh Bantuan
19
Pernyataan Cinta
20
Surprise Dominic
21
Surprise (2)
22
Rahasia Masa Lalu
23
Hidup Penuh Intrik
24
Licik dan Licik
25
Pertemuan
26
Penyekapan
27
Sesal Intan
28
Mulai Terkuak
29
Semua Kisah
30
Semua Kisah (2)
31
Mantan Keluarga
32
Bertemu Nyonya Besar
33
Obsesi Gila
34
Lamaran
35
Pesta Pertunangan
36
Tambang Emas
37
Kawan Lama
38
Mood Booster
39
Kesengajaan Kinara
40
Minta Tolong
41
Nyamuk Penghalang
42
Waspada
43
Terjadi Sesuatu
44
Tak Seharusnya Terjadi
45
Target Utama
46
Pria Asing
47
Restu
48
Sah
49
Simbiosis Mutualisme
50
Honeymoon
51
Pasangan Pura-pura
52
Mertua Galak
53
Hamil Versus Mandul
54
Polemik Es Krim
55
Dua Kantong
56
Mulai Dari Awal
57
Intensive Care Unit
58
Hanya Pura-pura
59
Bersua Mertua
60
Nasi Goreng
61
Pengakuan dan Restu
62
Melarikan Diri
63
Tender
64
Tiga Naga
65
Mertua dan Menantu
66
Gangguan Cewek Rese
67
Bahagia Dua Keluarga
68
Wanita Setengah Baya
69
Tak Mungkin Dia
70
Rahasia Hati
71
Kereta Api
72
Jemputan di Stasiun
73
Setelah Sekian Lama
74
Menuju Halal
75
Persiapan Acara
76
Pernyataan Resmi
77
Pesta
78
Pesta (2)
79
Tetap Silent
80
Masih Abu
81
Bank Asing
82
Silent Revenge Ala Dominic
83
Misi Sukses
84
New Enemy
85
Launching
86
Papa Baru
87
Bukti Baru
88
Ide Nama
89
Miliarder Kecil
90
Akulah Pewaris Sesungguhnya
91
Ending Yang Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!