Dua hari berlalu seperti siksaan panjang bagi Raven. Setiap menit terasa seperti menahan napas, seperti berdiri di tepi jurang menunggu tanah runtuh di bawah kakinya.
Raven menghabiskan waktu memandangi bayi kecil itu; menggendong, menyuapi susu, mengganti popok, sambil terus bergumam dalam diam:
Tidak peduli apa pun yang terjadi kau tetap putraku. Jangan takut kalau kau akan sendirian, tidak ... tidak akan pernah selama ada aku. Karena itu, tetaplah sehat dan tumbuh dengan baik.
Telepon dari rumah sakit datang pada pagi yang seharusnya penuh semangat, dimana Raven baru saja selesai menidurkan bayi itu.
Suara sang perawat mengatakan bahwa hasil tes DNA sudah bisa diambil hari ini.
Darah Raven terasa membeku. Seolah rasa takut merayapinya. Seakan kebenaran seperti mimpi buruk untuk Raven saat ini, tapi ia harus tetap menghadapinya.
Raven berdiri, mencium dahi kecil bayi itu, lalu berjalan ke pintu tanpa menoleh lagi, karena jika ia menoleh, ia takut tidak akan punya keberanian untuk pergi.
Perjalanan menuju rumah sakit terasa begitu berat, berbagai emosi Raven rasakan sampai ia sendiri tidak sadar sudah sampai di tempat tujuan.
Rumah sakit terasa lebih sunyi dari biasanya.
Raven melangkah melewati lorong putih yang dingin dengan amplop coklat di tangan, amplop yang sebelumnya kosong, namun sebentar lagi akan menentukan nasib hidupnya.
Petugas administrasi menyerahkan amplop bersegel itu dengan sopan. "Silakan dicek kembali datanya, Mr. Wattson."
Raven hanya mengangguk, tidak memercayai suaranya sendiri. Ia berjalan ke sudut ruang tunggu yang kosong, duduk di sana, dan menatap amplop itu.
Tangannya bergetar.
Ia sudah mencoba mempersiapkan mentalnya.
Ia sudah mencoba menerima kemungkinan terburuk.
Ia sudah mencoba meyakinkan diri bahwa apapun hasilnya, ia akan tetap tegar.
Namun ketika amplop itu mulai terbuka di tangannya, seluruh persiapan itu terasa seperti ilusi.
Raven menarik napas panjang, membuka lembaran kertas di dalamnya, dan membaca baris pertama:
Probabilit…
ISTRI MANDUL JADI IBU ANAK CEO
BAB 77. KEHANCURAN DUA INSAN
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments
Ir
akhh puas rasanya, aku emang pernah benci sama Raven tapi dengan dia mengambil keputusan untuk mengasuh bayi itu setidak nya ada setitik nilai plus buat dia
2025-12-05
2
Alfia Amira
capek banget jadi raven , tpi yah gimana udah konsekuensi , ada sebab dan akibat , udah resiko , dia yg mulai dia yg harus mengakhiri
2026-01-30
1
Jeng Ining
satu²nya keberuntungan Raven di hubungannya dg Jessy adl belom menikahi scr resmi🤭
2025-12-05
2