Pagi ini,aku pergi kesekolah pagi sekali.Tak seperti biasanya.
"Tanti,apakah kamu pernah dengar ada seorang perempuan yang meninggal saat masih Sekolah disini?"Temanku berteriak dan berkata kepadaku sambil berjalan mendekatiku.
"Aku tidak tahu soal itu!"Terangku.
"Tapi,sepertinya aku ingat dan pernah bertemu dengan gadis itu."Ia sedang berusaha keras mengingatnya.
"Aku harap,kamu akan mengetahuinya secepatnya.Tapi maaf,aku harus pergi,ada piket."Aku pun berlalu meninggalkannya.
Aku berjalan menuju halaman belakang mengambil sapu dan alam pembersih lainnya.Saat itu,aku sedang sendirian.Aku mulai membuka ruangan itu,memasukinya,dan mengambil alat bersih tersebut.
Samar-samar,ku lihat ada bayangan seorang perempuan dibalik jendela itu.
"Siapa itu,bagaimana dia bisa masuk,padahal aku baru membuka kuncinya?"Gumamku.
Aku terkejut bukan main,yang ku lihat itu sosok seorang gadis yang mengenakan baju seragam Sekolah dan berwajah pucat pasi.
Aku ingin mendekati dan bertanya siapa dia.Tapi,aku urungkan karena rasa takut mulai menjalar diseluruh tubuhku.
Aku berlari menuju Sekolah.
"Ada apa denganmu?Apakah kamu sedang ketakutan?"Ia bertanya menyelidik.
"Aaa... aaa... aaa... ada h-a-n-t-u."Aku terbata-bata sangking takutnya.
"Hantu,dimana?"Dia pun mengernyitkan dahinya.
Aku tak menjawabnya dan langsung berlalu ke dalam kelas setengah berlari.
Saat pulang Sekolah,rasa penasaranku pun masih ada.Tapi,aku memutuskan untuk pulang saja.
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
Malam harinya aku terbangun.Terkejut mendengar suara jendela kamarku diketuk.
(Tok... tok... tok...)
"Siapa yang ketuk ya?"Aku bertanya dalam hati.
Saat ku buka tirai gordennya,aku terkejut.Itu gadis yang ku lihat di ruangan tempat penyimpanan alat bersih-bersih di Sekolah.
"Aaa... kamu siapa?"Aku bertanya setengah berteriak karena sangking takutnya.
"Tolong aku."Seru gadis kecil itu.
Aku hanya terpaku,diam seribu bahasa.Aku tak bisa berbuat banyak.
"Aku butuh bantuanmu,tolong aku."Dia berkata lirih.
Belum sempat aku menjawab,dia masuk begitu saja menembus jendela rumahku.Aku semakin takut saat gadis itu ada dihadapanku dan menatapku dengan wajah pucatnya.
"Apakah kamu mengenal orang ini?"Dia bertanya sambil memperlihatkan selembar foto kepadaku.
Betapa terkejutnya aku,saat melihat gambar foto itu dan ku ambil foto itu.
"Ini kan,Ibu Sri?"Gumamku.
Aku ingat,Ibu Sri ini dulu pernah tinggal disamping Sekolahku.Kabarnya,dia telah pindah dari situ.Aku harus selidiki kasus ini.
"Kalau kamu mengenalnya,tolong bantu aku untuk mencari tahu dimana orang ini."Anak gadis itu mulai terisak.
"Baiklah,aku akan mencoba mencari tahu dimana orang ini."Aku berpikir kalau aku pasti bisa mendapatkan orang tersebut.
Gadis itu pun menghilang dan aku pun beranjak pergi tidur.
_ _ _ _ _ _ _
Pagi ini adalah hari minggu.Aku menjalankan tugasku sebagaimana janjiku semalam dengan gadis itu.Setelah berkali-kali aku bertanya,tidak ada satu pun yang tahu dimana rumahnya sekarang.Tiba-tiba,ada seorang pemuda datang menghampiriku.
"Siapa kau,ada urusan apa mencari orang itu?"Dia bertanya dengan suara beratnya.
Aku tak menjawab.Hanya saja aku memandangi tubuh orang ini dari ujung kaki hingga ujung kepala.Dari segi perawakannya,orang ini seperti putra dari Ibu Sri.Aku terkejut dibuatnya.
"Apakah kamu anaknya Ibu Sri?"Sayangnya dia memakai kaca mata hitam legam.
Dia pun langsung menarik tanganku dan membawaku ketempat yang sepi.Ia pun memulai pembicaraannya.
"Siapa namamu?"
"Namaku Tanti."
"Ada hal apa kamu mencari beliau?"
"Aku... aku... aku...."Aku terbata-bata menjawab pertanyaannya itu.
"Jawablah,waktu tidak banyak."Sesekali orang itu melirik jam tangannya.
Mungkin,ia memiliki kesibukan.
"Bagaimana ini,aku sangat bingung untuk menceritakannya."Gumamku.
"Ayo,bicaralah."Dia terus mendesakku untuk bicara.
Baiklah,akan aku katakan semuanya dan ku ceritakan tentang peristiwa yang ku alami.
"Aku tak tahu,apakah kamu akan percaya dengan perkataanku ini atau tidak."Aku berkata lirih.
"Maksudmu?"
"Aku mendapatkan selembar foto ini dari gadis kecil ku."Ungkapku.
Mendengar perkataanku,ia tersentak kaget.
"Benarkah,bagaimana ciri-ciri gadis itu?"Pekiknya.
"Ma... ma... maaf.Aku bertemu dengan disebuah ruangan tempat penyimpanan alat bersih Sekolah."Aku mencoba menjelaskan dengan terbata-bata.
"Lalu,ciri-cirinya bagaimana?"Ia terus saja mendesakku.
"Gadis kecil itu berbadan kecil,pendek,menggunakan pakaian seragam Sekolah,wajahnya sangat pusat."Aku mencoba mendeskripsikan ciri-ciri gadis itu.
"Tidak salah lagi,dia adalah arwah adikku yang penasaran."Ia berkata sambil sesenggukan.Matanya mulai mengeluarkan air mata.
"Maaf,kalau boleh tahu apa maksud dari semua ini?"Aku penasaran.
"Dia adalah gadis yang nakal,yang sulit diatur.Sampai-sampai,Ibuku tak sengaja membunuhnya dan menguburnya dihalaman Sekolah yang kamu maksud tadi tanpa sepengetahuan siapa pun."Ungkapnya.
Tanganku mulai menutup mulutku yang terbuka karena terkejut.
Sampai disini,aku hadi paham.Bahwa pelaku utamanya adalah Ibunya sendiri.
Memang,cara mendidik seorang anak terkadang ada perbedaannya.Tapi,siapa yang harus disalahkan?Alangkah baiknya kalau kita menuruti apa yang diperintah oleh orang tua.Dengan cara itu,kita bisa jadi anak yang bisa berbakti terhadap orang tuanya.
Buatmu gadis misterius,balik lah kealammu dan semoga tenang disana.
Sampai jumpa...
Selesai