Malam menyapa, rembulan kini muncul terlihat dengan senyuman sabit di tampilkan. Seorang gadis cantik kini mengutak-atik laptopnya.
"Sepertinya ekor Fani yang lebih dulu di potong, lalu setelah mereka tersingkir baru pemeran utama kita, Fani dan Revan," gumam Zanaya.
"Benar Nona! Nona lebih dulu memberi pelajaran pada si Utara-utara itu dan keduanya," sahut Azay geram, dia tahu saat kejadian waktu di sekolah. Dia berada di dekat Zanaya yang keluar karena penasaran dengan suasana kantin sekolah.
"Namanya Utari, bukan Utara," kata Zanaya.
Setelah menyelidiki lebih dalam, ternyata usaha orang tua Utari bukan hanya sebuah perusahaan, tapi mereka memiliki pekerjaan ilegal, saat Zanaya mencari tahu. Dia menemukan sebuah website gelap yang diketuai oleh beberapa orang termasuk keluarga Permadi, yang menjual seorang gadis dengan harga tinggi. Dari usaha mereka itulah, bisa membantu perusahaannya agar tetap kokoh meski banyaknya pesaing.
"Azay lebih suka panggil dia Utara," balas Azay.
"Terserah"
Tok! Tok! Tok!
"Masuk!!"
"Apa Kakek mengganggu mu nak?" tanya sang kakek, saat masuk ke kamar Zanaya.
Gadis bermata biru menggeleng "Ada apa Kek?"
"Bagaimana perkembangan pencarian Paman Gibran mu yang asli?" tanya kakek to the point, duduk di sofa yang berada di kamar sang cucu.
Zanaya menghela nafas panjang, "Sepertinya sulit di lacak Kek, karena itu sudah 17 tahun berlalu. Jaman itu belum terlalu banyak cctv seperti sekarang Kek, apalagi kejadian sebelum Zanaya lahir," ungkap Zanaya jujur.
"Sepertinya, kita perlu telusuri secara manual, bisa jadi warga setempat tahu," saran sang kakek. "Atau kita pasang kamera kecil di ruang kantor Gibran palsu dan ruang kerjanya," sambung sang kakek, membuat gadis itu mengangguk.
"Pilihan kedua, Zay sudah menyuruh seseorang untuk memasangnya. Dan perkataan Kakek yang pertama, Zay setuju kita perlu menyuruh seseorang untuk menelusuri di gunung tersebut, beserta warga sekitarnya. Dan jalan satu-satunya, kita juga perlu mencari dokter yang mengop…
Cintaku Dari Zaman Kuno
Menyusup
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 152 Episodes
Comments
Helen Nirawan
br inget kan ada si azay itu , suruh dia aj ,mang gk bs y ? kan enak dia gk keliatan jd santai gk akan ketauan
2025-01-06
0
Erna Masliana
ya ampun Zay bukan arah mata angin /Facepalm/
2025-04-17
0
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
apa yg Zanaya temukan 🤔🤔
2025-01-27
0