Ruang rapat utama tampak megah dengan kaca tinggi yang memantulkan sinar matahari Dubai. Deretan layar menampilkan desain terbaru proyek Abu Dhabi yang menjadi sorotan publik. Di tengah ruangan itu, berdirilah dua sosok perempuan yang kini menjadi pusat perhatian — Alena dan Nadine.
Hari itu dewan investor mengumumkan bahwa keduanya akan mempresentasikan dua versi rancangan akhir. Versi Alena yang dikenal rapi dan efisien, dan versi Nadine yang baru saja muncul dengan ide revisi signifikan.
Fadil duduk di sisi ruangan, menyilangkan tangan. Wajahnya tenang, tapi matanya tajam memantau setiap detail.
“Baik, kita mulai dengan tim Alena.” Ujar salah satu anggota dewan.
Alena maju, ia mengenakan setelan putih gading Setiap kata yang keluar darinya terdengar mantap, namun tidak angkuh. Ia menjelaskan alur kerja, risiko, dan nilai inovatif proyek dengan ketenangan khasnya.
Selama lima belas menit, ruangan itu seperti dikendalikan oleh suaranya.
Hingga giliran Nadine tiba.
Nadine melangkah maju dengan langkah mantap, suara hak sepatunya memantul di lantai marmer. Ia mengenakan gaun kerja berwarna merah tua yang kontras dengan setelan putih Alena. Senyum tipisnya terlihat profesional di permukaan, tapi nada suaranya segera menyingkap sesuatu yang lebih tajam dari sekadar ambisi.
“Terima kasih atas kesempatan ini,” ucapnya, menatap seluruh dewan sebelum berhenti sejenak tepat di hadapan layar besar yang menampilkan desainnya. “Saya menghargai presentasi sebelumnya… meskipun, tentu saja efisiensi bukan satu-satunya hal yang membuat proyek besar berhasil.”
Beberapa kepala di meja dewan saling melirik. Nada Nadine terdengar halus, tapi maksudnya jelas.
“Desain yang saya bawa tidak sekadar efisien.” Lanjutnya, suaranya penuh keyakinan.
“Desain saya hidup, ia berbicara. Tidak kaku dan matematis seperti yang biasa kita lihat.” Nadine menatap sekilas ke arah Alena, tersenyum tipis seolah ingin berkata... lihat dan belajar lah dariku.
Fadil yang sejak tadi diam, menegakkan punggungny…
Dikhianati Suami Dicintai Pangeran Dubai
Chapter — 18.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 66 Episodes
Comments
Angga Ksatria Maulidyo
kenapa data nadine tidak sampai ke tangan Fadil selaku ceo nya waktu final recruitmen...harusnya khan terbaca dan jadi bahan diskusi antara Alana dan Fadil mengingat si kecoak itu khan jg berasal dari Indo...bukannya subyektif loh...😔 jadi bisa di cut sebelum kecoak itu menebarkan kuman penyakit diperusahaan Fadil...
2026-06-14
1
Sandisalbiah
kau itu terlalu sombong akan dirimu sendiri Nadine.. krn dulu kau mampu mengalihkan dunia Arga SESAAT, kau jd merasa jumawah akan selalu bisa mengalahkan Alana.. jgn lupa kau hanya mengalihkan perhatian Arga tp tetap kau tdk pernah jd seseorang yg dia pilih yg artinya.. kau tdk begitu penting dan tdk juga berharga..
2026-06-06
0
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Ditolak Arga karena ternyata dia masih mencintai dan kemungkinan Arga yang masih belum bisa move on dari mantan istri, Nadine jadi dendam, haha %heh Nadine.. situ waras ??"
2026-05-16
0