Sekitar pukul sembilan malam Zia baru keluar dari restoran itu, dia mengusap kedua lengannya ketika merasakan udara dingin menusuk kulitnya. Kakinya melangkah lebih jauh dari restoran ini untuk mencari taksi.
Saat akan menuju halte di seberang jalan, tanpa sengaja matanya menangkap seseorang yang dia kenal tengah berdiri di pinggir jalan yang cukup sepi. Orang itu tidak sendiri, ada dua orang lainnya di sana, sepertinya mereka sedang mengalami perdebatan yang cukup sengit.
Karena tidak bisa menahan rasa penasaran, pada akhirnya Zia mendekat. Semakin dekat, dia semakin bisa mendengar jelas perdebatan mereka.
"Gak seharusnya kamu berbicara seperti itu kepada calon ibu kamu, Arza!"
"Gak ada yang salah, dia memang pelacur murahan."
"ARZA!" bentak Halim pada putranya.
"Apa? Anda gak ada hak buat bentak saya!" desis Arza penuh penekanan.
"Saya masih orang tua kamu, sialan!"
Arza mendengus dingin. "Orang tua saya udah lama mati!"
Plak!
Usai Arza mengatakan itu, sebuah tamparan menghampiri wajahnya dengan sangat kencang. Halim dengan wajah memerah penuh emosi menampar putranya itu.
"Mas!" Wanita yang berdiri di samping Halim terlihat menutup mulutnya kaget.
"Keterlaluan kamu!" hardik Halim dengan napas tersengal karena emosi. "Terserah kamu mau bersikap seperti apa! Minggu depan sidang perceraian Papa dan Mama kamu. Mau gak mau kamu harus bisa menerima Tina karena mulai saat itu dia yang akan menggantikan Mama kamu, Arza!" ucapnya sebelum kemudian menarik lengan kekasihnya menaiki mobil yang terletak di samping mereka.
Rahang Arza mengetat, dia memandang kepergian mobil itu dengan tangan mengepal, buku-buku jarinya memutih menandakan seberapa besar emosinya saat ini.
"BRENGSEK!" umpat Arza sembari meremas rambutnya, menyalurkan emosinya yang tak terkendali.
Dia kemudian berbalik dan pada saat itu juga tubuhnya mematung ketika melihat seorang gadis tengah berdiri memandangnya dengan tatapan yang sangat sulit diartikan.
"Zia," lirihnya.
Mata cowok itu memerah, entah mengapa s…
Dendam Putri Pengganti
Chapter 74
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 103 Episodes
Comments
Erna Masliana
hidup Zia lebih pahit dari elu.. cowok munafik
2026-05-23
0
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
thor jgn lama dunk kebusukan gabby terungkap
2026-01-15
0
Erna Masliana
gua gak setuju y
2026-05-23
0