Keesokan harinya.
Pagi itu, hujan turun rintik sejak subuh. Udara terasa lebih dingin dari biasanya ketika Amel keluar kos membawa payung kecilnya. Ia berniat ke warung depan gang, membeli roti dan susu, untuk sekedar mengganjal perutnya di pagi yang penuh hawa dingin ini.
Langkahnya terhenti saat melihat sosok itu di ujung gang. Dirga berdiri di samping motornya, sedang membantu Arjuna mengenakan jas hujan kecil warna biru. Tangan lelaki itu cekatan, wajahnya sabar, tanpa sadar, Amel memperlambat langkah.
Adegan sesederhana itu membuat dadanya menghangat.
“Papa, ini miring,” protes Arjuna sambil menunjuk topi jas hujannya.
Dirga terkekeh kecil, membetulkannya. “Nah, sekarang baru rapi. Ganteng.”
Arjuna tertawa bangga."Nah gini dong Pa."
Saat itulah Dirga menoleh. Tatapannya bertemu dengan Amel di bawah payungnya. sejenak… hanya saling diam.
Tak ada kata, tapi keduanya sama-sama merasakan sesuatu yang bergetar pelan di dada.
“Pagi, Mel,” sapa Dirga duluan, suaranya sedikit lebih hangat dari kemarin.
“Pagi, Om,” jawab Amel lembut.
Ia mendekat beberapa langkah, tetap menjaga jarak sopan.
“Hujannya bikin ribet ya,” katanya.
“Sedikit. Tapi Arjuna malah senang,” ucap Dirga sambil menatap anak itu.
“Senang naik motor hujan-hujanan ya,” Amel menimpali.
“Sedikit,” jawab Arjuna sambil nyengir.
Dirga menoleh kembali ke Amel. “Kamu mau ke mana?”
“Ke warung. Bentar lagi balik.”
Dirga mengangguk. “Hati-hati, lantainya licin.”
Kalimat itu sederhana… tapi penuh perhatian.
Amel tersenyum kecil.“Iya, Om. Om juga hati-hati.”
Namun di saat ia mulai melanjutkan langkahnya, kakinya sedikit oleng akibat sendal yang ia pakai terlalu licin, tapi di saat tubuh itu hendak terhuyung ke lantai licin dengan sigap tangan Dirga menopangnya.
Tubuh Amel nyaris menyentuh lantai ketika sebuah lengan kokoh lebih dulu mengait pinggangnya.
“Eh—” Amel refleks mencengkeram jaket Dirga.
Sendalnya masih sedikit terpeleset, tapi keseimbangannya sudah kembali. Dadanya naik-turun cepat, sementara jarak wajah m…
Kami Yang Tak Dianggap
Bab 93
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 113 Episodes
Comments
Rini Maryani
lanjut dirga
2025-11-30
1