Suasana rumah besar keluarga Malik kini terasa berbeda. Dulu penuh hiruk pikuk, kini lebih sering diliputi keheningan. Furqan, pemuda gagah berusia 25 tahun, berteriak dari ruang tengah.
“Mamaaa!” suaranya bergema, disertai dentuman langkah kakinya yang berat. Helm motor besar tergantung di tangannya, sementara tas ransel hitam tersampir di bahunya. Raut wajahnya menunjukkan semangat khas anak muda yang baru saja lulus dari salah satu universitas ternama di Indonesia.
Rencana awalnya dulu, Furqan ingin melanjutkan studi ke luar negeri. Namun, niat itu pupus oleh keputusan tegas Laudya. Ibunya itu menolak dengan alasan sederhana namun penuh makna, dia tak ingin anak semata wayangnya pergi terlalu jauh. Laudya yang masih terikat pada bayang kehilangan seakan menahan Furqan dalam genggamannya.
“Ma, aku berangkat dulu…” Furqan masih berteriak sambil melangkah ke ruang makan, namun jawabannya nihil. Dia mendesah kesal, meletakkan helm di meja, lalu duduk sekadar mengambil sepotong roti dan segelas susu.
Saat itulah Hansel muncul. Pria itu kini menua dengan elegan. Rambutnya mulai beruban, namun sorot matanya masih tajam, dan gaya rapinya dengan jas serta kacamata membuatnya terlihat seperti direktur yang berwibawa. Sambil merapikan jas, Hansel menatap anaknya.
“Mama kamu belum pulang. Syutingnya tadi malam agak molor,” katanya tenang.
Furqan mendengus pelan. “Huft … Mama nggak capek apa, Pa? Umurnya udah segini masih aja kerja terus.”
Hansel tersenyum tipis, menghela napas yang sarat dengan makna. “Kamu tahu kan, Al. Mama kamu nggak pernah bisa jauh dari dunia itu. Syuting sudah jadi bagian hidupnya.”
Furqan mengangguk, meski wajahnya masih diliputi kesal. Dia mencintai mamanya, dan bahkan sangat mencintainya. Namun, kadang ia iri karena dunia hiburan masih sering merebut perhatian Laudya darinya.
“Aku ke Bogor, Pa. Camping sama teman-teman. Seminggu mungkin,” kata Furqan, berdiri sambil mengangkat tas ranselnya.
"Aku pasti akan menuruti keinginan papa untuk ngambil bisn…
Terpaksa Jadi Istri Kedua Demi Keturunan
35. 25 tahun kemudian
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 80 Episodes
Comments
Eva Karmita
sudah 25 tahun aja gimana kabarnya Hana...apa Hana hidup bahagia 🥺 ....??
Apa kamu takut laudya rahasia buruk mu terbongkar walau kamu terus menutup kebohongan dan kekejaman mu yang sudah memisahkan ibu dan anak nya ...ingat laudya tabur tuai itu ada ...,, suatu saat nanti anak yg kau rebut itu akan balik membencimu karena sudah memisahkan nya dari ibu yg mengandungnya sampai mempertaruhkan nyawanya demi seorang penerus keluarga Malik
Dan untuk Hansel tidak adakah rasa bersalah mu karena sudah menyakiti Hana ,, dan kenapa selama ini kamu tidak mencari keberadaan wanita yang sudah memberikan keturunan untuk mu sungguh laki" berhati batu hanya memikirkan kebahagiaan mu sendiri dan wanita mandul seperti laudya 😠😏
2025-09-16
1
Ir
segala sesuatu yg mengambil hak milik orang lain itu selalu was² Laudy, 25thn bisa kamu tutupi tapi ingat anak yg kamu besar kan itu sudah tau mana yg baik mana yg buruk, takutnya suatu saat jadi bom yg meledak anak yg saat ini mencintai mu justru suatu saat membenci mu, ga tau lahhh nyesek banget jadi Hana udah nikah belum dia sekarang yaa
2025-09-16
1
Iis Dawina
takut ya..ank hal ngerebut ya gitu..sll ketakutan..coba waktu itu km bisa berbagi..dn hnsel aja yg bego..sering ditinggal ttp aja dipertahankan..yg nurut yg berbakti. dilepas
2025-09-16
1