Anton terus saja diam dan mengabaikan Luna. Dia sebenarnya tak ingin Luna ada di dekatnya. Namun, untuk mengusir gadis itu, Anton juga merasa tidak tega.
Sepanjang malam, Luna sudah menjaganya dengan baik. Bahkan, hingga saat ini, Luna masih terus bersikap baik terhadapnya padahal gadis itu bukanlah putri kandungnya.
"Apa Papa butuh sesuatu?" tanya Luna yang baru saja membantu Anton berbaring di tempat tidur.
"Tidak," jawab Anton singkat.
"Papa ingin makan?"
Anton menghela napas panjang. "Lebih baik kamu keluar saja. Aku tidak ingin ada kamu di sini."
Air mata perlahan menetes membasahi pipi Luna. Gadis itu menangis tersedu-sedu sambil memegang lengan Anton.
"Apa Papa akan mengusir Luna dari hidup Papa?" tanya gadis itu.
Anton memejamkan matanya. Bagaimana dia harus menjawab pertanyaan ini?
"Kamu... bukan putri kandung ku," ucap Anton dengan nada yang lirih.
"Aku anak Papa," sergah Luna. "Sampai kapanpun, aku hanya ingin jadi anak Papa," lanjutnya setengah berteriak. "Papa, tolong jangan usir aku! Aku tidak ingin pergi kemana-mana. Aku ingin selamanya di sisi Papa."
Apapun akan Luna lakukan demi mempertahankan hak warisnya dalam keluarga Permana. Tak mengapa, jika Anton masih sedikit marah kepadanya. Asal, pria itu tak mengambil kembali apa yang sudah dia berikan kepada Luna, maka itu sudah cukup.
"Keluar!" usir Anton. "Aku ingin sendiri dulu."
"Papa, aku sangat menyayangi Papa. Tolong jangan buang aku. Aku mohon, Papa!" pinta Luna memohon.
Tak ada jawaban yang keluar dari mulut Anton. Pria itu hanya memejamkan matanya agar Luna bisa mengerti bahwa dia juga butuh istirahat dalam keheningan.
Beberapa saat kemudian, Luna pun memutuskan untuk keluar. Dia mengusap air matanya lalu mengecup pipi Anton dengan lembut.
"Selamat istirahat, Papa. Cepat sembuh!"
Tepat, disaat Luna sudah keluar dan menutup pintu dengan rapat, Anton kembali membuka matanya. Rupanya, pria itu termakan juga oleh tangisan sandiwara Luna. Dalam hati, Anton merasa iba dan bertekad untuk tetap mengang…
Setelah 100 Hari
Bella yang frustasi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 124 Episodes
Comments
Haryati Atik Atik
Jgn harap anjani bisa kembali pd anak mu bella jd kan saja si pelakor itu mantu kesayangan mu dasar matre ingat yg sama anjani gak kaya lbh kaya mlh
2025-11-18
1
Mundri Astuti
si Anton mah mang dah klop dah sama duo Kunti...
ni lagi pede beud y emaknya aryan, dia katah anaknya doang yg kaya
2025-10-22
1
Yulinar Yulinar
ajani tdk akan termakan dgn bujuk rayumu yag tidak bermamfaat itu nenek sihir, makanya jadi mertua jangan sok berkuasa.
2025-11-23
0