Arion tidak menjawab saat Amber menyerangnya dengan berbagai macam pertanyaan. Bagaimana bisa Amber bersikap tenang sementara Arion telah memberinya banyak uang serta melunasi cicilan rumahnya yang jika dijumlah masih sangat banyak kekurangannya?
Amber tidak bisa berpikir baik, karena selama ini Arion terus mendambakan dirinya. Laki-laki itu terus berusaha merayu dan mengajaknya berhubungan setiap kali mereka punya waktu bersama.
"Tolong jelaskan padaku, apa maksud semua ini?" tanya Amber.
"Kau memberiku gaji melebihi kesepakatan, serta membayar lunas cicilan rumahku seperti ini. Apa tujuanmu yang sebenarnya?" desak Amber. Arion masih fokus mengemudikan mobilnya.
"Hmm." Amber merasa frustasi. Arion mengabaikannya, dan ia mulai berprasangka buruk pada laki-laki itu.
Merasa lelah karena laki-laki di sampingnya tidak menjawab satu pun pertanyaan yang ia layangkan, Amber memilih untuk diam.
Sampai tibalah mereka di depan sekolah Aara, Amber tetap diam. Namun ia berharap Arion memberinya penjelasan.
"Jam pelajaran Aara baru akan berakhir dua puluh menit lagi," gumam Arion.
"Kau sudah tahu tapi kau mengajakku pergi lebih awal," ucap Amber. Wanita itu menatap kosong pada jendela kaca.
Arion memarkirkan mobilnya di bagian yang paling ujung di bawah pohon rindang. Laki-laki itu diam beberapa saat, menyadari bahwa wanita di sampingnya sedang kesal.
"Semua orang yang bekerja untukku tidak boleh memiliki hutang atau pinjaman di bank. Baik itu pelayan, tukang kebun, atau bahkan pengasuh putriku," jelas Arion.
Amber menoleh sambil mengernyitkan dahi, benarkah itu alasannya?
"Bolehkah aku jujur?" tanya Amber. "Aku berprasangka jika semua ini kau lakukan agar aku segera menyerahkan tubuhku!" lanjutnya.
Arion tersenyum. Ia balik menatap wajah Amber, lalu matanya turun hingga melihat belahan dada rendah yang isinya terlihat padat dan menggoda.
"Kau sendiri yang bilang padaku, jika aku bisa membayar sepuluh wanita untuk melayaniku dalam satu malam. Tapi aku tidak melakukannya. Jika a…
Duda Luar Biasa
Prasangka Buruk
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 66 Episodes
Comments
mang tri
silahkan di test dl amber 🤭
2025-04-25
0
bunda syifa
benarkah, coba kau tanyakan amber sama semua pekerja d rumah Arion, apa jika mereka ada yg punya hutang atau cicilan langsung d bayarkan lunas sama Arion Tampa syarat
2025-01-07
1
Susetiyanti RoroSuli
lah bilang Aja PDKT kedua setelah istri pertama ditendang sama calon ibu mertua dan adhik Ipar, bukanksh begitu kenyataannya ?
2024-06-30
0